• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Dokter Icha

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 30 Juni 2026 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

Panorama di perjalanan saya ke Buffalo ini sebenarnya indah sekali. Tapi lima berita duka masuk ke HP saya: dokter Icha gantung diri setelah ditekan dua anggota DPRD di NTT.

Bu Muslimah, si guru legendaris di film Laskar Pelangi, meninggal di Belitung.

BacaJuga:

Bawah Tanah

Ganti Dolar

Bobotoh Kuning

Lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih meninggal saat latihan militer.

Tetangga sebelah rumah lama saya meninggal sebulan setelah saya bergurau kepadanya bahwa ia nanti akan langsung masuk surga –karena sudah terlalu lama di neraka: Prof Anton Prijatno SH. Ia ketua Yayasan Universitas Surabaya (Ubaya) yang juga mantan rektor di kampus itu.

Istilah sudah lama di neraka muncul karena ia tetap jadi kader Golkar yang sangat loyal, di bawah ketuanya yang militer dan sangat keras kepadanya: Kol Purn (Alm) Moh Said.

Sejarah Ubaya mirip Trisakti di Jakarta: ganti nama dan ganti pemilik sebagai korban Orde Baru: dihubung-hubungkan dengan satu aliran Tionghoa di masa Orde Lama.

Maka sedih dan senang melintas di pikiran saya di sepanjang perjalanan Connecticut-Buffalo. Padahal di kiri jalan ini ada sungai Susquehanna yang panjangnya lebih 700 km. Meliuk indah. Airnya jernih. Itu mengingatkan saya di keindahan perjalanan di Clear Water antara negara bagian Washington dengan Idaho.

Sambil mengemudi mata selalu tergoda melirik ke kiri. Saya pikir air sungai ini akan terus sampai di Niagara, lalu terjun indah menghibur jutaan turis di sana. Buffalo sudah sangat dekat dengan Niagara. Tidak sampai setengah jam.

Ternyata tidak. Meski arah air ini ke jurusan Niagara, di depan sana nanti ia berbelok arah. Saya harus berpisah dengan sungai itu satu jam lagi.

Berita kematian dokter Icha muncul saat saya mampir ke museum Bethel Woodstock.

Anda sudah sangat tahu Bethel Woodstock: peristiwa bersejarah dalam dunia musik. Di tahun 1969 itu muncul gerakan anti perang di kalangan pemusik. Juga aliran kebebasan. Lahirnya hippies. Mereka mengadakan festival musik rock di tengah hutan. Kini lokasi itu jadi museum. Ini zaman penyanyi idola Anda: Bob Dylan.

Dokter Icha masih muda: 27 tahun. Cantik eksotik. Saya pun mengontak beberapa dokter di NTT. Saya ingin tahu lebih banyak tentang peristiwa itu: kok bisa anggota DPRD menekan dokter sampai dokternyi gantung diri.

Ternyata dr Icha putra daerah. Dia alumnus Univetsitas Nusa Cendana (Undana), Kupang. Dia lulus tahun 2022.

Malam itu dr Icha bertugas di IGD rumah sakit Leona di kota Kefamenanu, kabupaten TTU –Timor Tengah Utara. Pemkab TTU-lah yang memberi beasiswa dr Icha.

Saat itu ada seorang anak diantar ke IGD Leona. Si anak baru saja digigit ular. Dokter Icha melakukan pemeriksaan. Dia juga berkonsultasi ke seniornya di sana. Anak itu tidak dalam keadaan bahaya. Tidak semua ular berbisa. Pun yang berbisa tidak semua punya bisa yang kuat. Maka Anda harus periksa ular Anda: berbisa atau tidak.

Tapi dua orang anggota DPRD di Kefamenanu –saya harus mengeja huruf-hurufnya saat menuliskan nama sulit kota itu– mendatangi IGD. Mereka keluarga pasien. Mereka menekan dr Icha untuk memberikan obat anti racun antivenom. Yang ditekan tidak mau. Kebetulan obatnya juga tidak ada.

Obat infus antivenom memang mahal: bisa sampai 3 juta. Karena itu tidak semua rumah sakit punya stok. Tapi dalam kasus di RS Leona ini, si anak sendiri tidak perlu diberi obat itu.

