• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Kashmir Dalam Perspektif HAM. Seperti Apa?

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 5 Februari 2022 - 19:32
in Internasional
Kashmir Dalam Perspektif HAM. Seperti Apa?

Seorang perempuan Kashmir berdiri di samping sebuah grafiti tertulis di tembok pembatasan menyusul dicabutnya status konstitusional khusus Kashmir oleh pemerintah India, di Srinagar, Minggu (15/9/2019). Foto : Antara/Reuters/Francis Mascarenhas/aa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dua tahun setelah Pemerintah India mencabut status semi-otonom Jammu dan Kashmir, berbagai bentuk kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masih terus terjadi. Human Rights Watch (HRW) dalam laporan tahunannya mengomentari Pemerintah India karena mengadopsi kebijakan diskriminatif terhadap komunitas minoritas, termasuk Muslim.

Dalam Laporan Dunia 2022, HRW mengatakan polisi gagal untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang melakukan kekerasan maupun serangan terhadap Muslim. HRW juga mencatat bahwa penyiksaan dan pembunuhan di luar proses hukum terus berlanjut di mana terdapat 143 kematian dalam tahanan polisi dan 104 dugaan pembunuhan di luar proses hukum dalam sembilan bulan pertama pada 2021.

BacaJuga:

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Baca Juga : Spanyol Keluarkan Kebijakan Tanpa Masker di Luar Ruangan

Sementara itu laporan analitis perusahaan hukum yang berbasis di London “Stoke White”, menguak 450 kasus penyiksaan, 1500 kasus korban senjata, 100 kasus penghilangan menuntut dan 30 kasus kekerasan seksual.

Laporan yang didasarkan pada lebih dari 2.000 bukti juga mencakup perincian tentang penangkapan pemelihara hak asasi manusia Kashmir Khurram Parvez.

Pelanggaran hak asasi manusia yang sedang berjalan secara analitis dan menyebar di Jammu dan Kashmir yang diduduki secara ilegal oleh India membutuhkan penyelidikan oleh Komisi Penyelidikan PBB, seperti yang dianjurkan oleh Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) dalam Laporan Kashmir 2018 dan 2019.

Direktur Genocide Watch Gregory Stanton mengatakan kebijakan Perdana Menteri Narendra Modi yang mencabut kedaulatan negara bagian Jammu dan Kashmir, menghapuskan konstitusi terpisah, dan menghilangkan perlindungan terhadap tanah peninggalan dan pekerjaannya mendiskriminasi Muslim.

Baca Juga: Akhir Maret 2022, Repsol Janji Bersihkan Tumpahan Minyak di Peru

Bahkan, Gregory mengingatkan bahwa genosida terhadap Muslim bisa terjadi di India. Saat berdialog dalam Kongres Amerika Serikat, ia merumuskan 10 tahap genosida yaitu klasifikasi, simbolisasi, diskriminasi, dehumanisasi, organisasi, polarisasi, persiapan, persekusi, pemusnahan, dan penyangkalan.

Langkah-langkah tersebut sudah dan sedang terjadi terhadap minoritas Muslim di India. Sementara itu 5 pelapor khusus PBB menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di wilayah pendudukan Jammu dan Kashmir oleh pasukan India.

Tuduhan penghilangan menuntut, penangkapan tanpa proses peradilan atau secara semaunya, penyiksaan dan perlakuan yang kejam, serta pembunuhan di luar hukum merupakan pola pelanggaran serius HAM di wilayah sengketa tersebut.

Keprihatinan tersebut tercatat dalam sebuah surat yang disampaikan kepada pemerintah India. Para ahli PBB juga menyampaikan keprihatinan terhadap kasus 3 pria Kashmir, yaitu Waheed Para, Irfan Ahmad Dar dan Naseer Ahmad Wani.

Waheed Para ditahan November tahun lalu dan mengalami perlakuan buruk di markas Badan Investigasi Nasional (NIA) di New Delhi. Para ahli PBB juga menyoroti kematian Irfan Ahmad Dar pada September tahun lalu.

