INDOPOSCO.ID – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga semester pertama tahun 2026 menunjukkan peran fiskal yang tetap optimal. Pendapatan negara terealisasi sebesar Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen (yoy), sedangkan belanja negara terealisasi sebesar Rp1.656,0 triliun atau tumbuh 17,8 persen (yoy).
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 pada Selasa (21/7/2026) mengungkapkan bahwa capaian tersebut menunjukkan APBN terus berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pelaksanaan agenda pembangunan nasional.
“Dengan kinerja tersebut, kami optimis APBN akan terus menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga stabilitas, mendukung pertumbuhan ekonomi pembangunan, dan memperkuat fondasi ekonomi ke depan,” ujar Menkeu RI.
Kinerja tersebut ditopang oleh berbagai sumber penerimaan negara, termasuk dari sektor kepabeanan dan cukai. Realisasi penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai hingga semester I tahun 2026 mencapai 45,2 persen dari total APBN atau tumbuh sebesar 3,4 persen (yoy) dengan total penerimaan sebesar Rp152 triliun.
Penerimaan dari sektor cukai mencapai Rp109,4 triliun atau tumbuh 0,6 persen (yoy) yang dipengaruhi oleh peningkatan produksi minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dan hasil tembakau. Sementara dari sektor bea masuk mencapai Rp26,3 triliun atau tumbuh 11,3 persen (yoy) yang didorong peningkatan bea masuk dari impor bahan baku dan bahan penolong, sedangkan bea keluar mencapai Rp16,4 triliun atau tumbuh 11,7 persen (yoy) yang didorong dari penguatan harga CPO (crude palm oil).
Selain menghimpun penerimaan negara, Bea Cukai juga berperan dalam melindungi masyarakat dan mengamankan perekonomian nasional dari barang ilegal dan penyelundupan. Hal tersebut tecermin dari keberhasilan pengawasan kepabeanan dan cukai yang kian meningkat.
Sampai dengan Juni 2026, Bea Cukai telah melaksanakan 8.570 kali penindakan rokok ilegal atau naik sebesar 3,9 persen (yoy) dengan jumlah rokok ilegal yang berhasil diamankan mencapai 904 juta batang atau naik sebesar 95,5 persen (yoy) dan hasil ultimum remedium mencapai Rp72,9 miliar.
Selain itu, Bea Cukai juga telah melaksanakan penindakan narkotika sebanyak 819 kali dengan barang bukti mencapai 4,27 ton. Salah satu hasil penindakannya adalah keberhasilan tim gabungan Polri dan Bea Cukai dalam menggagalkan upaya penyelundupan 325 kilogram sabu dari jaringan Aceh – Thailand pada Selasa (23/6/2026).
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengungkapkan bahwa capaian kinerja penerimaan dan pengawasan ini tak terlepas dari peran serta para pemangku kepentingan dan masyarakat.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terutama masyarakat atas kerja sama dalam mendukung kinerja APBN. Kinerja positif penerimaan dan pengawasan ini menunjukkan komitmen Bea Cukai dalam menjaga penerimaan, serta melindungi masyarakat dan mengamankan perekonomian nasional,” pungkas Budi. (ipo)


















