• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Hasil Penelitian BSIP Soal Biosaka Sangat Prematur

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 30 Mei 2023 - 15:11
in Nasional
Penelitiap-BSIP-co
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Koordinator Kelompok Padi Irigasi dan Rawa, Direktorat Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Rachmat menegaskan hasil penelitian Balai Pengujian Standar Instrumen Tanah dan Pupuk, Badan Standarisasi dan Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan yang menyimpulkan biosaka tidak memiliki pengaruh pada produksi padi dan penggunaan biosaka tidak berdampak juga pada pengurangan penggunaan pupuk kimia 50% hingga 90 %. Hasil penelitian BSIP tentang biosaka itu tentu terlalu prematur.

“Biosaka ini hadir sebagai indigenous knowledge, inisiatif dari petani sebagai respon dari terbatasnya pupuk bersubsidi dan juga mahalnya pupuk non subsidi, sementara mereka harus tetap berproduksi untuk menjaga kelangsungan hidup mereka. Tentu saja apa yang dilakukan petani itu tidak seperti yang dilakukan para peneliti baik di lembaga penelitian ataupun universitas yang memiliki para ahli yang mumpuni dan sumberdaya yang memadai,” tegas Rachmat di Jakarta, Selasa (30/5/2023).

BacaJuga:

Bea Cukai Libatkan Pemda dan Kepolisian untuk Berantas Peredaran Rokok Ilegal

Dugaan Pelanggaran TKA SMA, Kemendikdasmen Kantongi Sejumlah Nama

UBSI Kaji Langkah Hukum Terkait Dugaan Pencatutan Identitas Kampus

Rachmat menjelaskan secara sederhana sejak awal kemunculan biosaka, petani membuat perbandingan antara lahan yang menggunakan biosaka dan tidak, ada yang tetap mengunakan pupuk seperti biasa, ada juga yang berkurang disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing. Alhasil, petani merasakan manfaatnya, dimana ada efisiensi dan juga peningkatan produksi.

Baca Juga : Pastikan Kesiapan PENAS XVI di Sumbar, Mentan SYL Minta Konsolidasi Ancaman Krisis Pangan

“Persoalan ilmiah atau tidak kemudian teknik percobaan seperti apa, petani tidak seperti peneliti, mereka tidak mengerti. Yang mereka pahami adalah manfaat yang mereka rasakan, yang dialami di lapangan. Tugas peneliti lah mengkaji secara ilmiah, silahkan biosaka diteliti dari berbagai disiplin ilmu. Ragam keilmuan di dunia ini banyak. Jangan terbelenggu oleh satu disiplin ilmu saja,” terangnya.

Rachmat menuturkan saat ini biosaka sudah menyebar di 34 Propinsi di Indonesia. Diaplikasikan pada berbagai komoditas pertanian, baik tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan. Biosaka ini bukan pupuk, juga tidak bisa menggantikan pupuk sehingga para petani tetap menggunakan pupuk, namun lebih hemat dari biasanya. Kadar hara makro dan mikronya rendah, kandungan ZPT cukup tinggi, juga mengandung senyawa fitokimia.

“Kandungan tiap biosaka berbeda-beda, karena berasal dari tanaman yang berbeda. Sehingga tidak bisa distandarisasi dan tidak dipabrikasi. Petani membuat biosaka sendiri. Membuat percobaan dilahannya sendiri, dengan modal mereka sendiri. Mereka rasakan hasilnya kemudian getok tular di antara mereka,” tuturnya.

Rachmat menilai sikap peneliti BSIP merupakan hal yang wajar jika karena salah satu yang apriori terhadap biosaka. Setiap inovasi yang hadir memang responnya terbagi menjadi lima bagian yaitu ada inovator, yang langsung mencoba, berani ambil risiko. Ada early adopter, yang langsung mengadopsi dan berpengaruh bagi masyarakat sekitar. Ada early majority, dimana mereka memerlukan berbagai argumentasi sebelum mengadopsi suatu inovasi, mereka perlu pembuktian sebelum diaplikasikan secara luas.

“Kemudian, ada juga late majority. Yaitu mereka akan mengadopsi setelah yang lain mengadopsi dan terakhir adalah laggard. Mereka yang kolot terbelenggu oleh pengetahuan sempitnya. Yang tidak akan pernah menerima suatu inovasi, apalagi inovasi itu bukan berasal dari kalangan mereka,” sebutnya.

“Ayo semua peneliti di BSIP dan juga yang tergabung di Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI) melalui Komda dan jejaringnya di tingkat Propinsi dengan sumderdaya yang mumpuni untuk lebih membuka diri, sudah banyak di sekitar anda yang aplikasi biosaka. Silahkan dipelajari, diteliti. Semoga bisa memberikan manfaat lebih besar bagi bangsa ini,” pinta Rachmat.

Sementara itu, Petani di Blitar, Hari Wahyudi menyampaikan bahwa di areal 1 ha diaplikasi biosaka. Penggunaan pupuknya 50% dari biasanya.

“Hasil panennya meningkat dari 7 ton menjadi 9 ton. Ini fakta kami rasakan. Para penelitian jangan kebanyakan ngoceh, lakukan hal yang kongkret buat petani. Mau terima inovasi dari petani,” ucap Hari.

Di lokasi lain, Petani Gapoktan Sumber Rejeki di Bojonegoro, Mujiono menerapkan biosaka di areal 0,75ha. Dia menggunakan pupuk 50% dari biasanya dengan hasil produksinya lebih tinggi.

“Alhasil, ongkos produksi turun dan hasilnya meningkat dari 5 ton menjadi 6 ton,” tuturnya.

Kelompok Tani Sri Rejeki 2 di Desa Sarwadadi Kec Kawunganten Kab Cilacap Jateng juga melakukan percobaan sederhana. Mereka membandingkan lahan petani yang menggunakan biosaka dan yang tidak mengunakan biosaka. Hasilnya dengan pengaplikasian biosaka 6 kali dengan Urea 42,85kg/ha dan NPK 128 kg/ha hasilnya lebih tinggi (92,8kw/ha) dibandingkan dengan lahan yang tidak menggunakan biosaka dan aplikasi pupuk kimia seperti biasanya Urea dan NPK masing-masing 214kg/ha (69,28kw/ha). (adv)

Tags: Badan Standarisasi dan Instrumen PertanianBiosakaKementanpenelitian

Berita Terkait.

bc3
Nasional

Bea Cukai Libatkan Pemda dan Kepolisian untuk Berantas Peredaran Rokok Ilegal

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:11
tka
Nasional

Dugaan Pelanggaran TKA SMA, Kemendikdasmen Kantongi Sejumlah Nama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:08
ubsi
Nasional

UBSI Kaji Langkah Hukum Terkait Dugaan Pencatutan Identitas Kampus

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:16
anwar
Nasional

Kemendagri Minta Daerah Percepat Pembentukan Satgas MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:06
Ketua DPD Ajak Investor Asing Kembangkan Industri Perumahan di Kawasan Pariwisata
Nasional

BRIN Perkuat Teknologi Iradiasi untuk Penanganan Limbah Plastik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:33
Ketua DPD Ajak Investor Asing Kembangkan Industri Perumahan di Kawasan Pariwisata
Nasional

Ketua DPD Ajak Investor Asing Kembangkan Industri Perumahan di Kawasan Pariwisata

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:23

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5154 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1109 shares
    Share 444 Tweet 277
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.