Irfan yang bekerja sebagai seorang penjaga toko ditangkap pada 15 September 2020 di daerah Sopore, Kashmir utara oleh Kelompok Operasi Khusus (SOG) polisi Jammu dan Kashmir.

Keluarga Irfan Ahmad menerima kabar kematian anggota keluarga mereka keesokan paginya. Mereka menemukan tulang mukanya retak, gigi depannya patah dan kepalanya tampak memar karena terkena benda tumpul.

Kasus seorang warga distrik Shopian selatan Naseer Ahmad Wani juga menjadi perhatian para ahli PBB, begitu catat pelapor dalam surat yang dikutip Kantor Berita Anadolu. Pada 29 November 2019, tentara India menggerebek rumah Naseer Ahmad Wani dan mengancing semua anggota keluarganya di dalam sebuah ruangan. Tentara India memukuli Naseer selama lebih dari separuh jam di ruangan lain.

Dalam webinar berjudul “Kashmir dalam perspektif HAM”, Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Muhammad Hassan menggarisbawahi berartinya masyarakat internasional untuk menyuarakan tentang pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di wilayah pendudukan Jammu dan Kashmir.

Karena diamnya masyarakat internasional, lanjut ia, akan memantapkan kekuatan pendudukan di Jammu dan Kashmir untuk meneruskan kebijakan represifnya yang melanggar hak asasi manusia.

Dubes Hassan juga menyerukan pada masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah praktis dan meminta pertanggungjawaban India atas pelanggaran hak asasi manusia yang menyebar di wilayah pendudukan.

Pakistan juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menekan India mencabut semua hukum represif di Kashmir, melepaskan tahanan politik tanpa syarat, mencabut UU baru kependudukan serta hukum lainnya yang didesain untuk mengubah demografi di Kashmir.

Perihal lain yang tak kalah penting, lanjut ia, adalah mengembalikan hak terkumpul dan hak menyatakan pendapat atau suara di publik. Ia mengatakan rakyat Kashmir harus mendapatkan hak mereka untuk memastikan nasib mereka sendiri yang diserahkan kepada mereka oleh Dewan Keamanan PBB.

“Kami menyerukan PBB dan negara-negara anggotanya untuk berdiri di belakang rakyat Kashmir dalam perjuangan mereka untuk memastikan nasib merek sendiri,” tutur Dubes Hassan.

Sementara itu Guru Besar Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Professor Yusni Sabi mengatakan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Jammu dan Kashmir oleh pasukan India harus dihentikan.

Rakyat Kashmir, lanjut ia, harus dibebaskan dari segala tipe kekhawatiran. “Mereka harus memiliki akses yang setara ke peluang ekonomi, politik, maupun sosial. Rakyat Kashmir harus diberikan hak yang sama dan setara tanpa melihat agama mereka. Rakyat Kashmir memiliki hak untuk hidup damai,” tutur ia dilansir Antara.

Hak asasi manusia adalah hak dan kebebasan pokok bagi semua orang, tanpa memandang kebangsaan, jenis kelamin, asal kebangsaan atau etnis, ras, agama, bahasa, atau status lainnya.

Hak asasi manusia termasuk hak sipil dan politik, seperti hak untuk hidup, kebebasan dan kebebasan berekspresi. Tidak hanya itu, terdapat pula hak-hak sosial, budaya, dan ekonomi, antara lain hak untuk ikut serta dalam kebudayaan, hak atas pangan, hak atas pekerjaan, dan hak atas pendidikan.

Hak asasi manusia dilindungi dan dibantu oleh hukum dan perjanjian internasional dan nasional. Ia beriktikad bahwa seluruh badan internasional prihatin atas pelanggaran hak asasi manusia di Kashmir. “Saya pikir kita harus berpartisipasi dalam memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita di Kashmir,” tutur Yusni. (mg4)

 

Tags: HAMIndiakashmirkekerasan

Berita Terkait.

Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:19
Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina
Internasional

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15
SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04
Sugiono
Internasional

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:41

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2462 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2173 shares
    Share 869 Tweet 543
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1378 shares
    Share 551 Tweet 345
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2712 shares
    Share 1085 Tweet 678
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.