• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

22 Persen yang Tidak Puas dengan Kinerja Presiden Jokowi Pilih Partai Gerindra

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 19 Oktober 2023 - 17:24
in Politik
Logo Partai Gerindra. Foto: gerindra.id

Logo Partai Gerindra. Foto: gerindra.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Proporsi pemilih Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) lebih banyak dari kalangan yang tidak puas pada kinerja Presiden Joko Widod (pemerintah) dibanding yang puas. Ada 22 persen dari yang tidak puas atas kinerja pemerintah (Jokowi) memilih Gerindra, sementara pada yang puas hanya 14 persen.

Hal tersebut terungkap dari survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipresentasikan Prof. Saiful Mujani melalui program ’Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ episode ”Kinerja Presiden dan Elektabilitas Partai”, pada Kamis (19/10/2023).

BacaJuga:

Waketum Kadin Mulyadi Jayabaya Siap Dukung Prabowo 2 Periode

Tak Ingin DKPP Jadi Keranjang Sampah, Heddy Lugito Usul Pembatasan Waktu Pelaporan

Ketua DKPP Ingin Penguatan Lembaganya, Mandiri Lepas dari Kemendagri

Saiful menyatakan secara teoretis, orang memilih karena ada insentif. Orang memilih partai politik tertentu karena tindakan itu dianggap positif untuk kehidupan konkretnya, terutama berkaitan dengan ekonomi. Kalau masyarakat merasakan keadaan ekonomi mereka baik, maka mereka akan cenderung memilih eksekutif (presiden) maupun partai politik yang selama ini berada dalam pemerintahan.

Karena itu, menurut Saiful, seharusnya orang yang positif penilaiannya pada kinerja Presiden Joko Widodo atau pemerintah pada umumnya akan memilih partai-partai yang ada dalam pemerintahan Jokowi. Oleh sebab itu, seharusnya orang yang puas pada kinerja Presiden Jokowi akan memilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai NasDem, dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Seharusnya pilihan orang yang puas pada kinerja presiden akan terdistribusi pada tujuh partai politik tersebut. Sementara yang merasa tidak puas cenderung akan memilih partai-partai yang di luar pemerintah, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. Orang yang tidak puas dengan kinerja presiden kemungkinan sebagian besar akan memilih PKS dan Demokrat.

Untuk membuktikan hal tersebut secara empirik, SMRC melakukan survei nasional 2-11 September 2023. Survei ini menunjukkan, orang yang puas dengan kinerja Jokowi mencapai 78,3 persen, sementara yang tidak puas sebanyak 20 persen, dan sekitar 1,7 persen menyatakan tidak tahu.

Dari yang puas atas kinerja presiden, 30 persen memilih PDIP, 14 persen Gerindra, 11 persen Golkar, 9 persen PKB, 6 persen Demokrat, 5 persen Nasdem, 3 persen PKS, 3 persen PAN, 2 persen PPP, 4 persen lainnya, dan 13 persen tidak menjawab.

Sementara yang tidak puas pada kinerja pemerintah, 9 persen memilih PDIP, 22 persen Gerindra, 9 persen Golkar, 3 persen PKB, 11 persen Demokrat, 10 persen NasDem, 14 persen PKS, 3 persen PAN, 3 persen PPP, 3 persen partai-partai lain, dan 15 persen belum menjawab.

Pada kelompok pemilih yang puas pada kinerja presiden, ada 30 persen yang memilih PDI Perjuangan. Sementara yang memilih PDIP dari kalangan tidak puas hanya 9 persen.

Ini, menurut Saiful, benar secara teoretik. Partai tersebut mendapatkan dukungan lebih besar dari pemilih yang puas pada kinerja presiden. Pola yang sama juga terjadi pada Golkar, ada 11 persen dari yang puas atas kinerja presiden memilih Golkar dan 9 persen dari yang tidak puas.

PKB juga demikian, dipilih 9 persen dari yang puas dan 3 persen dari yang tidak puas. Pada PAN dan PPP, selisih pemilih dari yang puas dan tidak puas tidak signifikan.

Yang menarik, menurut Saiful, adalah pada Gerindra. Gerindra adalah partai yang relatif pendatang baru dalam koalisi pemerintah. Dalam dua kali pemilihan umum, pendukung Gerindra adalah pemilih-pemilih oposisi dan nampaknya masih tercermin hingga saat ini.

