INDOPOSCO.ID – Transformasi pendidikan tinggi hari ini tidak lagi cukup hanya berorientasi pada keunggulan akademik, lebih dari itu pendidikan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan nyata di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang bergerak semakin cepat.
Gambaran tantangan tersebut tercermin pula dari data Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi tahun 2025. Di tingkat nasional partisipasi pendidikan tinggi berada pada angka 32,89 persen.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, mengajak para lulusan untuk membangun mental yang tangguh, percaya diri, dan adaptif dalam menghadapi dinamika kehidupan.
“Saudara saat ini sudah lulus dari kampus dan menuju kampus kehidupan yang lebih nyata, yang lebih kompleks persoalannya. Tentu memerlukan keberanian, energi, dan mental yang kuat untuk menyelesaikan problematika yang berkembang,” ujar Fauzan dalam keterangan, Kamis (14/5/2026).
Lebih lanjut, Fauzan menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri, karakter yang baik, serta soft skill yang relevan dengan kebutuhan dunia nyata. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki fokus, daya juang, dan kemampuan beradaptasi yang kuat agar mampu bersaing di tengah kompetisi global dan perubahan teknologi yang berjalan begitu cepat.
“Tidak berhenti pada penguatan individu lulusan, kami juga komitmen pemerintah untuk terus memperluas akses pendidikan bermutu melalui berbagai program strategis,” katanya.
Ia menyebut, program strategis tersebut di antaranya adalah penguatan pendidikan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta perluasan akses beasiswa untuk jenjang pendidikan lanjutan.
“Langkah-langkah ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang menempatkan penguatan kualitas Sumber Daya Manusia sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.(nas)











