• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Banyak Keunggulan, Kementan Bangkitkan Pengembangan Budidaya Koro Pedang

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 14 Januari 2022 - 19:12
in Ekonomi
Kementan

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi nasional dengan membangkitkan hingga memperluas pengembangan komoditas yang memiliki pontesi ekonomi.

Tak banyak yang tahu, koro pedang merupakan komoditas tanaman pangan yang terlupakan namun memiliki banyak khasiat dan keunggulan terutama secara ekonomi sehingga menjadi perhatian untuk dikembangkan.

BacaJuga:

Bioetanol Kejar E20, Singkong-Jagung-Sorgum Disiapkan Jadi ‘Bensin’ Baru

G20 Tolak Pangan Jadi Alat Tekan Geopolitik, Mendag: Itu Keberlangsungan Hidup

Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 

Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi menyebutkan koro pedang telah lama dikenal di Indonesia, namun kompetisi antar jenis tanaman menyebabkan tanaman ini tersisih dan jarang ditanam dalam skala luas. Tanaman ini dapat digunakan sebagai pupuk hijau, polong muda digunakan untuk sayur, sebagai bahan tambahan dalam fermentasi berbagai makanan tradisional seperti kecap, tempe, tahu, dan tauco dan banyak makanan terfermentasi dibuat dengan bahan dasar kedelai, yang sebenarnya dapat dicampur dengan aneka kacang potensial.

“Mari kita manfaatkan pangan lokal, pangan lokal itu punya nilai gizi tinggi. Tinggal bagaimana kita bisa mengolahnya supaya ada nilai tambah dan sudah ekspor ke luar negeri,” ujar Suwandi dalam webinar Propaktani, Kamsi (13/1/2022).

Baca Juga : Awal 2022, Kementan Tancap Gas Tingkatkan Layanan Informasi

Suwandi menambahkan berbagai pangan lokal Indonesia yang dimuat dalam cara bertindak 2 (CB2) terkait diversifikasi produksi dan pangan lokal seperti jagung, ubi jalar, ketela, singkong, talas, sagu dan lainnya diolah sedemikian rupa sebagai pangan pokok. Ini merupakan gagasan Menteri Pertanian SYL untuk meningkatkan diversifikasi pangan dalam rangka menumbuhkan sektor pertanian sebagai sektor utama meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan hingga nasional.

“Prinsipnya adalah produksi dalam negeri, konsumsi pangan lokal, hargai jerih payah petani. Kalau yang jual petani jangan ditawar, Viva Republik Indonesia” ujarnya.

Akademisi Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB University, Heny Purnamawati, menyebutkan biji koro pedang cukup prospektif sebagai alternatif pengganti kedelai karena kandungan proteinnya hampir sama dengan kedelai yaitu 30,36% sedangkan kedelai 35%. Selain itu produktivitasnya cukup tinggi dibandingkan jenis kacang tanah, kacang hijau dan kedelai, yaitu 4 hingga 20 ton per hektar, sedangkan pupuk hijaunya sekitar 40-50 ton per hektare.

“Tempe kedelai memiliki protein dan lemak sedangkan koro pedang memiliki protein dan pati. Nah ragi ini suka dengan adanya pati, jadi kita harus bisa mengendalikan. Jadi kelewatan sedikit proses fermentasinya maka tempe akan mejadi asam. Memang tempe koro pedang ini mempunyai kelemahan dari daya simpannya. Tempe koro pedang tidak tahan lama seperti tempe kedelai, namun hal ini dapat disiasati dengan mendistribusikan produk dalam bentuk tempe potong dalam kemasan,” jelasnya.

“Tanaman ini mudah dibudidayakan dan ditumpangsarikan dengan tanaman lain seperti ubi kayu, jagung, kopi dan lain-lain, sehingga cukup potensial untuk dikembangkan. Tanaman koro pedang memiliki sistem perakaran yang dalam sehingga cukup tahan terhadap kekeringan dan adaptif pada lahan kering masam,” lanjut Heny.