RS Leona milik swasta. Ada tiga RS Leona di seluruh pulau Timor. Sebelum di Leona, dr Icha bertugas di puskesmas setempat.

Keesokan harinya dr Icha melihat dua anggota DPRD itu lagi di Leona. Dia merasa tertekan. Dia memutuskan pulang ke Kupang. Jarak Kefamenanu ke Kupang sekitar lima jam naik mobil. Badannyi lemah. Dia merasa terus tertekan. Dia dibawa ke rumah sakit –termasuk untuk masalah kejiwaannyi. Setelah membaik, dr Icha boleh pulang. Seminggu kemudian harus kontrol.

Saat tiba waktunyi kontrol itulah Icha tidak muncul. Lalu ditelepon. Tidak merespons. Di rumah itu orang tua Icha belum pulang kerja. Tapi ada adiknyi yang juga dokter. Sang adik ke lantai atas. Icha terlihat sudah meninggal dalam keadaan menggantung.

Di kamar sang adik ditemukan dua HP dan satu surat tertutup. Dua jenis barang bukti itu kini di tangan polisi. Keluarga pun belum sempat membaca apa isi surat Icha.

Dari surat itu kelak akan jelas apa yang terjadi sebenarnya. Tapi, meski masih junior, Icha tergolong sudah kuat dalam memegang teguh kode etik profesi dokter.

Salah satu unsur terpenting yang membuat dokter itu sebuah profesi –bukan pekerjaan– adalah otonomi.

Dokter memiliki otonomi untuk melakukan atau tidak melakukan. Mereka harus melakukan tindakan medis biar pun ditekan orang lain untuk tidak melakukan. Sebaliknya dokter tidak akan mau melakukan biar pun ditekan agar melakukan. Pun bila itu taruhannya jabatan. Bahkan nyawa.

Dokter Icha –Eliza Princila Utami Pakaenoni– mempertaruhkan profesinya sampai ke nyawa. Dokter Icha, di mata saya, adalah pahlawan profesi. Banyak profesi lain tidak lagi punya pahlawan.

Di dunia wartawan kian sulit mencari pahlawan profesi kewartawanan seperti Icha di kedokteran. Pun di profesi pengacara. Juga di profesi hakim bukan?

Apalagi si anak yang digigit ular itu akhirnya benar-benar sembuh.

Tentu saya harus menghubungi dua anggota DPRD itu. Tapi tidak berhasil mendapatkan nomor kontak mereka.

Saya baca di berita online, keduanya membantah telah melakukan tekanan. Memang keduanya mengakui bicara keras kepada Icha tapi tidak ada maksud menekan.

Keduanya juga sudah minta maaf. Keluarga Icha sendiri tidak memperkarakan itu. Bahkan tidak mau jenazah Icha diotopsi.

Tapi latar belakang peristiwa ini harus jelas.

Semua berita duka itu seperti mempersingkat perjalanan darat saya yang lima jam. Pukul 21.01 saya tiba di hotel di down town Buffalo: matahari belum juga tenggelam. Tapi bulan purnama sudah tampak menor di ufuk barat. Indah. Romantis. Gabungan antara matahari senja dan bulan purnama.

Pun di Buffalo, matahari ternyata tenggelamnya juga di barat. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 29 Juni 2026: Bawah Tanah

ra tepak pol

5

Ima Lawaru

Sampai saat ini, kapal milik Pemda Wakatobi yang melayani pasien darurat itu hanya satu buah. dan itu kebanyakan mangkal di Wanci.

Ima Lawaru

Pasien super kritis darurat, tertahan lama di puskesmas karena menunggu kapal adalah KASUS KLASIK orang Tomia, sejak jaman dahulu kala. Jika pasien orang berpunya, maka pilihannya adalah carter kapal, yang harganya puluhan juta. Saya membayangkan ini…andai saja Program Pak Prabowo itu bukan Bus Damri, tapi KAPAL DAMRI yang masuk ke Pulau Tomia. Kapal ini akan standbye siaga 24 jam untuk melayani pasien darurat yang butuh dirujuk cepat. Bayangkan KAPAL DAMRI ini siaga 24 jam di empat pulau utama Wakatobi, yaitu Wanci, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Maka banyak nyawa masih bisa tertolong. Mungkin…biar pemerintah tidak kelabakan, pasien yang ekonomi atas bisa kena bayar setengah, dan setengahnya disubsidi pemerintah. Sedangkan yang miskin gratis. Sampai saat saya menulis ini, air mata saya masih mengalir, tersebab saya masih mengingat wajah penderitaan siswa saya di atas ranjang puskesmas. Saya datang menjenguknya, dan ia masih mengenali saya sebagai gurunya.

