• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Pikul Baru

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 1 Januari 2022 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Begitu besar harapan kita pada tahun baru 2022. Apalagi setelah mendengar pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di depan Kompas100 menjelang tutup 2021. Kompas100 adalah indeks harian Kompas untuk saham 100 emiten di pasar modal Jakarta, BEJ (Bursa Efek Jakarta).

BacaJuga:

Model Polytron

Serba Mirip

Hoax Bijaksana

Begitu besar optimisme Presiden Jokowi. Kita ikut optimistis. Semangat kita ikut terpompa. Seperti juga dulu. Ketika optimisme itu dipompa oleh pidato beliau di pasar modal: bahwa ekonomi kita akan meroket.

Kali ini, Presiden Jokowi menyebut tiga proyek baru. Semuanya raksasa, prestisius. Dan bisa memuaskan emosi kita –yang sudah lama geregetan. Misalnya soal pembangunan rumah sakit (RS) internasional di Bali. Yang ground breaking-nya dilakukan presiden dua hari lalu. Itu bisa menjawab kegundahan nasional: mengapa jutaan rakyat Indonesia berobat ke luar negeri. Ikut menghabiskan devisa negara.

Itu terjawab sekarang: tidak perlu lagi ke Singapura. Atau ke Penang. Cukup ke Bali saja. Akan ada rumah sakit internasional seluas 41 hektare (ha) di Bali. Sambil rekreasi.

Tentu urusan rumah sakit bukan hanya soal bangunan fisik. Yang penting juga teknologi. Dan yang lebih penting lagi: kehebatan dokternya, perawatnya, pelayanannya.

Saya tentu ikut rombongan yang gembira. Apalagi kalau sudah tahu rencana detailnya: spesialisasi sakit apa saja yang akan diunggulkan. Jantung dan pembuluh darah. Stroke dan brain. Pencernaan dan usus. Kecantikan dan restorasi. Stem Cell dan Cell Cure. Diabetes dan ikutannya. Dan apa lagi. Atau hanya sebagiannya?

Pekerjaan berat lain: bagaimana cara merekrut dokter ahli tingkat dunia agar mau menetap di Bali. Sekarang ini, banyak pasien ikut saja dokternya. Di mana ada dokter hebat, ke RS itu pasien akan pergi. Dokternya pindah RS, pasien ikut pindah pula.

Sekarang ini, sebenarnya, sudah banyak RS yang hebat-hebat. Banyak pula dokter yang luar biasa. Tapi membuat RS terhebat di Bali memang masuk akal. Apalagi, selama ini, banyak yang iri atas majunya wisata pengobatan di Singapura maupun di Penang, Malaysia.

Setidaknya pemerintah sudah memberikan muara pada emosi kita. Soal bagaimana menjadikannya bermutu kita lihat empat-lima tahun lagi.

Tapi mungkin juga tidak perlu risau. Pemerintah punya cara pintas untuk mengatasi semua itu: mengandalkan nama besar nomor satu di dunia: Mayo Clinic, Amerika Serikat. Dengan nama Mayo orang tidak perlu lagi bertanya: siapa dokternya. Mayolah yang jadi jaminannya.

Anda sudah tahu: Mayo Clinic memiliki center of excellence berkelas dunia. Terutama untuk penanganan kesehatan yang kompleks dan serius, termasuk penyakit kanker. Presiden SBY, sukses menjalani operasi kanker prostatnya di Mayo Clinic. Bulan lalu.

Tidak hanya di pengobatan. Juga di bidang medical check-up. Bahkan di Mayo ada penanganan pasien dengan pendekatan whole person care: melihat pasien secara utuh dari fisik, pikiran, kejiwaan.

Kalau seperti itu rasanya akan bisa bersaing dengan Singapura. Tidak perlu dipersoalkan siapa yang punya. Toh yang di Singapura atau yang di Penang itu juga bukan kita yang punya.

Mayo Clinic Care Network memiliki jaringan global yang kuat di Amerika Serikat, Meksiko, Arab Saudi, Korea Selatan, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Mereka berkolaborasi untuk meningkatkan layanan medis.

“Mayo Clinic berkomitmen untuk melakukan sharing pengetahuan dan keahlian medis antara tenaga kesehatan Indonesia dengan para ahli di Mayo Clinic Care Network,” ujar Arya  Mahendra Sinulingga, juru bicara (jubir) Kementerian BUMN.

Optimisme tahun baru lainnya dipompakan Presiden Jokowi di bidang industri. Presiden sudah meresmikan dimulainya pembangunan industrial estate terbesar di Indonesia – jangan-jangan terbesar di dunia. Lokasinya: di Kalimantan Utara (Kaltara). Tepatnya di Kabupaten Bulungan. Lebih tepatnya lagi di Pantai Tanah Kuning.

Meski masuk Kabupaten Bulungan, tapi lokasi itu lebih dekat ke ibu kota Kabupaten Berau di Kalimantan Timur (Kaltim). Tidak jauh dari perbatasan antara Kaltim dan Kaltara.

Berarti Kaltim dan Kaltara akan jadi masa depan Indonesia. Anda sudah tahu: ibu kota baru Indonesia di Kaltim. Dan kini industrial estate terbesar ada di provinsi sebelahnya.

