INDOPOSCO.ID – Sebuah insiden penembakan terjadi dalam acara tahunan White House Correspondents’ Dinner di Washington, Amerika Serikat, Sabtu (25/4/2029) malam waktu setempat. Seorang petugas dilaporkan tertembak, namun berhasil selamat berkat penggunaan rompi antipeluru.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa korban ditembak dari jarak sangat dekat dengan senjata berkekuatan tinggi, namun kondisinya kini stabil.
“Ia ditembak dari jarak sangat dekat, tetapi rompi itu berfungsi dengan sangat baik. Saya sudah berbicara dengannya, dan kondisinya sangat baik,” ujar Trump dalam konferensi pers.
Insiden tersebut terjadi tak lama setelah Trump bersama Ibu Negara Melania Trump dievakuasi dari lokasi acara di Washington Hilton akibat gangguan keamanan.
Menurut Trump, pelaku diduga membawa beberapa senjata dan disebut berasal dari California. Ia juga menyebut pelaku sebagai individu dengan kondisi mental yang terganggu. Media setempat mengidentifikasi tersangka sebagai Cole Thomas Allen (31), yang kini telah diamankan aparat.
“Sepertinya dia tinggal di California, dan dia orang sakit, sangat sakit,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa dakwaan terhadap pelaku akan segera diajukan.
Trump mengindikasikan bahwa dirinya kemungkinan menjadi target dalam insiden tersebut, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai motif pelaku. Selain itu, sebagimana dilansir dari Anadolu, Trump juga menyatakan tidak melihat adanya keterkaitan langsung dengan isu geopolitik seperti konflik Iran.
Sementara itu, Penjabat Jaksa Agung, Todd Blanche, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung dan sejumlah dakwaan akan segera diajukan, termasuk terkait penembakan dan kepemilikan senjata api.
Direktur FBI, Kash Patel, menegaskan pihaknya tengah mendalami latar belakang tersangka serta mengumpulkan bukti untuk memastikan keamanan nasional tetap terjaga.
Hingga kini, aparat keamanan masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap motif dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan terkait insiden tersebut. (dil)










