INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi akan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (27/4/2026), setelah merampungkan safari diplomatik ke Pakistan dan Oman. Pertemuan itu difokuskan untuk merumuskan solusi konkret atas eskalasi konflik di Timur Tengah.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi rencana pertemuan Vladimir Putin dengan menteri Iran.
“Araghchi akan mengunjungi Rusia untuk melakukan pembicaraan,” kata Peskov seperti dilansir dari TASS, Senin (27/4/2026).
Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali menyatakan, bahwa para diplomat Iran tengah menjadwalkan konsultasi dengan pihak Rusia guna membahas situasi terkini terkait negosiasi dengan Amerika Serikat, gencatan senjata, serta dinamika konflik di Timur Tengah.
Rusia dan Iran terus menjaga komunikasi intensif sejak dimulainya agresi AS-Israel terhadap Teheran pada akhir Februari 2026, yang ditandai dengan serangkaian koordinasi melalui sambungan telepon antara presiden maupun menteri luar negeri kedua negara.
“Mengingat hubungan bilateral antara kedua negara dan fakta bahwa Iran dan Rusia, sebagai tetangga, saling berhadapan dalam sejumlah masalah regional dan internasional, kami telah melihat komunikasi reguler di tingkat tinggi dan atas,” jelas Kazem Jalali.
Ia mengapresiasi kerja sama yang efektif antara Teheran dan Moskow di panggung internasional. Terutama, saat Rusia dan China memveto resolusi AS mengenai Selat Hormuz di PBB.
“Kerja sama ini menjadi jelas selama diskusi tentang resolusi Dewan Keamanan PBB baru-baru ini di Selat Hormuz, yang diprakarsai oleh AS, yang tidak seimbang dan tidak rasional. Rusia dan China berbicara menentangnya dan menggunakan hak veto mereka,” ujar Kazem Jalali.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi lebih dulu menemui pejabat Pakistan dan Oman pada akhir pekan kemarin. Kunjungan itu fokus pada penguatan diplomasi tanpa agenda pertemuan dengan pihak Amerika Serikat (AS).(dan)










