• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Banyak Program Salah Sasaran Walau Kepala Daerah Mulai Bahas Stunting

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 11 September 2023 - 23:57
in Nasional
bkkbn

Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso saat diskusi di media center BKKBN bersama forum wartawan BKKBN, Senin (11/9/2023). Foto : Nelly S./indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ada peningkatan komitmen dari beberapa kepala daerah untuk percepatan penurunan stunting. Terlebih setah program prioritas pemerintah sebagaimana termaktub dalam RPJMN 2020-2024. Target nasional pada tahun 2024, prevalensi stunting turun hingga 14 persen, dari 21.6 persen pada 2022 lalu.

“Sekarang terjadi peningkatan komitmen dari para kepala daerah untuk penurunan stunting.

BacaJuga:

Komisi VIII DPR: Jemaah Haji 2027 Cukup Siapkan Rp23,24 Juta, Dapat Subsidi Rp3 Juta

Wamendagri Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran

Jelang Kongres XXIV, PP INI Serukan Notaris Tetap Solid dan Tak Terprovokasi

Hal ini tentu menjadi langkah positif untuk mendukung program Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang membidik 14 persen 2024,” ujar Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso, saat diskusi di media center BKKBN bersama forum wartawan BKKBN, Senin (11/9/2023).

Salah satu bukti kalau kepala daerah sudah mulai membahas dan peduli akan penurunan stunting, ketika satu daerah dinyatakan angka stuntingnya tinggi, maka kelapa daerahnya akan gelisah. Sehingga, para kepala daerah dengan berbagai program kebijakan akan menggelontorkan anggaran untuk penurunan stunting.

“Bentik komitmen kepala daerah yang bisa kita lihat audah mengeluarkan kebijakan untuk percepatan penurunan stunting. Potensi untuk sembuh itu hanya 20 persen kalau sudah lahir stunting. Itu pun sudah harus mendapatkan penanganan intensif sejak 1000 hari kelahiran, termasuk pemberian asi eksklusif,” jelas Teguh.

Dia pun mengakui, masih banyak program yang tidak tepat sasaran. Pihak yang harusnya menerima malah tidak mendapatkan, sebaliknya yang harus nya tidak perlu dibantu malah dapat bantuan. Sehingga, program yang harusnya terealisasi lebih cepat malah masih terus menjadi tantangan dilapangan.

“Bicara lapangan, ada tiga versi dikacamata kami, pertama level kecamatan kebawah, lalu ada RT, RW dan desa. Mereka ini lah level terdekat dengan masyarakat, yang didukung oleh 14 ribu tenaha penyuluh lapangam keluarga berencana (PLKB). Meski demikian kami akui memang masih saja banyak program yang salah sasaran. Mungkin kendalanya di kerjasama atau sama-sama kerja yang harus dibangun,” ujar Teguh.

Terkait kegelisahan yang terjadi pada kepala daerah ketika prevalensi stunting nya tinggi juga diakui oleh Ipin ZA Husni, Program Manager Sekretariat Percepatan Penurunan Stunting Pusat. Kalau ada data yang mencatat di satu wilayah angka stunting diatas angka nasional, maka kepala daerah tersebut mempertanyakan kenapa angka stunting bisa tinggi.

Para kepala daerah akan berlomba-lomba mengajukan dana alokasi penurunan stunting, atau menganggarkan dari APBDnya. Mengacu pada tingkat stanting 21.6 persen nasional, taget yang harus turun sedikitnya 7.6 persen hingga Agustus 2024. Setidaknya 2023 ini target 3.8 – 4 persen harus terealisasi, sehingga Januari- Agustus 2024, angka stunting sudah turun hingga 14 persen sesuai dengan penurunan target nasional.

“Kalau program pemerintah konsisten dilalukan, disambut oleh semua kepala daerah dan dikeroyok secara pentahelix (pemerintah, akademisi, asosiasi, masyarakat, media) saya cukup optimis target terealisasi. Perhitungan penetapan angka tentunya bukan sembarangan menetapkan, mau nya kita harusnya nol persen, tapi semua sudah melalui kajian dan perhitungan matang tentunya,” Ipin ZA Husni.

Lebih lanjut Ipin sampaikan, pemahaman kepala daerah pun terkait isu stunting sudah mencapai 80 persen dari total 100 persen. Sehingga penurunan angka stunting tentu harus melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk peran media yang tidak kalah stategis untuk menyampaikan informasih dan mengedukasi masyarakat.

“Masalah stunting tidak saja sekadar kurang protein, tapi juga pola hidup, air bersih, hidup layak dan pola asuh. Sehingga, bicara pemurunan memang mulai dari pra nikah, menikah, merencanakan kehamilan, punya anak sampai 2 tahun kehidupan pertama,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Direktur Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) BKKBN Dadi Ahmad Roswandi mengatakan informasih terkait keluarga berenca sangat dihindari generasi milenial. Sehingga, pemberitaan tentang stunting dan keluarga berencana harus dikemas sedemikian menarik, agar tidak di-skip.

“Mungkin orang yang membaca berita terkait stunting dan keluarga berencana itu kelahiran 74 kebawah. Apabila tidak dikemas dengan semenarik mungkin, maka pesannya tidak akan sampai pada masyarakat, apalagi generasi z,” akunya.

Informasi untuk sampai ke masyarakat tentunya pemerintah melakukan pedampingan hingga ke level bawah (masyarakat). Pendapingan meliputi pendampingan KIE, pendampingan gizi, pendampingan bantuan sosial. Sehingga, konvergensi atau pendekatan penyampaian intervensi, yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi dan bersama-sama untuk mencegah stunting, kepada sasaran prioritas bisa terealiasi dengan tepat.

“Konvergensinya dengan cara kekinian, yang menarik untuk disimak, dan tentu nya melibatkan anak-anak muda, juga teman-teman media. Semenarik mungkin agar pesan bisa sampai, karena sasaran yang akan melahirkan kan generasi muda, kalau yang sudah tua ya jadi pembimbing saja,” pungkas Dadi. (ney)

Tags: bkkbnstunting

Berita Terkait.

Wamendagri Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran
Nasional

Komisi VIII DPR: Jemaah Haji 2027 Cukup Siapkan Rp23,24 Juta, Dapat Subsidi Rp3 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:15
Wamendagri Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran
Nasional

Wamendagri Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:04
Jelang Kongres XXIV, PP INI Serukan Notaris Tetap Solid dan Tak Terprovokasi
Nasional

Jelang Kongres XXIV, PP INI Serukan Notaris Tetap Solid dan Tak Terprovokasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:05
Tito Karnavian
Nasional

Mendagri Hadiri Penyampaian Taklimat Presiden kepada 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43
Bima Arya Sugiarto
Nasional

Wamendagri Dorong Pemda Bangun Ketangguhan Bencana dengan Paradigma Responsif dan Antisipatif

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:06
Rini Widyantini
Nasional

Bukan Sekadar Angka di Server, UU Satu Data Resmi Disahkan demi Keadilan Sosial

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:15

OLAHRAGA

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Editor Ali Rachman
Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

INDOPOSCO.ID - Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika...

SelengkapnyaDetails
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1211 shares
    Share 484 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.