• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pakar IPB Dukung Kementan Terapkan Pola Tanam IP400

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:11
in Nasional
Pola Tanam Indeks

Mentan SYL melakukan terobosan pola tanam IP400 untuk tingkatkan produktivitas petani. Foto: Kementan for indoposco

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pola tanam Indeks Pertanaman (IP) 400 atau tanam dan tanam 4 kali setahun yang saat ini menjadi salah satu terobosan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan produksi pangan dalam menghadapi tantangan krisis pangan global mendapat respon positif dari akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) University. Pasalnya, tak hanya bertujuan meningkatkan ketersediaan pangan, namun juga pola IP400 sebagai inovasi tanam yang memperhatikan ekosistem sehingga membangun juga keberlanjutan usaha pertanian.

Guru Besar IPB, Hermanu Tri Widodo menjelaskan pola tanam IP400 itu tidak berarti hanya menanam padi saja 4 kali setahun, tapi bisa dengan yang lain sesuai dengan kreativitas. Pola tanam IP400 pun membawa perubahan baru dalam usaha pertanian yakni mengurangi penggunaan pupuk kimia dan memanfaatkan pupuk organik yang ada di sekitar sehingga kesehatan tanah tetap terjaga.

BacaJuga:

Pertamina UMK Academy 2026 Dorong UMK Binaan Berkembang dan Berdaya Saing

Super El Nino 2026–2027 Mengintai, Kemarau Panjang dan Panas Ekstrem Ancam Indonesia

KKP Accelerate Sertifikasi Awak Kapal Perikanan Lewat Modernisasi Pelatihan

Baca Juga : Jelang Idul Adha, Kementan Pastikan Semua Ternak Sapi NTT Sehat

“Baik itu pola tanam IP100,IP200 dan IP300 tentu memiliki gangguan terhadap hama dan penyakit. Yang terpenting itu bagaimana menerapkan teknologi yang di perlukan untuk mitigasi. Pada pola IP400 ada prasyarat-prasyarat tentang maping area, tidak harus padi, padi, padi, padi tapi bisa juga dengan palawija untuk memangkas penyebaran hama sesuai agro ekosistem daerah masing-masing,” demikian jelas Hermanu Widodo dalam webinar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani, Sabtu (25/6/2022).

Perlu diketahui, IP400 merupakan salah satu upaya meningkatkan produksi dan salah satu cara mengatasi alih fungsi lahan dan pertumbuhan penduduk. Ini merupakan hal baru, terobosan baru yang belum lama ini dimasifkan Kementan, kurang lebih 2 tahun terakhir ini dikembangkan di seluruh provinsi.

Bersamaan, Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Andi Tresyono menerangkan Perlindungan Hama Terpadu (PHT) merupakan aspek utama dalam pengendalian hama penyakit bukan hanya di Indonsia, tapi di beberapa negara prinsip-prinsip PHT menjadi corenya dalam perlindungan tanaman. Prinsip utama yang harus dipegang bagaimana membentuk ekosistem yang sehat dan memberikan manfaat dalam mengelola hama dan penyakit.

“Gerakan IP400 menurut saya akan berhasil apabila dilakukan rekayasa lingkungan dengan menggunakan multi varietas, menjaga keseimbangan, tidak perlu intervensi pengendalian kalau memang tidak diperlukan. Juga melakukan pengamatan secara cermat dan tindakan cepat dan tepat saat diperlukan,” jelas Andi Tresyono.

Di kesempatan yang sama Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan bahwa IP400 ini merupakan salah satu upaya baru untuk meningkatkan produksi di tengah keterbatasan lahan dan kenaikan jumlah penduduk serta menghadapi tantangan krisis pangan global. Ada beberapa kunci keberhasilan program IP 400, pertama, penaburan di lahan terbuka dapat dilakukan dengan sistem culik, dapog atau tray dan benih berumur pendek selama 70-90 hari.

Kedua, lanjutnya, melakukan mekanisasi pertanian untuk menghemat waktu dan tenaga. Ketiga, penggunaan pupuk kimia secara bertahap dikurangi menjadi 25 kg per musim per hektar, dan nutrisi seperti kompos, limbah tanaman, dan kotoran hewan digunakan.

“Keempat, pola tanam 4 kali setahun terdiri dari padi-padi-padi-padi, padi-padi-palawija-padi, padi-padi-palawija-palawija dan pola tanam lain tergantung kondisi setempat. Kelima, langkah pertama adalah menghilangkan penggunaan lahan kering atau sumur hujan/bendungan/pompa air dan air daur ulang untuk berbagai kegiatan pertanian,” jelasnya.

“Keenam, pola IP400 ini memperkenalkan pertanian terpadu untuk mewujudkan zero waste dan mengantisipasi serta memitigasi dampak organisme pengganggu tanaman. Ketujuh, sebagai pembeli akses KUR, kami melakukan hilirisasi dan perluasan domain bisnis kami,” tambah Suwandi. (bro)

Tags: Indeks Pertanaman 400Kementanpakar IPBPola tanam

Berita Terkait.

pertamina
Nasional

Pertamina UMK Academy 2026 Dorong UMK Binaan Berkembang dan Berdaya Saing

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:13
air
Nasional

Super El Nino 2026–2027 Mengintai, Kemarau Panjang dan Panas Ekstrem Ancam Indonesia

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:26
kkp
Nasional

KKP Accelerate Sertifikasi Awak Kapal Perikanan Lewat Modernisasi Pelatihan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:42
atr
Nasional

Kemen ATR/BPN Siapkan RUU Reforma Agraria Guna Urai Kebuntuan Hukum Konflik Pertanahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:30
bima
Nasional

Wamendagri Bima Arya Tegaskan Mitigasi Risiko Bencana Wajib Masuk Perencanaan Daerah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:10
tito
Nasional

Pameran Resmi Ditutup, Mendagri Ungkap Potensi Sektor Kerajinan Indonesia di Kriyanusa 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:20

OLAHRAGA

made
Olahraga

Dahsyat! Desak Made Sumbang Emas Keempat Indonesia Sekaligus Pecahkan Rekor Asian Games 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:10

​INDOPOSCO.ID – Srikandi panjat tebing Tanah Air, Desak Made Rita Kusuma Dewi, sukses mengukir prestasi spektakuler di panggung Asian Games...

SelengkapnyaDetails
gp

BRI Dukung MotoGP Mandalika 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal

Rabu, 30 September 2026 - 21:11
Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!

Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!

Rabu, 30 September 2026 - 08:30
Jawab Kepercayaan di Menit Akhir, Leo/Daniel Sabet Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Jawab Kepercayaan di Menit Akhir, Leo/Daniel Sabet Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Rabu, 30 September 2026 - 07:53
Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Selasa, 29 September 2026 - 15:30

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3891 shares
    Share 1556 Tweet 973
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3917 shares
    Share 1567 Tweet 979
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1130 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.