Ima Lawaru

Saya tidak tahu harus mengeluh dimana. Mungkin mengeluh di sini akan lebih baik. Pada Selasa, 23 Juni seorang siswa saya kelas 2 SD. Selanjutnya saya menyebutnya si pasien. Usianya 9 tahun. Ia masuk IGD Puskesmas Usuku, Pulau Tomia, dengan keluhan susah BAB. Susah BAB ini sudah 4 hari. Selain susah BAB, disertai muntah, demam, lemas, dan napas agak ngos-ngosan. Sudah diberi obat pelor lewat anus untuk merangsang keluarnya kotoran, tapi tidak mempan. Diagnosa dokter umum jaga di IGD adalah: kemungkinan usus si pasien terlipat, bocor, atau tinja keras. Pasien harus segera dirujuk ke RSUD Wanci, tapi kapal hari itu sudah terlambat, kecuali harus tunggu kapal berikutnya pada esoknya di jam 6 pagi dan 9 pagi. Jadi kapal di Tomia yang menuju Wanci itu, ada setiap hari di jam 6 dan jam 9 pagi. Konon kabarnya dokter anak di RSUD Wanci, sedang sakit. Jadi kemungkinan dirujuk ke sana hanya untuk USG sementara, untuk melihat penyebab penyakit si pasien. Dan baru akan ditindak, kalau misalnya dokternya sehat. Selama masa tunggu, si pasien dipasangi NGT di hidungnya dan inpus. Lalu dipindahkan dari ruang IGD ke ruang perawatan. Saya menyaksikan semua itu di depan mata saya. Hingga akhirnya pada Rabu, 24 Juni, sekitar jam 5 pagi, si pasien menghembuskan nafas terakhirnya, tanpa benar-benar ditahu kondisi sebenarnya di dalam perutnya.

Denny Herbert

IGD Bukan Arena Pamer Kekuasaan! RIP Dokter Icha Kronologi Singkat: Saat berjuang menyelamatkan nyawa pasien di IGD RS Leona Kefamenanu, almarhumah dr. Icha diduga diintervensi dan diintimidasi oleh 3 oknum anggota DPRD TTU. Kini, dokter baik hati itu telah berpulang, meninggalkan duka mendalam sekaligus tamparan keras bagi dunia kesehatan kita. Kecaman Keras : Lawan Arogansi Pejabat! Rumah sakit itu tempat menyelamatkan nyawa, bukan panggung politik untuk pamer ego dan kekuasaan. * Dokter Bukan Pesuruh Politik! Keputusan medis di IGD itu taruhannya nyawa. Dokter bekerja pakai ilmu dan SOP, tidak boleh ditekan atau diancam oleh siapa pun! * Pecat Oknum DPRD! Kita desak Badan Kehormatan DPRD TTU dan parpol terkait untuk tidak masuk angin. Jika terbukti mengintimidasi, pecat ketiga oknum tersebut! Di hadapan hukum, semua sama. Selamat jalan, dr. Icha. Kebaikanmu abadi. Perjuanganmu melawan arogansi kekuasaan di ruang medis akan diteruskan!

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Bukan Indonesia tahun 2222. Saya lebih percaya sama Indonesis Emas 2045, tapi maksudnya 2045 Hijriah.

Irary Sadar

Selamat untuk Jakarta. Selamat karena masih berstatus Ibukota Indonesia. Dan hingga kini masih bertahan. Dan masih bisa bertahan jika diperbaiki dan direnovasi dengan benar. Ibarat rumah yang perlu dilakukan adalah merenovasinya. Bukan membeli rumah baru dengan biaya buessar sekali dan akhirnya gagal ditempati… Amsyiong memang..!

