• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dibayangi Sentimen Kenaikan Suku Bunga The Fed, Rupiah Melemah

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 25 Januari 2022 - 12:30
in Ekonomi
Kurs Rupiah

Petugas kasir menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019). ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah dibayangi sentimen kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Rupiah bergerak melemah 16 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.351 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.335 per dolar AS.

BacaJuga:

Awal 2026 Cerah, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi

Survei Ipsos 2026: Kemudahan Jadi Alasan Utama Masyarakat Pilih Bank Digital

Pelemahan Rupiah Dinilai Bukan Sekadar Efek Global, Ekonomi Domestik Ikut Disorot

“Pelaku pasar masih mewaspadai hasil rapat kebijakan moneter The Fed di Kamis dini hari pekan ini,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, seperti dikutip Antara, Selasa (25/1/2022).

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,25 persen pada Maret 2022 dan tiga kali lagi menaikkannya hingga menjadi 1 persen pada akhir tahun.

Baca Juga : Rupiah Awal Pekan Menguat Menanti Kebijakan The Fed

Namun pelaku pasar ada yang berspekulasi The Fed akan menaikkan suku bunga pada minggu ini meski kemungkinannya relatif kecil.

“Indikasi pengetatan moneter yang lebih besar bisa mendorong penguatan dolar AS ke depan,” ujar Ariston.

Dari dalam negeri, lanjut Ariston, kondisi peningkatan jumlah kasus Covid-19 juga masih diwaspadai pelaku pasar seandainya pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang lebih ketat, yang dinilai bisa menekan rupiah.

Pada Senin (24/5) kemarin, jumlah kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 2.327 kasus sehingga total kasus mencapai 4,29 juta kasus. Khusus untuk varian Omicron telah mencapai 1.406 kasus.

Ariston menilai, walaupun ada sentimen The Fed, rupiah masih bisa bergerak menguat.

“Kemungkinan karena pasar mempertimbangkan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif stabil dari sisi inflasi, pandemi dan peluang pemulihan ekonomi ke depan dibandingkan situasi yang terjadi di AS,” kata Ariston.

Ariston mengatakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.300 per dolar AS hingga Rp14.380 per dolar AS.

Pada Senin (24/1) lalu, rupiah ditutup menguat tipis 1 poin ke posisi Rp14.335 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.341 per dolar AS.(mg2)

Tags: ekonomiFedkursrupiahSuku Bunga

Berita Terkait.

Belanja
Ekonomi

Awal 2026 Cerah, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:44
Transaksi
Ekonomi

Survei Ipsos 2026: Kemudahan Jadi Alasan Utama Masyarakat Pilih Bank Digital

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:42
Mata-Uang
Ekonomi

Pelemahan Rupiah Dinilai Bukan Sekadar Efek Global, Ekonomi Domestik Ikut Disorot

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:01
Perbaikan-Jalan
Ekonomi

Jasa Marga Maksimalkan Tim Preservasi demi Kelancaran Arus Libur Panjang

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:00
Fajar-Wibhiyadi
Ekonomi

Surveyor Indonesia Perkuat TICC untuk Kawal Transportasi Aman dan Berkelanjutan

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:49
Program TJSL
Ekonomi

PLN EPI dan Bahtera Adhiguna Hidupkan Ekonomi Sirkular di Kawasan Wisata Pesisir

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:09

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1356 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1137 shares
    Share 455 Tweet 284
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.