Sementara itu, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta, Badan Litbangtan Kementan, Soeharsono mengatakan beberapa keunggulan dari koro pedang, antara lain memiliki adaptasi yang luas pada lahan suboptimal, mudah dibudidayakan secara tunggal atau tumpangsari, cepat menghasilkan dengan biomasa untuk pupuk hijau atau pakan dan mengandung protein tinggi, dimana biji putih mencapai 27,4 % dan koro pedang biji merah 32 %

“Potensi hasilnya pun tinggi yakni 3,81 ton per hektare dan biomasa atau hijauan 2,48 ton per hektare dan juga potensi hasilnya tinggi 1,0 sampai 4,5 biji kering perhektar mencapai 12 ton per hektare. Kemudian, dapat dipanen mulai 4 bulan selama siklus hidupnya mencapai 15 bulan,” paparnya.

Pemerintah Daerah pun mengembangkan UMKM berbasis Koro Pedang di Yogyakarta, seperti di Kampung Srawung, Gedongkuning, Rejowinangun, Kota Gede, Yogyakarta dengan produk tempe dan Kampung Mengger, Pulutan, Wonosari, Gunungkidul dengan produk tempe, kripik, kecap, tauco dan egg roll. Kacang koro pedang, koro benguk dan kecipir merupakan beberapa bahan baku yang mungkin dapat digunakan sebagai bahan pemenuh atau substitusi kedelai.

Penelitian membuktikan bahwa tahu dapat dibuat dari biji kecipir, serta substitusi kedelai dengan aneka biji koro. Pilihan bahan-bahan dasar tersebut disebabkan karena kacang koro pedang, koro benguk, dan kecipir memiliki kandungan kimia yang hampir sama dengan kedelai, sehingga diharapkan dapat diperoleh tahu dengan kualitas yang tidak kalah dengan tahu dari kedelali murni.

Dari sekian banyak alternatif, tanaman koro pedang merupakan salah satu pilihan terbaik. Melalui pendayagunaan koro pedang, maka ketergantungan impor kedelai dapat dikurangi yaitu melakukan substitusi kedelai dengan koro pedang.(wib/PR)

Tags: biji koro pedangBudidayaKementankomoditas

Berita Terkait.

fgd
Ekonomi

Bioetanol Kejar E20, Singkong-Jagung-Sorgum Disiapkan Jadi ‘Bensin’ Baru

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:24
Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo
Ekonomi

G20 Tolak Pangan Jadi Alat Tekan Geopolitik, Mendag: Itu Keberlangsungan Hidup

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:04
Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 
Ekonomi

Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:28
Batik yang Memberi Ruang: Kisah UMKM Binaan Pertamina dan Pekerja Disabilitas
Ekonomi

Batik yang Memberi Ruang: Kisah UMKM Binaan Pertamina dan Pekerja Disabilitas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:59
Menggerakkan Desa dari Bawah, Grup PHI Sabet CSR & PDB Award 2026
Ekonomi

Menggerakkan Desa dari Bawah, Grup PHI Sabet CSR & PDB Award 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:26
Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Tak Sekadar Bangkit tapi Naik Kelas
Ekonomi

Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Tak Sekadar Bangkit tapi Naik Kelas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:54

OLAHRAGA

crystaline
Olahraga

Ribuan Pelari Ramaikan Crystalin RunXperience 2026 di Jakarta

Editor Folber Siallagan
Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:11

INDOPOSCO.ID - Sekitar 9.500 pelari dari berbagai latar belakang dan komunitas turut meramaikan Crystalin RunXperience 2026 di Jakarta. Digelar di...

SelengkapnyaDetails
Todotua

Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:04
Hardiyanto-Kenneth

Kejurda Piala Gubernur 2026: 420 Pecatur Adu Strategi, Targetkan Tiket Kejurnas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:03
Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3898 shares
    Share 1559 Tweet 975
  • Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2347 shares
    Share 939 Tweet 587
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    887 shares
    Share 355 Tweet 222
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.