Mpok Dipa

Pikiran saya mendadak tentang Trans J, moda transportasi termurah jika di bandingkan dengan tarif LRT maupun MRT. Trans J yg semakin bermetamorfosis dari BBM ke listrik. Di tahun² 2010-2013an, Trans J Ragunan – Dukuh Atas adalah 1 dari sekian rute favorit warga pinggiran Jaksel dan Depok nempel Jaksel utk ke pusat Jakarta. Pernah mengalami Busway yg bolong kecil² atapnya akibat karat bilamana hujan ada rintik air bisa menetes ke jilbab, ada yg lantainya berlobang akibat murnya hilang entah kemana, sehingga sambil berdiri nunduk kita bisa mengintip aspal. Belum lagi sopir bus yg mesti harus adu skill dengan pemotor dan pemobil yg masuk jalur Trans J dengan membawa muatan manusia yg sepertinya melebihi kapasitas. Tapi sekarang, rasanya Trans J sangat jauh lebih nyaman dan aman. Apalagi semakin banyak bus listrik. Jam tidur pun bisa berpindah dengan nyaman di perjalanan di pagi dan petang hari. Selamat Ulang Tahun Jakarta ke 499 yang semakin indah dan cantik.. menuju 5 Abad Jakarta yg semakin beradab.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

. @pak Syef Taufik Hidayat.. KERETA BAWAH TANAH, CERITA BAWAH PERMUKAAN.. Komentar Pak Taufik menarik. Terasa sekali ini ditulis oleh orang yang bukan hanya membaca peta, tetapi pernah merasakan getaran relnya. Memang dunia bawah tanah punya banyak cerita. Membandingkan satu jalur MRT Jakarta dengan seluruh jaringan New York Subway tentu kurang tepat. Ibarat membandingkan satu kamar hotel dengan seluruh kota. Sama-sama punya pintu, tetapi ukurannya berbeda. 1) Budapest memang punya sejarah panjang. Metro pertamanya dibuka tahun 1896. 2) Moskwa terkenal dengan stasiunnya yang megah seperti istana bawah tanah. 3) Buenos Aires punya “Subte” yang namanya saja sudah punya karakter. 4) Hong Kong memilih nama MTR yang sederhana, tetapi sangat kuat. ### Pelajaran menariknya: transportasi bukan hanya soal umur, panjang jalur, atau kecanggihan teknologi. Ia juga soal budaya, sejarah, dan cara sebuah kota menjawab masalah warganya. Jadi kereta bawah tanah bukan sekadar alat pindah tempat. Ia adalah catatan perjalanan sebuah peradaban. Terima kasih Pak Taufik sudah membawa kita jalan-jalan keliling dunia. (Tiketnya murah. Cukup membaca komentar.. Komentar Bapak)..

Taufik Hidayat

He he he ngomong ngomong kereta bawah tanah memang mengasyikan. Di YT banyak bule atau mungkin bayaran yg memuji kalau Jakarta lebih bagus dari Ney York karena membandingkan 1 jalur MRT jakarta dengan Newyork Subway yg ratusan km … he he Kalau tua tua an metro di Budapest juga sudah dibangun sejak 1896 dan keretanya khas dari kayu …. Kalau cantik cantikan stasiun metro di Moskwa dibangun tahun 1930 di zaman stalin .. kalau dalam dalam yuk ke Pyongyang . Tapi yang berkesan tetap saja Subte di Buenos Aires karana namanya khas bukan metro bukan MRT bukan Subway. Atau di hkg aja namanya MTR

Turrachman Rachman

Dan pada akhirnya kompaspun terbit dengan gambar berwarna. Saya tersenyum penuh kemenangan. Meskipun kemenangan itupun pada akhirnya tidak berguna. Saya jadi ingat filosofi Manchester united. Yaitu ” menyerang adalah pertahanan terbaik ”

