INDOPOSCO.ID – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengajak puluhan jurnalis dari berbagai media nasional melihat secara langsung denyut industri kelapa sawit di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Melalui Kunjungan Kerja Media BPDP 2026, para insan pers diajak memahami lebih dekat bagaimana industri sawit berkontribusi terhadap perekonomian nasional sekaligus mendorong pembangunan perkebunan yang berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (29/7/2026) itu menghadirkan pengalaman lapangan bagi media untuk menelusuri rantai industri sawit, mulai dari kawasan perkebunan, proses pengolahan di pabrik, hingga berbagai program yang didukung pemerintah melalui BPDP.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia yang memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain menjadi sumber devisa negara, industri sawit juga menyerap jutaan tenaga kerja dan berkontribusi terhadap ketahanan energi melalui program biodiesel.
“Di balik industri sawit terdapat jutaan pekebun dan pekerja yang menggantungkan penghidupannya pada sektor ini. Karena itu, pengembangan sawit harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan para pekebun agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Zaid.
Menurutnya, produktivitas kelapa sawit yang tinggi menjadikan komoditas ini sebagai minyak nabati paling efisien dalam pemanfaatan lahan. Keunggulan tersebut membuat Indonesia tetap menjadi salah satu pemain utama dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia.
Zaid menjelaskan, BPDP berperan sebagai bridging institution yang menjembatani kepentingan pemerintah dengan kebutuhan pelaku usaha dan para pekebun melalui pengelolaan Dana Perkebunan. Dana yang dihimpun kemudian dikembalikan kepada sektor perkebunan dalam bentuk berbagai program strategis.
Program tersebut meliputi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, promosi, hingga dukungan terhadap implementasi mandatori biodiesel melalui pembayaran insentif.
Ia menambahkan, sejak memperoleh mandat berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024, BPDP tidak lagi hanya mengelola dana untuk komoditas kelapa sawit. Lembaga tersebut kini juga dipercaya mendukung pengembangan perkebunan kakao dan kelapa sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perkebunan nasional yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan kunjungan kerja ini, BPDP berharap insan media memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai rantai nilai industri sawit dari hulu hingga hilir. Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang objektif, berimbang, serta memberikan gambaran utuh mengenai kontribusi industri sawit terhadap pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan kerja media ini juga menjadi ruang dialog antara BPDP dan insan pers dalam memperkuat penyebarluasan informasi berbasis fakta. Melalui pemberitaan yang akurat, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pengelolaan industri sawit yang berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut peningkatan kesejahteraan jutaan pekebun, penguatan ketahanan energi, serta pembangunan sektor perkebunan yang lebih inklusif di masa depan. (ipo)


















