• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Bahlil Menebarkan Insentif Sampai Memohon Relaksasi Perbankan untuk Hilirisasi

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 16 Februari 2023 - 21:15
in Ekonomi
Bahlil-Lahadalia

Tangkapan layar-Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers bertajuk "Investasi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi" di Jakarta, Kamis (16/2/2023). ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan tetap memberikan fasilitas insentif hingga meminta perbankan memberikan relaksasi kebijakan guna mendorong pengembangan industri hilirisasi.

Namun, Bahlil menegaskan bahwa insentif yang diberikan tidak dipukul rata melainkan diberikan secara selektif untuk pelaku usaha dengan syarat tertentu.

BacaJuga:

FIFA Gift Hadirkan Pengalaman Menonton Piala Dunia 2026 dan Final UCL Lebih dan Berhadiah

IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi

PLN EPI, PLN Energi Gas dan BAg Sabet 3 Trofi Listrik Indonesia Award 2026

“Kalau insentif, kita kasih tax holiday, impor barang modal, tax allowance. Tetapi, hilirisasi yang memang break even point-nya (BEP/titik impas) cuma lima tahun, IRR tinggi, kita tidak berikan insentif,” katanya dalam konferensi pers bertajuk” Investasi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi” yang dipantau secara daring di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (16/2/2023).

Baca Juga : Capaian Investasi pada 2022

Menurut Bahlil, pemberian secara selektif dilakukan karena insentif merupakan instrumen negara yang diberikan untuk menarik investasi, khususnya di sektor-sektor dengan tingkat pengembalian investasi atau Internal Rate Of Return (IRR) rendah.

“Tapi kalau IRR-nya sudah bagus, contoh smelter NPI itu dalam 4-5 tahun sudah BEP, masak kita mau kasih dia tax holiday sampe 10-15 tahun? Yang benar saja. Kalau sudah berusaha Indonesia, kalau sudah untung, sharing dong. Bayar pajak dong. Jadi kita kasih tetapi yang IRR-nya rendah, kalau yang tinggi ya sorry sorry aja,” katanya.

Di sisi lain, Bahlil mengemukakan bahwa proyek hilirisasi masih belum dinilai prospektif dari sisi perbankan.

“Memang perbankan kita yang belum terlalu penuh secara sungguh-sungguh membiayai pembangunan smelter. Smelter kan tidak bisa dibangun lewat APBN,” katanya.

Bahlil pun mendorong perbankan memberikan relaksasi regulasi untuk bisa mendukung hilirisasi agar bisa lebih leluasa memberikan pembiayaan di sektor tersebut.

“Pemerintah punya keinginan adalah smelter ini juga milik orang Indonesia maka yang harus dilakukan adalah segera melakukan relaksasi regulasi di perbankan dan perbankan mau berikan kredit dengan ekuiti yang terjangkau. Jangan ekuitinya 40 persen. Bank asing cuma 10 persen,” katanya.(mg2)

Tags: BKPMekonomiRelaksasi Perbankan

Berita Terkait.

FIFA-Gift
Ekonomi

FIFA Gift Hadirkan Pengalaman Menonton Piala Dunia 2026 dan Final UCL Lebih dan Berhadiah

Sabtu, 25 April 2026 - 12:39
IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi
Ekonomi

IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi

Sabtu, 25 April 2026 - 11:31
PLN EPI, PLN Energi Gas dan BAg Sabet 3 Trofi Listrik Indonesia Award 2026
Ekonomi

PLN EPI, PLN Energi Gas dan BAg Sabet 3 Trofi Listrik Indonesia Award 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:34
PGN-BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
Ekonomi

PGN-BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton

Sabtu, 25 April 2026 - 09:45
umkm
Ekonomi

Kolaborasi Jadi Kunci, UMKM Pertanian Didorong Lebih Kompetitif

Jumat, 24 April 2026 - 23:03
Pertamina NRE
Ekonomi

Pertamina NRE Gaungkan “AKU NET-ZERO HERO”, Ajak Publik Jadi Bagian Solusi Iklim

Jumat, 24 April 2026 - 22:58

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1348 shares
    Share 539 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    862 shares
    Share 345 Tweet 216
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.