• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

WWF Luncurkan Buku ‘Penyu dan Paloh’

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 7 April 2023 - 00:20
in Nasional
wwf

Tangkapan layar CEO WWF (World Wide Fund for Nature) Indonesia Aditya Bayunanda dalam peluncuran buku "Penyu dan Paloh" yang diadakan secara daring di Jakarta, Kamis (6/4/2023) (ANTARA/Sean Filo Muhamad)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – World Wide Fund fo Nature (WWF) Indonesia meluncurkan buku “Penyu dan Paloh” yang berisi tentang perjuangan bersama WWF, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan penangkaran penyu di Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.

“Buku ini membahas tentang perjuangan WWF bersama pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan penangkaran penyu di Paloh,” kata CEO WWF (World Wide Fund for Nature) Indonesia Aditya Bayunanda.

BacaJuga:

Yusril Soroti Judul Film ‘Pesta Babi’, Nilai Potensial Munculkan Aneka Tafsir

Jelang Puncak Ibadah Haji, Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Energi dan Jaga Stamina

Yusril: Pemerintah Ambil Pelajaran dari Film Dokumenter ‘Pesta Babi’

Aditya mengatakan Kecamatan Paloh dipilih karena daerah tersebut merupakan ekosistem asli penyu yang memiliki garis pantai terpanjang di Indonesia.

Sekitar 3.700 penyu terdampar di Paloh dan bertelur disana setiap tahunnya, mayoritas adalah Penyu Hijau, tambah dia.

“Sebelum kami datang ke Paloh, hampir seratus persen telur penyu hilang, sekarang sudah bisa diminimalisir hingga sekitar lima persen saja yang hilang,” kata Aditya, Kamis (6/4/2023), seperti dikutip dari Antara.

Selain itu buku tersebut juga membahas kemunculan Penyu Belimbing pada 2021 yang sempat terlihat di area Paloh setelah belasan tahun lamanya tidak terlihat. Kemunculan penyu tersebut menjadi indikator bahwa ekosistem Paloh membaik.

Marine Biodiversity Conservation Manager WWF Indonesia Chandika Yusuf, juga menambahkan buku itu mengangkat banyak isu yang terjadi di Paloh sejak pertama kali WWF melaksanakan program di daerah itu pada 2009.

“Ada isu terkait dengan perdagangan telur penyu yang bukan hanya kebutuhan domestik namun juga permintaan dari lintas batas negara,” kata Chandika.

Chandika mengatakan ekologi penyu yang ada di Paloh juga merupakan bagian dari ekosistem penyu secara total yang ada di Laut China Selatan.

Selain itu isu sampah kiriman dari laut yang terdampar di Paloh juga menjadi topik yang dibahas dalam buku tersebut. Karena itu pihaknya semakin bersemangat dalam memperjuangkan Paloh, tambah dia.

Dalam hal ini pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga membantu dengan menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2015 terkait perlindungan penyu.

“Penyu masuk kedalam appendix satu yang artinya seluruh penyu tidak bisa dimanfaatkan untuk apapun,” kata Ahli Utama Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir (PELP) KKP Agus Dermawan. (mg2)

Tags: bukuPenyu dan PalohWorld Wide Fund fo NatureWWF

Berita Terkait.

Yusril
Nasional

Yusril Soroti Judul Film ‘Pesta Babi’, Nilai Potensial Munculkan Aneka Tafsir

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:21
Ibadah-Haji
Nasional

Jelang Puncak Ibadah Haji, Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Energi dan Jaga Stamina

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:40
Film
Nasional

Yusril: Pemerintah Ambil Pelajaran dari Film Dokumenter ‘Pesta Babi’

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:29
sturman
Nasional

Baleg DPR Kebut RUU Satu Data Indonesia, Fokuskan Interoperabilitas Data

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:07
kkp
Nasional

Indonesia Perkenalkan Pendekatan Kolaboratif Konservasi Hiu dan Pari di Forum Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:04
Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Selatan usai Kasus Hantavirus Kapal Pesiar
Nasional

Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Selatan usai Kasus Hantavirus Kapal Pesiar

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:32

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1187 shares
    Share 475 Tweet 297
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.