• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tingkatkan Surplus Beras, Kementan Gencarkan Penggunaan Biosaka Terhadap OPT dan Pertumbuhan Padi

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:25
in Nasional
Petani-Padi

Ilustrasi petani. Foto : Kementan untuk indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Pertanian) terus menderaskan penggunaan Biosaka terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan pertumbuhan guna meningkatkan produksi padi. Langkah ini penting mempertahankan hingga meningkatkan surplus beras yang saat ini dicapai, yakni melansir data hasil Survei Cadangan Beras Nasional Tahun 2022 (SCBN22), dengan rata-rata konsumsi beras per tahun 27,13 juta ton, surplus beras 2019 – 2022 sebesar 9,48 juta ton dan stok beras nasional pada 30 April 2022 (menjelang lebaran) 10,15 juta ton.

Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Bambang Pamudji mengatakan bahwa saat ini Indonesia dihadapi pada naiknya harga pupuk, pestisida kimia dan pupuk bersubsidi pun jumlahnya terbatas.

BacaJuga:

Danantara Akuisisi Hotel di Makkah, Komnas Haji Soroti Efisiensi Biaya Jemaah

Sawit Aset Mahal, Pengusaha Tak Punya Alasan Membakar Lahan

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Jadi Pusat Solusi Persoalan Daerah

Dengan penggunaan bahan alami Biosaka yang selama ini dikembangkan tentu menjadi alternatif untuk bisa diterapkan karena beberapa pengalaman menunjukkan bahwa penggunaan Biosaka itu dapat mengurangi penggunaan pupuk dan meningkatkan jumlah produksi

“Kami berusaha untuk Biosaka jangan hanya kebetulan, tapi juga untuk didedikasikan secara ilmiah. Yang artinya bahwa metodologi Biosaka ini bisa dipelajari dan dilakukan oleh semua orang,” demikian dikatakan Bambang dalam acara panen demplot padi penggunaan Biosaka di lahan percobaan Balai Besar Peramalan OPT, Karawang yang disiarkan langsung melalui webinar BTS Propaktani, Kamis (18/8/2022).

Pada musim tanam ini BBPOPT melakukan suatu kajian dalam pengelolaan OPT Padi di lahan percobaan balai Besar Peramalan OPT, Karawang berupa uji efektifitas penggunaan biosaka terhadap OPT dan pertumbuhan padi. Menurut Kepala BBPOPT, Enie Tauruslina Amarullah, kegiatan perlindungan tanaman perlu dilakukan secara teratur agar produksi pangan tidak terganggu.

Baca Juga: Kementan: Stok Beras Nasional Lebih dari 10 Juta Ton

“Kajian Biosaka termasuk perlindungan tanaman dengan pertimbangan ekologi yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Juga teknik pengendalian yang dilakukan berusaha menekan populasi atau intensitas serangan tetapi sekaligus memperhatikan dampak terhadap kelestarian lingkungan,” jelasnya.

“Aplikasi Biosaka dilakukan setiap 2 minggu dengan variabel pengamatannya. Yakni jumlah anakan, tinggi tanaman, panjang bulir, panen dengan jumlah 1.000 bulir, gabah hampa, gabah bernas, jumlah tangkai menghasilkan bulir dalam 1 rumpun, provitas, produksi,” sambung Enie.

Pada webinar ini, Guru Besar SITH ITB, Robert Manurung membeberkan dalam penggunaan biosaka ini yang paling penting adalah dampaknya. Dampak yang dihasilkan oleh biosaka ini cukup baik dalam pertumbuhan dan hasil produksinya.

“Pertanian itu hidup mati kita, kita berkontribusi pada pertanian. Kalau kita merusak lingkungan kita, itu akan sulit sekali untuk dikembangkan. Kita harus berkontribusi dan berperan penting membuat lingkungan ini baik,” jelas Robert.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, Wawan Widianto, menjelaskan awal mula pihaknya menggunakan biosaka dengan berbagai uji coba. Awalnya muncul keresahan para petani yang mengeluh karena harga pupuk dan pestisida yang mahal. Kemudian Dinas Pertanian Blitar mengajak petani dan para petugas untuk melakukan inovasi, salah satunya biosaka.

“Biosaka mempunyai kelebihan yaitu dapat menekan biaya operasional dan bisa dibuat oleh siapa saja serta berasal dari bahan di sekitar kita. Di Blitar sudah banyak dicoba di berbagai komunitas tanaman pangan, seperti padi, kedelai, singkong dan ubi jalar. Dari hortikultura seperti cabai, melon, kentang dan lainya. Dari perkebunan juga seperti kopi dan saat ini sedang diamati untuk tanaman tebu,” ungkap Wawan.

Penggagas Biosaka, Muhammad Ansar menyebutkan Biosaka ini semakin banyak digunakan petani karena hasilnya yang positif dan sangat bagus. Meskipun awalnya di Blitar masih 50-50 dengan penggunaan pupuk kandang, namun hingga hari ini sudah 100% menggunakan pupuk biosaka dan hasilnya sangat baik.

“Biosaka sendiri bukan sebuah produk. Biosaka ini diyakini semua petani pada dasarnya akan bisa melakukan atau memproduksi sendiri karena bahannya yang sangat sederhana. Hanya dari rumput dan air yang ada di sekitar kita. Saat ini ada ribuan petani yang sudah berhasil membuat biosaka dan sudah mengaplikasikannya dengan hasil yang bagus,” sebut Ansar. (srv)

Tags: BiosakaKementanOPTorganisme pengganggu tanamanPertumbuhan PadiSurplus Beras

Berita Terkait.

Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Danantara Akuisisi Hotel di Makkah, Komnas Haji Soroti Efisiensi Biaya Jemaah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:07
Sawit Aset Mahal, Pengusaha Tak Punya Alasan Membakar Lahan
Nasional

Sawit Aset Mahal, Pengusaha Tak Punya Alasan Membakar Lahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:15
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Jadi Pusat Solusi Persoalan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:05
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

TKA Tetap Bisa Diikuti Semua Murid, Kemendikdasmen Siapkan Solusi untuk Daerah Darurat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:32
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Operasi Patuh 2026, Korlantas Tekankan Pentingnya Helm SNI dan Sabuk Pengaman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:22
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Indonesia Kembali Pimpin Komite HS Dunia, Bea Cukai Perkuat Peran di Perdagangan Global

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:17

OLAHRAGA

Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah
Olahraga

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Editor Dilianto
Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

INDOPOSCO.ID - Persoalan tata kelola kembali membayangi kompetisi futsal profesional Indonesia. Pergantian struktur organisasi hingga perubahan nama menjadi Asosiasi Futsal...

SelengkapnyaDetails
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5147 shares
    Share 2059 Tweet 1287
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1262 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.