Yang tidak puas pada kinerja pemerintah masih cenderung lebih berkumpul di Gerindra, 22 persen. Sementara pada yang puas lebih sedikit, 14 persen. Ada selisih sekitar 8 persen antara yang puas dan tidak puas memilih Gerindra.

“Gerindra, walaupun elitnya ada di pemerintahan dan Prabowo di mana-mana memuji Pak Jokowi dan kebijakannya, tapi pendukung Gerindra sendiri tidak puas dengan kinerja Pak Jokowi. Jadi ada gap antara apa yang dikatakan Prabowo dengan para pemilih Gerindra sendiri. Belum satu nafas antara harapan Prabowo sebagai elit partai dengan para pemilihnya,” ujar Saiful.

Saiful melanjutkan ini berbeda dengan Partai Demokrat dan PKS. Kedua partai tersebut memang partai yang berada di luar pemerintahan. Wajar kalau pemilih kedua partai tersebut lebih banyak dipilih dari kalangan yang tidak puas atas kinerja pemerintah dibanding yang tidak puas: 11 berbanding 6 persen pada Demokrat dan 14 berbanding 3 persen pada PKS.

Lebih jauh Saiful menyatakan NasDem juga menarik. Survei ini menunjukkan suara Nasdem lebih banyak dari kalangan yang tidak puas pada kinerja pemerintah dibanding yang puas: 10 berbanding 5 persen.

“Ini menunjukkan NasDem cenderung sudah menampung orang yang tidak puas dengan pemerintah. Walaupun Nasdem adalah partai pemerintah, namun elit politik NasDem belakangan memiliki sikap yang cenderung mendukung tokoh calon presiden yang memiliki aspirasi perubahan atau antitesa terhadap Presiden Jokowi, hal itu kemudian terefleksikan di tingkat pemilihnya: bahwa yang tidak puas pada kinerja Jokowi dan kemungkinan besar ingin perubahan lebih banyak di kalangan pemilih Nasdem dibanding yang puas,” pungkasnya.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1.220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1054 atau 86 persen. Sebanyak 1.054 responden ini yang dianalisis.

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling). Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Waktu wawancara lapangan 2-11 September 2023. (dam)

Tags: GerindraKinerja JokowiPartai Gerindrapresiden jokowiSMRCsurvei

Berita Terkait.

kadin
Politik

Waketum Kadin Mulyadi Jayabaya Siap Dukung Prabowo 2 Periode

Selasa, 3 November 2026 - 18:08
lugito
Politik

Tak Ingin DKPP Jadi Keranjang Sampah, Heddy Lugito Usul Pembatasan Waktu Pelaporan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:03
dkpp
Politik

Ketua DKPP Ingin Penguatan Lembaganya, Mandiri Lepas dari Kemendagri

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:17
gibran
Politik

Polemik Ijazah Gibran Jadi Panggung Politik PKS Menuju Pemilu 2029

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:07
peng
Politik

KPU dan KPP DEM Tetapkan Sembilan Pemenang Anugerah Jurnalistik KPU 2026, Ini Daftarnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:33
ppp
Politik

Pemecatan oleh Mardiono Melanggar AD/ART, Waketum: Tak Bakal Disahkan Menkum

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:13

OLAHRAGA

Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci
Olahraga

Pangsuma FC Bongkar Carut-marut Liga Futsal Nasional, FFI dan KFI Didesak Berbenah

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 4 November 2026 - 22:31

INDOPOSCO.ID – Tata kelola kompetisi futsal nasional kembali mendapat sorotan. Kali ini, kritik datang dari Pangsuma FC yang menilai pengelolaan...

SelengkapnyaDetails
Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Rabu, 4 November 2026 - 18:41
Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

Rabu, 4 November 2026 - 17:31
noc

Diplomasi Olahraga Okto, Indonesia Incar World Skate Championships di Bali

Rabu, 4 November 2026 - 13:13
piala

Ketegangan Timur Tengah Belum Reda, AFC Undur Jadwal Piala Asia 2027

Selasa, 3 November 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3309 shares
    Share 1324 Tweet 827
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2301 shares
    Share 920 Tweet 575
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1875 shares
    Share 750 Tweet 469
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1011 shares
    Share 404 Tweet 253
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.