INDOPOSCO.ID – Ketegangan geopolitik kembali memanas. Turki dilaporkan menolak akses wilayah udaranya bagi pesawat yang membawa Presiden Israel, Isaac Herzog, yang hendak melakukan perjalanan ke Astana, ibu kota Kazakhstan.
Laporan situs penerbangan sipil HavasosyalMedya pada Selasa (28/4/2026) menyebutkan, rute penerbangan yang semula melintasi Turki, Armenia, dan Azerbaijan terpaksa dialihkan melalui wilayah Eropa dan Rusia. Akibatnya, durasi penerbangan dari Tel Aviv ke Astana membengkak hingga sekitar delapan jam.
Penolakan ini bukan tanpa alasan. Sumber diplomatik di Ankara, sebagimana dilansir dari RIA Novosti, mengungkapkan bahwa wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel serta pesawat yang membawa perlengkapan militer.
Namun demikian, ruang udara tersebut masih terbuka bagi penerbangan komersial internasional yang dioperasikan maskapai dari negara ketiga. Maskapai Israel pun disebut masih dapat melintas untuk keperluan transit tertentu.
Langkah tegas Ankara ini mencerminkan memburuknya hubungan kedua negara. Turki diketahui telah memutus hubungan diplomatik dengan Israel sejak operasi militer di Jalur Gaza memicu kecaman global.
Saat ini, komunikasi antara kedua negara dibatasi hanya pada kontak keamanan darurat, menandai salah satu fase terdingin dalam hubungan bilateral Ankara–Tel Aviv dalam beberapa tahun terakhir. (dil)










