• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Kasus Apotek Sabu-Sabu, PNS dan Kepala Lingkungan Ditahan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 5 Juni 2022 - 03:03
in Nusantara
sabuu

Dokumentasi - 24 paket sabu. Foto : Antara/Bengkulu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Buleleng menahan seorang pegawai negeri sipil (PNS) dan kepala lingkungan Banjar Tegal, Buleleng, setelah mendalami daftar pemakai narkoba dari kasus “apotek” sabu yang diungkap BNN Bali di Singaraja.

Keduanya saat ini masih menjalani pemeriksaan di BNN Buleleng, kata Kepala BNN Bali Kepala BNN Bali Brigjen Pol. Gde Sugianyar Dwi Putra dalam pesan tertulisnya yang diterima di Denpasar, Sabtu (4/6/2022).

BacaJuga:

Budidaya Maggot dan Pertanian Organik Antar Warga Gunungkidul Jadi Kampung Tangguh Iklim

Bea Cukai Perkuat Literasi Ekonomi Generasi Muda lewat Edukasi Kepabeanan dan Pajak

Gempa Bumi Hantam Wilayah Sangihe di Sulawesi Utara

“Kalau tidak ada keterlibatan sebagai bandar atau pengedar/jaringan, arahnya nanti direhabilitasi,” ujar Sugianyar.

BNN menangkap PNS dan kepala lingkungan itu setelah mendalami daftar pemakai dari sejumlah gawai (smartphone) yang disita dari pelaku “apotek” sabu, dikenal dengan inisial Tom.

Sugianyar mengatakan ada lebih dari 100 pemakai yang tercatat dalam gawai milik TOM sehingga ia mengimbau mereka segera datang secara sukarela ke kantor BNN terdekat untuk melapor dan menjalani rehabilitasi.

Baca Juga: Nyamar Jadi Pembeli Narkoba, Dua Polisi Ditusuk Pelaku

Kepala BNN Bali menyampaikan pihaknya tetap mengedepankan pendekatan rehabilitasi kepada para pemakai, tetapi untuk bandar, pengedar, atau mereka yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba, BNN akan menindak tegas melalui jalur pidana.

BNN pada minggu ini (31/5) mengungkap kasus “apotek” sabu di Singaraja, Buleleng, yang dikelola oleh satu keluarga beranggotakan 11 orang. “Apotek” sabu itu dikendalikan oleh Tom selaku kepala keluarga.

Sugianyar menjelaskan “apotek” merupakan istilah dari jaringan bandar narkoba, yang merujuk pada metode penjualan narkoba langsung di tempat penjual. Dalam kasus Tom, kediaman pelaku jadi tempat jual beli dan memakai narkoba.

“Ini menggunakan sistem apotek bahwa mereka menjual langsung (sabu-sabu) di pusat kota, dan mereka menjual langsung pada pemakai di tempat, dan disiapkan fasilitas pemakaian (narkotika) di rumah (pelaku),” kata Sugianyar saat jumpa pers di Denpasar, Bali, Selasa (31/5).

Dari hasil pengungkapan “apotek” sabu itu, BNN menyita 54 paket sabu-sabu kristal bening siap pakai seberat 35,69 gram seperti dikutip Antara.

Tom bersama keluarganya menjual sabu-sabu itu dalam bungkus paket seberat 0,1 gram yang harga satuannya Rp200.000.

Per harinya, “apotek sabu” Tom dan keluarga dapat menjual kurang lebih 5–10 gram atau sekitar 50–100 bungkus paket sabu-sabu.

BNNP meyakini sabu-sabu itu bagian dari jaringan peredaran narkotika Sidetapa, Buleleng. “(Hampir, Red) semua pemain di sana (Sidetapa, Red.) memasok ke Tom,” kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali I Putu Agus Arjaya dalam sesi jumpa pers yang sama dilansir Antara.

Dari 11 orang yang ditangkap, ada empat anggota keluarga jadi tersangka, yaitu Tom, DP (usia 51 tahun), KLS (45 tahun), dan AM (23 tahun) yang merupakan putra Tom.

Sementara itu, tujuh anggota keluarga lainnya termasuk istri Tom tidak ditetapkan sebagai tersangka karena BNNP belum menemukan dua alat bukti yang cukup. Walaupun demikian, mereka masih dilibatkan dalam penyidikan sebagai saksi.

Di samping melakukan penindakan hukum terhadap pelaku, BNN juga aktif melakukan kegiatan pencegahan, di antaranya menggelar seminar antinarkoba di Banjar Tegal. Dalam kegiatan itu, yang berlangsung di SMPN 6 Singaraja, Minggu (5/6), Kepala BNN Buleleng AKBP I Gede Astawa turut menjadi salah seorang pembicara. (aro)

Tags: Apotek Sabu-SabuganjaKepala LingkunganNarkobanarkotikapnssabu

Berita Terkait.

Budidaya Maggot dan Pertanian Organik Antar Warga Gunungkidul Jadi Kampung Tangguh Iklim
Nusantara

Budidaya Maggot dan Pertanian Organik Antar Warga Gunungkidul Jadi Kampung Tangguh Iklim

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:17
Bea Cukai Perkuat Literasi Ekonomi Generasi Muda lewat Edukasi Kepabeanan dan Pajak
Nusantara

Bea Cukai Perkuat Literasi Ekonomi Generasi Muda lewat Edukasi Kepabeanan dan Pajak

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:03
Gempa Bumi Hantam Wilayah Sangihe di Sulawesi Utara
Nusantara

Gempa Bumi Hantam Wilayah Sangihe di Sulawesi Utara

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:57
2 Tersangka Penipuan Investasi Dicokok, Korban Minta Fakta Dibuka Terang Benderang
Nusantara

2 Tersangka Penipuan Investasi Dicokok, Korban Minta Fakta Dibuka Terang Benderang

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:37
bc2
Nusantara

Sinergi Bea Cukai dan TNI Gagalkan Penyelundupan 21 Kilogram Sabu di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:04
gempa
Nusantara

6.458 Orang Terdampak Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah, Terbanyak dari Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:15

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7136 shares
    Share 2854 Tweet 1784
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG
Olahraga

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Editor Juni Armanto
Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42

INDOPOSCO.ID – Setelah sempat tersendat di laga pembuka, Swiss akhirnya menemukan ritmenya di laga kedua Piala Dunia 2026 pada Jumat...

SelengkapnyaDetails
Ismael Kone

Piala Dunia 2026: Kemenangan Kanada Diwarnai Cedera Horor Ismael Kone, Jesse Marsch Prihatin

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:37
Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:47
Piala Dunia 2026: Hugo Broos Puas Afsel Tampil Lebih Agresif saat Imbangi Ceko

Piala Dunia 2026: Hugo Broos Puas Afsel Tampil Lebih Agresif saat Imbangi Ceko

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:01
Hasil Piala Dunia: Kanada Gunduli Qatar, Swiss Menang Meyakinkan atas Bosnia

Hasil Piala Dunia: Kanada Gunduli Qatar, Swiss Menang Meyakinkan atas Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:23
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.