• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dibutuhkan Petani, Kementan Ajak Semua Pihak Teliti dan Kembangkan Biosaka

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 30 Mei 2023 - 19:05
in Nasional
Penelitian-Biosaka
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak semua pihak untuk melakukan praktek sekaligus mengkaji dan meneliti elisitor Biosaka. Sebagaimana diketahui, Biosaka adalah Bio artinya tumbuhan dan Saka singkatan dari selamatkan alam kembali ke alam, yaitu bukan pupuk, tapi merupakan campuran pupuk yang dibuat dari ramuan diremes manual tangan dari bahan minimal 5 jenis rumput/daun yang sehat sempurna di sawah yang dicampur air, tanpa campuran apapun hingga menjadi ramuan homogen, harmoni dan koheren lalu disemprot ke tanaman.

“Aplikasi elisitor Biosaka tidak hanya di Blitar Jawa Tmur. Biosaka kini sudah dipraktekan di 34 Propinsi, lebih dari 200 kabupaten/kota dengan 800-an kecamatan dan 1.500-an desa sudah aplikasi biosaka. Biosaka hadir sebagai indigenous knowledge, inisiatif dari petani sebagai respon dari terbatasnya pupuk bersubsidi dan juga mahalnya pupuk non subsidi, sementara mereka harus tetap berproduksi untuk menjaga kelangsungan hidup mereka,” demikian diungkapkan Koordinator Padi Irigasi dan Rawa, Direktorat Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Rachmat di Jakarta, Selasa (30/5/2023).

BacaJuga:

BRIN Perkuat Teknologi Iradiasi untuk Penanganan Limbah Plastik

Ketua DPD Ajak Investor Asing Kembangkan Industri Perumahan di Kawasan Pariwisata

Kemendukbangga/BKKBN Dorong Pengelolaan Keuangan Keluarga demi Tumbuh Kembang Anak

Menyoal adanya kajian peneliti tentang elisitor Biosaka, Rachmat menegaskan tentu saja apa yang dilakukan oleh petani itu tidak seperti yang dilakukan para peneliti baik di lembaga penelitian ataupun di universitas yang memiliki para ahli yang mumpuni dan sumberdaya yang memadai. Secara sederhana, petani membuat perbandingan antara lahan yang menggunakan biosaka dan tidak menggunakan biosaka.

Baca Juga : Hasil Penelitian BSIP Soal Biosaka Sangat Prematur

“Ada yang tetap mengunakan pupuk seperti biasa, ada juga yang berkurang disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing. Ada juga yang membandingkan before-after. Kemudian mereka buktikan sendiri manfaatnya. Ada efisiensi dan juga ada peningkatan produksi,” ujarnya.

Rachmat menambahkan persoalan ilmiah atau tidak kemudian teknik percobaan seperti apa, petani tidak seperti peneliti, mereka tidak mengerti. Yang mereka pahami adalah manfaat yang mereka rasakan, yang dialami di lapangan, sehingga peran para peneliti dan akademisi diperlukan. Biosaka terbuka lebar untuk diteliti secara lebih komprehensif dari berbagai disiplin keilmuan.

“Apresiasi untuk para peneliti dari berbagai lembaga baik pemerintah maupun swasta yang akan meneliti biosaka lebih lanjut. Ini yang ditunggu-tunggu sehingga misteri biosaka bisa segera terjawab secara ilmiah,” terangnya.

Lebih lanjut Rachmat menyebutkan Biosaka sudah diaplikasikan petani pada berbagai komoditas pertanian, baik tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan. Biosaka ini bukan pupuk, juga tidak bisa menggantikan pupuk sehingga petani tetap menggunakan pupuk, namun lebih hemat dari biasanya karena dalam Biosaka, kadar hara makro dan mikronya rendah, kandungan ZPTnya cukup tinggi, juga mengandung senyawa fitokimia.

“Kandungan tiap biosaka berbeda-beda, karena berasal dari tanaman yang berbeda. Sehingga tidak bisa distandarisasi dan tidak dipabrikasi. Petani membuat biosaka sendiri. Membuat percobaan dilahannya sendiri, dengan modal mereka sendiri. Mereka rasakan hasilnya kemudian getok tular di antara mereka,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Wawan Widianto mengungkapkan elisitor Biosaka menjadi solusi petani, dimana pada tahun 2019 dihadapkan pada berkurangnya pupuk bersubsidi dan mahalnya pupuk non subsidi dan juga pestisida. Hasil demplot petani di Blitar menujukan bahwa penggunaan biosaka dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia, pertumbuhan tanaman bagus, lebih tahan serangan OPT, bulir gabah lebih bagus dan umur panen lebih cepat.

“Selanjutnya biosaka menyebar di semua kecamatan di Blitar. Biosaka sudah dirasakan manfaatnya di lapangan,” ungkap Wawan.

Petani di Blitar, Hari Wahyudi adalah salah satu petani yang mengaplikasi Biosaka dan merasakan langsung manfaatnya. Ia mengaplikasikan Biosaka di areal 1 ha

“Penggunaan pupuknya 50% dari biasanya. Hasil panennya meningkat dari 7 ton menjadi 9 ton,” ujarnya.

Sementara itu, Mujiono, Petani Gabungan Kelompok Tani Sumber Rejeki di Bojonegoro pun menerapkan biosaka di areal 0,75 ha. Dia menggunakan pupuk 50% dari biasanya. Hasil produksinya lebih tinggi.

“Alhasil, ongkos produksi turun dan hasilnya meningkat dari 5 ton menjadi 6 ton perhektar. Inilah manfaatnya menggunakan Biosaka. Tidak bisa hanya sekedar meneliti dan mengkaji di atas buku, tapi harus dipraktekan dengan bertani,” tuturnya.

“Saya berhasil meraup hasil panen padi Rp 32 juta. Capaian ini berkat penerapan tekonologi ramah lingkungan yaitu biosaka yang mampu menekan pemakaian pupuk kimia hingga 50 persen dan memulihkan tingkat kesuburan tanah,” pinta Mujiono. (adv)

Tags: BiosakaKementanPetani

Berita Terkait.

Ketua DPD Ajak Investor Asing Kembangkan Industri Perumahan di Kawasan Pariwisata
Nasional

BRIN Perkuat Teknologi Iradiasi untuk Penanganan Limbah Plastik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:33
Ketua DPD Ajak Investor Asing Kembangkan Industri Perumahan di Kawasan Pariwisata
Nasional

Ketua DPD Ajak Investor Asing Kembangkan Industri Perumahan di Kawasan Pariwisata

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:23
Kementerian Ekraf Sulap Potensi Musisi Jalanan Jadi Peluang Ekonomi
Nasional

Kemendukbangga/BKKBN Dorong Pengelolaan Keuangan Keluarga demi Tumbuh Kembang Anak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:06
Dugaan Penyekapan 10 Calon ART di Surabaya, Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Potensi TPPO
Nasional

Dugaan Penyekapan 10 Calon ART di Surabaya, Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Potensi TPPO

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:32
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah
Nasional

Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:47
BRMS Perkuat Kinerja Kuartal III 2026, Bidik Peningkatan Produksi Emas
Nasional

2 Tahun Kabinet Merah Putih, ATR/BPN Hadir Lebih Dekat Lewat Mobil Layanan Keliling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:07

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5150 shares
    Share 2060 Tweet 1288
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1263 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    955 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.