INDOPOSCO.ID – Daewoong Pharmaceutical Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) yang bertujuan meningkatkan kompetensi apoteker sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi langkah dalam membangun ekosistem kerja sama jangka panjang antara Korea Selatan dan Indonesia. Kedua pihak akan berfokus pada empat bidang utama, yakni pendidikan dan peningkatan keahlian apoteker, kolaborasi akademik serta pembentukan kelompok ahli, kesehatan masyarakat dan manajemen penyakit, serta lokalisasi produk farmasi dan pengembangan model layanan kesehatan.
Melalui kemitraan tersebut, Daewoong dan IAI akan menghadirkan berbagai program pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan apoteker di Indonesia. Program tersebut mencakup tren farmasi terkini, manajemen penyakit, serta penguatan kemampuan apoteker dalam memberikan konseling obat yang lebih berorientasi pada pasien.
Kegiatan edukasi akan dilakukan secara berkala melalui webinar berskala nasional maupun simposium tatap muka di berbagai daerah. Selain itu, informasi mengenai capaian kerja sama dan berbagai konten kesehatan akan disebarluaskan melalui kanal resmi serta media sosial kedua pihak.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan, Daewoong dan IAI juga akan membentuk kelompok penasihat ahli yang terdiri dari para apoteker Indonesia. Kelompok ini akan memberikan masukan terkait pengembangan produk dan strategi yang sesuai dengan karakteristik konsumen lokal.
Melalui kelompok tersebut, Daewoong berencana menyesuaikan sejumlah produk unggulannya, seperti Easyderm, Impactamin, dan Easy End 6, dengan kebutuhan masyarakat Indonesia melalui pendekatan yang mempertimbangkan kondisi iklim, budaya, serta kebiasaan konsumen setempat.
Kepala Divisi Consumer Healthcare Daewoong Pharmaceutical, Eunkyeong Park, mengatakan kerja sama ini menjadi momentum penting bagi para profesional farmasi dari Korea Selatan dan Indonesia untuk saling bertukar pengetahuan dan berkembang bersama.
“Perjanjian ini menjadi langkah penting bagi para ahli farmasi dari Korea Selatan dan Indonesia untuk saling belajar dan berkembang bersama, sekaligus membangun kemitraan jangka panjang demi kemajuan kesehatan masyarakat,” ujar Eunkyeong Park.
Ia menambahkan bahwa Daewoong tidak ingin hanya berbagi pengalaman secara satu arah, tetapi juga membangun hubungan kolaboratif yang memungkinkan apoteker di kedua negara tumbuh secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, Daewoong menargetkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap produk kesehatan, memperkuat daya saing produk, serta memperluas kontribusinya dalam pengembangan pasar obat bebas (OTC) di Indonesia hingga tahun 2030. (srv)










