• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Laporan Jepang: China Tingkatkan Kemampuan Operasi “Zona Abu-Abu”

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 26 November 2022 - 14:14
in Internasional
china

Arsip -- Kapal Penjaga Pantai China berpatroli di Beting Scarborough yang disengketakan, 5 April 2017. Antara/Reuters/Erik De Castro/as

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Militer China meningkatkan kemampuan melakukan tindakan agresif operasi “zona abu abu” yang bagaimana pun gagal dalam melakukan serangan bersenjata di perairan yang diperebutkan dengan Jepang.

Hal itu disampaikan oleh lembaga kajian Kementerian Pertahanan Jepang pada Jumat (25/11).

BacaJuga:

Absen dalam Perayaan Kemerdekaan di Tanah Air, SBY Kirim Pesan dari Rochester

KASA Korea Gandeng BIGBANG sebagai Duta Kehormatan Perdana

Karoline Leavitt Mundur dari Jabatan Jubir Gedung Putih Akhir Agustus

Partai Komunis China telah memperkuat angkatan bersenjata dan organisasi non-militernya melalui restrukturisasi dan reformasi di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, kata Institut Nasional Jepang untuk Studi Pertahanan dalam laporannya tentang Keamanan China 2023.

“Beijing berusaha untuk menciptakan situasi zona abu-abu terus-menerus dan memberikan tekanan pada lawan karena menghindari bentrokan militer dengan negara lain,” kata laporan tahunan lembaga Jepang itu.

Kemampuan China dalam situasi zona abu-abu telah mengalami peningkatan, yang menurut laporan itu, berasal dari integrasi Penjaga Pantai China dan milisi maritim ke dalam komando militer, demikian dilansir Antara, Sabtu (26/11).

Baca Juga: China Keluarkan Peringatan Gelombang Dingin

Laporan itu juga menyebutkan tentang penumpukan peralatan oleh kelompok-kelompok pertahanan China itu.

Laporan tersebut disampaikan saat Tokyo dan Beijing berselisih mengenai Kepulauan Senkaku, yakni sekelompok pulau kecil di Laut China Timur yang dikelola oleh Jepang tetapi diklaim oleh China.

China telah mengirimkan sejumlah kapal resminya ke wilayah perairan Jepang di sekitar pulau-pulau tersebut dalam upaya untuk menegaskan klaimnya atas kepulauan yang disebutnya dengan nama Diaoyu.

“Penjaga pantai dan milisi maritim China telah meningkatkan aktivitas mereka sejak 2010-an,” kata Shinji Yamaguchi, peneliti senior di lembaga kajian itu dan salah satu penulis laporan tersebut.

“Mereka juga mempersenjatai diri,” kata Yamaguchi kepada wartawan.

Pada 2018, Penjaga Pantai China ditempatkan di bawah komando Pasukan Polisi Bersenjata Rakyat China, yakni sebuah pasukan paramiliter yang diawasi oleh Komisi Militer Pusat negara itu.

Penjaga pantai China menggunakan sikap yang lebih keras di Laut China Selatan daripada di Laut China Timur, menurut laporan itu.

Beijing mengklaim wilayah Laut China Selatan yang bertentangan dengan negara-negara tetangganya, seperti Filipina dan Vietnam.

“China juga telah melakukan lebih banyak upaya untuk ‘operasi perluasan pengaruh’ melalui aktivitas media sosial dan sejumlah cara lain dalam upaya untuk ‘memperbaiki kesalahan persepsi’ Barat dan secara aktif menyebarkan perspektif dan narasi China di dalam dan luar negeri,” kata laporan itu.

Menyebarkan berita palsu dan operasi pengaruh lainnya terhadap Taiwan adalah “contoh paling mencolok” dari langkah China, yang menurut laporan itu, telah menimbulkan “ancaman besar” terhadap pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan menunggu untuk dipersatukan kembali dengan China daratan, jika perlu dengan kekerasan. (mg2)

Sumber: Kyodo-OANA

Tags: ChinaJepangkepulauan senkaku

Berita Terkait.

sby
Internasional

Absen dalam Perayaan Kemerdekaan di Tanah Air, SBY Kirim Pesan dari Rochester

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:06
Gunil Keluar, Xdinary Heroes Langsung Batalkan Sejumlah Jadwal
Internasional

KASA Korea Gandeng BIGBANG sebagai Duta Kehormatan Perdana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:27
jubir
Internasional

Karoline Leavitt Mundur dari Jabatan Jubir Gedung Putih Akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:07
Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz di Tengah Kebuntuan AS
Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz di Tengah Kebuntuan AS

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:16
Gedung-Pancasila
Internasional

ABK WNI Jadi Korban Serangan Drone di Yaman, Kemlu Angkat Bicara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:22
Gempa-Kolombia
Internasional

Gempa Magnitudo 7,4 Hantam Kolombia: 132 Tewas, 570 Lainnya Terluka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:18

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    1286 shares
    Share 514 Tweet 322
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3812 shares
    Share 1525 Tweet 953
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1170 shares
    Share 468 Tweet 293
  • FBR Kutuk Newport terkait Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.