INDOPOSCO.ID – DPR RI melalui Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia–Belarusia menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis dengan Belarusia, mulai dari pengembangan produk susu bersertifikasi halal untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pemanfaatan teknologi pengelolaan sampah yang dinilai telah berkembang pesat di negara Eropa Timur tersebut.
Ketua GKSB DPR RI-Belarusia, Isfhan Taufik Munggaran, mengatakan penjajakan kerja sama tersebut menjadi salah satu fokus dalam pertemuan antara GKSB DPR RI dan Duta Besar Belarusia yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut Isfhan, kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan hubungan antarparlemen guna membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai sektor strategis.
“Kami mendorong kerja sama antarparlemen Indonesia dengan Belarusia dan terus mengintensifkan komunikasi untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Isfhan.
Di sektor ketahanan pangan, Belarusia dinilai memiliki peran penting sebagai salah satu pemasok potasium dunia yang menjadi bahan baku utama pupuk. Ketersediaan komoditas tersebut dinilai dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain pangan, kerja sama di bidang lingkungan juga menjadi perhatian. Isfhan mengungkapkan bahwa Belarusia memiliki teknologi dan peralatan pengelolaan sampah yang modern dan telah terbukti efektif diterapkan di negaranya.
Sebagai langkah awal, DPR RI mendorong pengiriman sampel alat pengolahan sampah dari Belarusia untuk diuji dan dievaluasi di Indonesia.
“Kami meminta agar alat pengelolaan sampah tersebut dapat dikirim ke Indonesia sebagai sampel. Jika hasilnya sesuai kebutuhan, peluang kerja sama yang lebih besar sangat terbuka,” jelasnya.
Dalam sektor pangan dan gizi, pertemuan tersebut juga membahas rencana masuknya 13 produk susu asal Belarusia ke pasar Indonesia. Namun, produk-produk tersebut masih harus melalui proses sertifikasi halal sebelum dapat dipasarkan secara luas.
Menurut Isfhan, keberadaan produk susu tersebut berpotensi mendukung kebutuhan gizi masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi program prioritas nasional.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai proses sertifikasi halal karena produk-produk tersebut berpotensi mendukung program Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Tak hanya itu, peluang kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan turut menjadi agenda pembahasan. Belarusia disebut membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan, khususnya di bidang kesehatan dan kedokteran.
Isfhan menilai kemajuan sektor kesehatan Belarusia dapat menjadi modal penting dalam memperluas kerja sama pendidikan dan pertukaran sumber daya manusia antara kedua negara.
“Kami harus mengakui bahwa sektor kesehatan di Belarusia cukup maju. Karena itu, peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di sana menjadi salah satu hal yang turut dibahas dalam pertemuan ini,” pungkasnya.
Melalui berbagai penjajakan tersebut, DPR RI berharap hubungan Indonesia dan Belarusia dapat berkembang tidak hanya dalam bidang diplomasi, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara.(dil)










