• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Perludem: Harus Ada Kepercayaan Publik Jika Ingin Gunakan “e-voting”

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 6 April 2022 - 18:47
in Nasional
Khoirunnisa Nur Agustyati

Tangkapan layar Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustyati. Foto: Antara/Tri Meilani Ameliya

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustyati memandang penggunaan pemungutan suara secara elektronik (e-voting) dalam Pemilu 2024 harus secara hati-hati, bijak, dan memastikan adanya kepercayaan publik.

“Kalau menurut saya, penggunaan instrumen teknologi dalam pemilu, seperti e-voting perlu hati-hati, bijak, dan intinya, asas kepercayaan publik itu penting jika pemilu di Indonesia hendak menggunakan teknologi,” kata Ninis, sapaan akrab Khoirunnisa Nur Agustyati, di Jakarta, Rabu (6/4/2022), dikutip dari Antara.

BacaJuga:

Tepis Isu Keamanan Memburuk, Pramono Akan Tertibkan Pagar Tinggi di Mall Jakarta

AI Janjikan Kemudahan, Hanya UT Tawarkan Tempat Ujian Sejak Pendaftaran Mahasiswa

415 Jembatan Rampung Dibangun, Kasatgas PRR Apresiasi Satgas Jembatan TNI

Di samping itu, dia juga menilai penggunaan e-voting sulit untuk diterapkan dalam Pemilu 2024 karena saat ini pihak penyelenggara hanya memiliki waktu 2 tahun sehingga persiapan instrumen teknologinya, penyelenggaraan uji coba, dan jaminan keamanan sibernya sulit pula untuk dipenuhi dalam waktu sesingkat itu.

Lebih lanjut, Ninis menjelaskan bahwa penggunaan instrumen teknologi dalam pemilu secara bijak berarti pemanfaatan teknologi tersebut merupakan suatu solusi atas permasalahan yang ada dalam penyelenggaraan pesta demokrasi di Indonesia.

Baca Juga : Stafsus Mensesneg Persilakan Mahasiswa Demo

“Menurut saya, penggunaan instrumen teknologi dalam pemilu itu perlu bijak, yakni perlu melihat bahwa teknologi itu menjadi solusi atas permasalahan pemilu di Indonesia. Sebetulnya, dari sisi pemungutan suara ketika orang mencoblos, itu tidak ada masalah. Yang bermasalah justru adalah pada saat tahapan rekapitulasi suara,” ujarnya.

Ninis mengatakan penghitungan suara dalam pemilu di Indonesia menghadapi masalah terkait dengan potensi jual beli suara dan penukaran suara.

Dengan demikian, Ninis menilai penggunaan e-voting dalam pemilu di Indonesia, khususnya pada Pemilu 2024, belum mendesak untuk diimplementasikan.

Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi lebih diperlukan dalam penghitungan suara, seperti melalui Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap) yang diinisiasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak Pilkada 2020.

Selanjutnya, Ninis menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pemungutan suara juga perlu memenuhi salah satu syarat, yakni harus mampu menimbulkan kepercayaan publik agar tidak ada gugatan terhadap legitimasi proses dan hasil pemilu dari masyarakat.

Bahkan, dia menyebutkan beberapa negara yang awalnya menerapkan e-voting mulai meninggalkan pemungutan suara secara elektronik itu, salah satunya adalah Jerman.

“Kalau melihat perkembangan negara-negara lain yang menggunakan e-voting, banyak negara yang sudah meninggalkan itu. Contohnya adalah Jerman. Tadinya, pemungutan suara dalam pemilu mereka secara elektronik. Akan tetapi, kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi Jerman karena orang tidak percaya pada teknologi tersebut sehingga balik lagi ke manual,” kata Ninis.(mg2)

Tags: e-votingpemiluperludem

Berita Terkait.

Pramono
Nasional

Tepis Isu Keamanan Memburuk, Pramono Akan Tertibkan Pagar Tinggi di Mall Jakarta

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:04
Adrian-Sutawijaya
Nasional

AI Janjikan Kemudahan, Hanya UT Tawarkan Tempat Ujian Sejak Pendaftaran Mahasiswa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:40
415
Nasional

415 Jembatan Rampung Dibangun, Kasatgas PRR Apresiasi Satgas Jembatan TNI

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:50
Monash University Indonesia.
Nasional

Dukung Indonesia Emas 2045, Sinar Mas Land Beri Beasiswa Digital di Monash University Indonesia

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:15
menhut
Nasional

Soal Peluang Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:20
dikti
Nasional

Ledakan AI Ubah Lanskap Dunia, Wamendiktisaintek Tekankan 3 Peran Kunci Perguruan Tinggi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 01:02

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2077 shares
    Share 831 Tweet 519
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2042 shares
    Share 817 Tweet 511
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3160 shares
    Share 1264 Tweet 790
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    820 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.