Itu bukan hanya terbesar. Itu juga paling ramah lingkungan. Paling hijau. Green Industrial Park.  Luasnya: 10.000 ha. Yang akan bisa diperluas menjadi 30.000 ha. Bukan main.

Itu pikiran terbesar keempat dari Presiden Jokowi. Yang kalau terwujud akan dikenal sepanjang masa: ibu kota baru, jalan tol, smelter nikel, dan kini green industrial estate.

Di dalam industrial estate itu masih ada pula sejarah lain: dibangunnya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) terbesar di Indonesia. Itulah PLTA hulu Sungai Kayan. Itulah sungai terpanjang di Kaltara. Yang meski muaranya di dekat Tarakan, tapi hulunya tidak jauh dari perbatasan Berau. Berarti tidak terlalu jauh dari industrial park tadi. Rupanya sumber listrik dari air itulah yang jadi menentu mengapa disebut Green Industrial Park.

Semua itu, sekarang ini, masih perawan ting-ting. Maka, kalau proyek ini terlaksana, akan seperti ibu kota baru. Lebih sulit lagi. Lebih ke pedalaman lagi. “Pelabuhan dan bandara baru akan dibangun,” ujar Bupati Bulungan Syarkawi yang saya hubungi kemarin sore.

Untuk ke lokasi PLTA itu, sekarang, hanya bisa dengan helikopter. Tidak ada jalan sama sekali. Pun setapak. Berarti harus dibangun dulu jalan raya lebih 200 Km. Dari nol. Dari mulai membabat hutan, membangun badan jalan, mengeraskan, dan mengaspalnya.

Tidak cukup ada sumber batu gunung di kawasan itu. Maka batu gunung dari Palu atau Toli-Toli akan jadi pilihan terdekat. Tinggal menyeberang laut satu malam: memotong selat Makassar.

Para pemilik batu gunung di Sulawesi Tengah akan ikut panen. Pun di kawasan industri Tanah Kuning itu. Masih perawan. Belum ada secuil pun pelabuhan. Belum ada pula bandara. Berarti harus membangun pelabuhan baru. Yang besar sekali. Yang –kalau melihat kedalaman pantainya– harus dibangun menjorok jauh ke tengah laut. Akan mahal sekali.

Ini berbeda dengan konsep Gubernur Kaltim –waktu itu– Awang Faruq. Yang akan membangun industrial estate di Maloy –dekat Sangatta. Yang kedalaman pantainya lebih 20 meter.

Berarti nasib Maloy menjadi tersisihkan. Maloy memang sangat dekat dengan sumber energi. Hanya 10 Km. Tapi batu bara. Tanah Kuning lebih dekat ke energi hijau: PLTA Krayan. Meski yang disebut dekat itu sekitar 200 Km.

Pilihan seperti itu menandakan energi oriented lebih diutamakan. Energi menjadi pertimbangan utamanya. Batu bara akan habis dalam 50 tahun –atau kurang dari itu.

Air Sungai Kayan tidak pernah habis –seumur hidup. Batu bara, kotor. Air, bersih. Harga listrik dari batu bara 5 cent dolar/kWh. Harga listrik dari PLTA-besar hanya 2,5 cent. PLTA-lah yang dimenangkan. Dan itu berarti memerlukan investasi yang luar biasa lebih besar.

Belum lagi harus membangun bandara baru. Di pantai itu. Jalan tol perlu biaya besar –tapi bisa terwujud. Sulitnya keuangan bukan main, toh teratasi –atau akan teratasi.

Ibu kota baru perlu biaya segajah. Segera terwujud. Cari uangnya begitu sulit. Toh bisa diperoleh –atau akan diperoleh. Dua proyek besar yang kelihatannya sulit itu toh bisa berjalan. Sukses harus membawa sukses berikutnya. Sukses kecil melahirkan rasa percaya diri kecil. Sukses besar melahirkan percaya diri yang besar.

Percaya diri Presiden Jokowi terlihat kian besar. Dua proyek raksasa lagi akan ia pikul –dalam sekali pikul. Tahun Baru, Pikulan Baru. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Model Polytron

Minggu, 5 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Serba Mirip

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Hoax Bijaksana

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Dokter Icha

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bawah Tanah

Senin, 29 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Ganti Dolar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2205 shares
    Share 882 Tweet 551
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

    717 shares
    Share 287 Tweet 179
Pemain-Argentina
Olahraga

Messi Ungkap Kunci Sukses Argentina Singkirkan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Editor Juni Armanto
Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:27

INDOPOSCO.ID - Timnas Argentina sukses menumbangkan perlawanan sengit Tanjung Verde dengan skor 3-2 untuk mengamankan tiket babak 16 besar di...

SelengkapnyaDetails
Messi

Atasi Perlawanan Sengit Tanjung Verde 3-2, Argentina Melaju ke Babak 16 Besar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:31
Salah

Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar, Salah Ungkap Alasan Pakai Trik Panenka di Babak Tos-tosan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:30
Ramos

Kroasia Gugur di 32 Besar, Zlatko Dalic Ngamuk Sebut Wasit Sangat Buruk

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:08
Pemain-Swiss

Hasil Piala Dunia: Swiss Hentikan Langkah Aljazair dengan Kemenangan Meyakinkan

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:05
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.