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Mengubah BUMN jadi baik (transformasi) itu yang diperlukan adalah Dirut yang hebat. Sejauh ini menurut saya baru ada 2 BUMN yang berhasil diperbaiki yaitu PT KAI oleh Ignasius Jonan dan PT PLN oleh Dahlan Iskan. Iya, cuma 2 BUMN itu yang berubah dari buruk menjadi hebat dan perubahannya melekat. Perubahan harus dari posisi Dirut. Akan sulit dan butuh waktu sangat lama jika “orang hebat”-nya ditaruh di Menteri BUMN. Perubahan hanya bisa dilakukan oleh orang yang kerjanya melekat di BUMN tersebut. Jonan dan Dahlan bekerja sangat keras memperbaiki BUMN yang mereka pimpin. Mungkin saat itu tak ada waktu buat keluarga bagi keduanya. Semua waktunya tercurah untuk perusahaan. Hanya dengan Dirut seperti itulah sebuah perusahaan bisa berubah. Pertamina hampir saja bisa diubah menjadi baik andai Ahok diposisikan sebagai Dirut, bukan Komut. Tapi karena pemerintah terlihat belum sepenuhnya ingin Pertamina jadi baik, Ahok “hanya” ditaruh di Komut. Kita perlu orang-orang hebat seperti Jonan, Dahlan, ataupun Ahok untuk memperbaiki BUMN kita. note: Saya mau menuertakan ilustrasi keberhasilan pak Jonan dan Pak Dahlan di komentar ini, tapi kita tahu itu tidak bisa. Makanya harus ada Apps Disway… Wkkkk…

Sulaspin

Orang Nusantara seharusnya malah lebih kagum. Borobudur dibangun pada tahun 850 an. Abad ke 9. Pada jaman sekuno dan sejadul itu, sudah bisa membangun candi. Terbesar dan termegah di dunia. Pernah dinobatkan menjadi 7 keajaiban dunia. Belum ada insinyur. Belun ada arsitek dan teknik sipil. Belum ada material selengkap dan secanggih sekarang. Ilmu pengetahuan dan teknologi masih sangat sederhana. Nusantara sudah bisa membangun tempat ibadah yang dikagumi orang seluruh dunia. Memang tidak mudah untuk mengagumi apa yang kita miliki. Lebih silau dengan kemajuan pihak lain. Lebih mengagumi dan memuja milik orang lain. Sebab rumput tetangga lebih hijau. Lebih rimbun.

Ahmad Zuhri

“Arsitek di zaman ini sangat dimanjakan oleh ketersediaan material yang sangat beraneka ragam”. Kita buktikan nanti Gedung Disway Center nanti seperti apa bentuknya kl sudah jadi.. Kl misalnya jadinya ‘jelek’ menurut para arsitek itu, setidaknya mereka tinggal bilang balik “O alah, tibake iso ngomong tok, ga iso ngelakoni O, ternyata hanya bisa ngomong saja, tidak bisa menjalani) ‘

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

@pak Ahmad Faisol.. SAYA TERSINGGUNG, SAYA TERBANG, SAYA TERSENYUM.. 1) “Saya Dahlan Iskan.. 2) “Saya tersinggung. Jawa Pos sudah berani tampil dengan foto berwarna, sementara Kompas masih hitam putih. Masa koran modern harus kalah gaya? 3) “Saya terbang. 4) “Saya pergi ke New York. 5) “Saya ingin tahu mengapa New York Times tetap hitam putih. Apakah memang karena hitam putih lebih elegan? 6) “Saya tersenyum. Saya menemukan jawabannya. Ternyata bukan soal gengsi. Bukan soal warna lebih bermutu. Masalahnya adalah mesin percetakan yang sangat besar. Mengubahnya membutuhkan biaya, waktu, bahkan gedung baru. 6) Saya tersenyum lagi. Karena saya sadar, perubahan teknologi bukan hanya soal kemauan. Ada investasi lama, sistem lama, dan kebiasaan lama yang harus dibereskan. ### Ternyata dalam bisnis, alasan yang terdengar paling indah kadang bukan seluruh cerita. 1) Ada strategi, 2) Ada perhitungan, 3) Ada keterbatasan. Tetapi di situlah menariknya. Sebuah keputusan bisnis bisa melahirkan cerita perjalanan sampai ke Amerika. Dan dari perjalanan itu lahir pelajaran: jangan hanya melihat hasil akhir. Lihat juga jalan panjang yang harus ditempuh untuk berubah.

Fra Wijaya

Saya tersenyum dengan penuh kemenangan yang ternyata, kemenangan itu,kelak,juga tidak ada gunanya,kelihatan banget nuansa ketidak ikhlasnya,di jarak 16.300 km dari Surabaya masih saja teringat akan hal itu,sudahlah Abah ikhlasin,harta tidak dibawa mati kok…

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

MARI KITA BAYANGKAN, KOTA LONDON TAHUN 1860.. Kalau hari ini kita membayangkan macet karena mobil dan motor, London tahun 1860 punya “kendaraan bermasalah” sendiri: Kuda. Saat itu London adalah kota terbesar dunia. Penduduknya 3 juta jiwa. Wilayah metropolitan terus melebar. Jalan utama memang sudah banyak, tetapi kapasitasnya tidak mampu mengikuti ledakan aktivitas ekonomi akibat “Revolusi Industri”. Transportasi utama adalah kereta kuda. 1) Ada yang milik pribadi. 2) Ada juga omnibus, semacam angkutan umum zaman itu, yang ditarik beberapa ekor kuda dan membawa belasan penumpang. 3) Selain itu juga ada taksi kuda. Masalahnya bukan hanya jumlah kendaraan. Setiap kuda menghasilkan sekitar 10 kilo kotoran per hari. Bayangkan ribuan kuda lalu lalang di jalan sempit. London menghasilkan ratusan hingga ribuan ton kotoran kuda setiap hari. Pekerja kebersihan harus mengangkutnya ke luar kota untuk dijadikan pupuk. Lucunya, belum ada perda yang mewajibkan kuda memakai celana. Yang ada baru aturan tentang kebersihan jalan dan pengelolaan limbah. Akhirnya manusia (di sana) sadar: Masalah kota tidak selalu selesai dengan memperlebar jalan. Maka lahirlah ide kereta bawah tanah itu.. ### Manusia yang (di sini) “masih pingsan”. Belum sadar. Kalau ada ruas jalan macet, solusinya: 1) Bikin fly over. 2) Bikin underpass. 3) Lebarkan jalan. 4) Datangkan pak Ogah/ Supeltas 5) “Bukan/ belum” mengatur” jumlah kendaraan”.

Gerring Obama

Itu yang terjadi pada tim voli indonesia.. punya talenta kandang harus dikeluarkan di tandang dan terwujud. Satu satunya tim kelompok yang juara level asia

Juve Zhang

LRT itu transportasi masal terbaik milik Indonesia…. teknologi mudah dan semua bisa dibangun di dalam negeri….yg gak ada kemauan….jangan bangun yg gak dikuasai sepenuhnya seperti MRT….itu teknologi terowongan belum dikuasai pun teknik gerbong MRT nya …yg sudah dikuasai saja LRT ini sudah bagus banget….jauh lebih bagus dari Monorel Kuala lumpur….anda naik saja Monorel Kuala lumpur jalannya merayap terlalu pelan pelan…dan LRT jauh lebih bagus …paling alasan nya LRT gak ada duit nya….selalu gak ada Duit….kalau kasih makan itik ayam pake nasi bekas MBM ada Duit nya diperjuangkan….kata sang Raja lah dia gak pernah naik LRTv…..wkwkw

MULIYANTO KRISTA

Ya ganti pasang pipa menuju kali Brantas,nyedot dari sana, dijamin loss ngalir terus 24 jam.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Misalnya Indonesia buat kereta bawah tanah dan lewat bawah rumah saya di Mojokerto. Itu sumur bor saya jadi nggak bisa berfungsi ya, Bah? Saya tanya serius lho. Takut ya dianggap bercanda sama Pak Mul.

FP. KUSUMO

“Dianggap murahan, saya pun “tersinggung”. Saya terbang ke Amerika. Ke New York……..” Betapa mahal biaya tersinggungnya orang kaya…hehehe. Sama kasusnya ketika seseorang dulu tersinggung dengan statement “apa itu mobil listrik. Gak ada itu mobil listrik”. Yang tersinggung langsung beli Tesla. Yang harganya konon lebih mahal dari harga ratusan sepeda anaknya….

Herry Isnurdono

Abah DI cerita ttg kereta bawah tanah di NY (USA), London (UK) dan China. Beda jaman beda tekhnologi. Kenapa Abah DI tidak bangga dan cerita ttg negara Indonesia. Karena faktor Jokowi. Karena Jokowi lah Jakarta punya MRT (Kereta bawah tanah). Juga gara2 Jokowi kita punya kereta cepat Jkt-Bandung (Whoosh). Bandingkan USA sampai sekarang belum punya kereta cepat. Saudi Arabia sudah punya kereta cepat. Route Jeddah – Madinah. Jangan tanya China dan Jepang. Sudah canggih, modern dan ribuan km panjangnya. Di benua Eropa dan negara Rusia rasanya sudah punya kereta cepat juga. Sayang jaman Abah DI jadi Menteri BUMN proyek2 kereta cepat ini belum terwujud. Abah DI sibuk memulai proyek mobil listrik yg kita semua tahu endingnya. Jadi masalah hukum oleh Kejaksaan Agung. Dan hebatnya Abah DI bisa lolos dari jeratan hukum. Sebentar lagi MRT dari Bundaran HI ke Jkt Kota akan selesai. Jadi ingat kereta cepat Whoosh ingat Mentri BUMN Rini Suwandi…..ingat Mentri BUMN Dahlan Iskan ingat proyek mobil listrik yg belum terwujud. Sekarang negara Vietnam, sudah bisa memproduksi mobil listrik. Dan sudah dipasarkan di Indonesia. Pasti Abah DI akan sedih dan kecewa berat…..coba dulu…..proyek mobil listrik didukung……..

TM

New York punya legacy advantage, China punya latecomer advantage.. tantangan untuk legacy advantage adalah renewal – tantangan yang sama untuk sistem kereta api kita yang walaupun sudah tidak ada lagi penumpang di atap kereta dan toilet stasiun yang sekarang selevel dengan toilet bandara, tapi panjang rel kereta api tak bertambah sejak jaman VOC, malah berkurang, teknologi kereta tak juga banyak berubah. Whoosh, MRT, LRT adalah contoh latecomer advantage – costnya sekarang mahal, bayangkan jika baru dibangun 10 thn lagi. (dari warga Sulawesi Utara yang rindu ada stasiun kereta di kota Manado)

Everyday Mandarin (Study in Taiwan & China)

China juga mengadopsi teknologi MRT dari luar negeri, tepatnya dari Uni Soviet. Uni Soviet terinspirasi dari mana? Bisa jadi dari USA/UK. Jadi, dunia memang saling “mencontek” sana-sini. Termasuk Jawa Pos (JP) yang juga mengadopsi (baca: mencontek) USA Today, lalu sekarang Kompas “mencontek” JP. Jalur MRT pertama di China ada di Beijing, line 1 (一号线), jalur merah yang melewati Tian’anmen. Mulai beroperasi tahun 1969, jauh sebelum Jawa Pos terbit berwarna pertama kali. Ga ada alasan China untuk membenci USA. Karena banyak teknologi canggih yang terjadi dan ada di China hari ini, itu memang terinspirasi dari negeri Barat. Jack Ma aja terinspirasi mendirikan Alibaba setelah dia tiba di USA. Jadi, memang ga berimbang kalau membandingkan USA dan China. Dunia terus bergerak. Di 30-40 tahun lalu, lahan di USA sudah sesak untuk ganti teknologi. Sedangkan lahan di China, masih lowong, otomatis planologi berjalan dengan baik.

Ahmad Zuhri

Saya orang yg mendukung IKN karena dampaknya pasti ada ke tetangga sekitarnya.. Bayangkan London, Amerika yg membangun kereta cepat jauh di dekade belakang nya baru merasakan dampaknya berpuluh tahun ke depan.. Ini adalah proyek masa depan.. uangnya dari mana? Ya ndak tau kok tanya saya..

yea aina

Selamat siang juga Bro @Mario. Pagi hingga petang ada di jalanan/ Para pemuda tumpuan harapan/ Bagi jabatan untuk bekas relawan/ Kursi ke dua untuk si anak karbitan/

daeng romli

Tulisan hari ini dipicuh oleh komentar perusuh ” Jangan dibandingkan KA bawah tanah China dgn KA bawah tanah Amerika” Akhirnya tulisan abah nggeladra sampai sejarah tentang keberadaan KA bawah tanah. Sebenarnya masih memberikan banyak manfaat, terutama sejarah kenapa di London sampai dibangun KA bawah tanah. Tapi Abah ada tapinya…..Kenapa di akhir tulisan sampaean kasih kalimat ” Lebih berat lagi untuk mengubah Kereta Api Indonesia”. Yo jelas ini ora mungkin blas Abah. Jauh panggang dr api. embuh nanti klo 1abad lagi. Ada perusuh yg nulis klo Abah ini tdk apple to apple utk komen kemarin. Klo yg skrg jangankan apple to apple, paling2 apple to cipluk’an…. #wesngonoae

gubernur kota

Kita akan lihat seperti apa Tiongkok tahun 2222. Apakah akan seperti NY saat ini. Atau seperti Indonesia tahun 2222.

Juve Zhang

Pemakaman Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei akan dihadiri 20 juta rakyat …..wow!! spektakuler…. pemimpin dunia yg kharisma sederhana….dibunuh ternyata menguatkan semua fraksi di Iran untuk memenangkan perang….Iran sebuah bangsa 3 Digit level atas layak menang lawan Amerika dan Israel…..

Antonius Ali

Ngomong-ngomong megahnya bangunan, saat ini juga sudah ada teknologi 3D printing di bidang konstruksi. Menepis keraguan soal indah belum tentu kuat. Yang desainnya meliuk-liuk, dengan mudah dijangkau lengan robot. Termasuk misalnya Abah ingin mencetak bangunan, objek ‘sepatu’ seukuran pos satpam, tentu lengan robot 3DCP bisa mewujudkannya. Terakhir ada gelas kopi bertuliskan “I Love UGM”, nangkring di taman- kompleks FT UGM. Hasil karya lengan robot, waktu kurang dari 3 hari.

sinung nugroho

” Saya tersenyum dengan penuh kemenangan yang ternyata, kemenangan itu, kelak, juga tidak ada gunanya” itulah relatifitas, bahwa dunia terus berputar, waktu terus berjalan. Pada saatnya temuan-temuan baru menjadi usang. Kata pepatah setiap jaman ada orangnya setiap orang ada jamannya, maka tepat sekali “unen-unen” ojo kagetan ojo gumunan

pak tani

Mr. Mahfud mendukung wacana tolak bayar pajak, sebelum korupsi dibereskan. Sebuah usulan yang akan di-Fatwakan oleh NU. Setuju!! Kalau penampungan bocor, percuma kita isi air. Berapa kali di isi pun, akan mengalir sia2. Pemerintah saat nya mikir. Bukan rakyat yang diperas terus untuk memperkaya pejabat. Pakai acara sensus segala. Persiapan 2029 sekaligus survei kepatuhan pajak. Huh. Negri ini memang kekurangan akal sehat. Pajak demikian tinggi nya. Makin sulit rakyat, makin di cari2 pajaknya.

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Bawah Tanah

Senin, 29 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Ganti Dolar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bobotoh Kuning

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Tiket Lungsuran

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Wani 2727

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Manajemen Kancilen

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1726 shares
    Share 690 Tweet 432
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1694 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1641 shares
    Share 656 Tweet 410
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
Pemain-Brasil
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Brasil Susah Payah Bekuk Jepang, Paraguay Singkirkan Jerman

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 30 Juni 2026 - 08:20

INDOPOSCO.ID - Houston dan Foxborough menjadi saksi dua kisah yang bertolak belakang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa...

SelengkapnyaDetails
Ancelotti

Brasil Lolos ke 16 Besar, Carlo Ancelotti Sanjung Perlawanan Sengit Jepang

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:10
Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Senin, 29 Juni 2026 - 22:11
Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 17:35
Selebrasi

Bungkam Afrika Selatan, Kedisiplinan dan Agresivitas Jadi Kunci Kemenangan Kanada

Senin, 29 Juni 2026 - 10:41
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.