• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kolaborasi Pemda dan Swasta Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Sektor Perikanan di Mimika

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 8 Desember 2021 - 13:00
in Nasional
kkp

Direktur Utama PT Bartuh Langgeng Abadi, Sulaksosno (kiri) menerima surat keterangan asal ikan (Skai) dari Kementerian Perdagangan, sebagai salah satu syarat ekspor

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Pusat dan Kabupaten Mimika mendukung penuh akselerasi pertumbuhan ekonomi sektor perikanan di Timika. Hal itu terlihat dari dukungan yang diberikan kepada pihak swasta PT Bartuh Langgeng Abadi (BLA) untuk mengoptimalkan potensi sumberdaya perikanan di Kabupaten Mimika yang cukup besar. Berkat dukungan Pemerintah juga, hari ini Rabu (8/12/2021), PT Bartuh Langgeng Abadi (BLA) melakukan lounching perdana ekspor langsung (direct export) komoditi udang dari Timika ke Jepang, lewat jalur laut.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada PT. Bartuh Langgeng Abadi atas terobosan ekspor perdana udang laut ke Jepang. Kami berharap selanjutkan akan lebih baik dan lebih sukses untuk pertumbuhan ekonomi sektor perikanan dan menyejahtrakan masyarakat kelautan dan perikanan,” kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Artati Widiarty lewat online saat pelaksanaan lounching perdana udang laut dari Timika ke Jepang, di Pelabuhan Poumako, Rabu (8/12/2021).

BacaJuga:

Layanan Kereta Api Dipastikan Aman dan Nyaman, Begini Penjelasan BP BUMN

Prabowo: Apa Salahnya Pemerintah Gelontorkan Uang untuk Rakyat Sendiri?

Soroti Tragedi Kereta Bekasi Timur, Ketua DPR RI Desak Reformasi Total Sistem Keselamatan

Baca Juga : KKP Terus Upayakan Pakan Alternatif Berbiaya Murah

Lebih lanjut Artati mengatakan, ini menjadi tonggak sejarah perikanan ekspor langsung dari kawansan timur Indonesia. Pihak nya berkomitmen untuk memberikan dukungan dan kemudahan bagi para pelaku usaha perikanan,  baik berupa perizinan dan modal kerja.

“Harapan saya diawali oleh ekspor perdana ini akan terus berkembang perekonomian lewat perikanan. Begitu juga dengan pasar akan semakin luas, tidak saja hanya ke Jepang, tapi juga ke berbagai negara lainnya. Tentu nya upaya ini diikuti dengan cara penanganan yang berstandar internasional agar hasil olahan kita terus mampu bersaing denan negara lain,” harap Artari.

Pertumbuhan ekonomi di wilayah Timika khusus, dan Papua umumnya tentu cukup pesat dari sektor perikanan. Wilayah ini diuntungkan dengan letak geografis Kabupaten Mimika yang berbatasan langsung dengan laut arafura, yang merupakan wilayah penangkapan 718 (WPP 718) dengan potensi sebesar 2.637.565 ton (Dirjen Tangkap KKP RI 2018). Wilayah penangkapan tersebut yang saat ini merupakan penangkapan Ikan pelagis yang banyak dikunjungi kapal dan memilih pelabuhan perikanan Poumako sebagai pelabuhan bongkar muat ikan.

Baca Juga : Trenggono Ajak Unand Perkuat Riset dan Inovasi Kelautan-Perikanan

Potensi yang luar biasa tersebut dengan jeli dimanfaatkan oleh PT Bartuh Langgeng Abadi, dengan cepat mengenalkan komoditi Udang sebagai produk unggulan Timika ke kancah internasional. Dengan demikian, nilai tukar nelayan pun semakin tinggi, karena hasil tangkapan nelayan layak di ekspor.

Surga udang laut di wilayah tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal selama ini. Sebut saja jenis udang banana (white) dan Sea Tiger yang semakin diminati di luar negeri ada di laut Arafura. Sehingga tak salah jika ekspor langsung dari Timika ke Jepang menjadi satu terobosan baru untuk mengenalkan produk hasil laut asli Papua tersebut ke belahan dunia. Sayangnya keberpihakan izin armada kapasitas besar belum ada untuk mendukung industri dan nelayan setempat. Hal itu terlihat dari pengerahan pasukan armada semut (kapal kapal kecil) ukuran non GT – 5 GT saja yang menjadi mitra PT Bartuh Langgeng Abadi dalam memenuhi kebutuhan pabrik.

“Sebenarnya kalau hanya mengandalkan nelayan kecil, agak kewalahan juga untuk memenuhi permintaan pasar,” aku Diretur Utama PT Bartuh Langgeng Abadi, Sulaksono.

Dia menjabarkan, antara permintaan pasar dan suplay pasokan bahan baku dari nelayan sangat jauh. Misalnya, kapasitas produksi pabrik bisa mencapai 70 ton per bulan. Lalu permintaan ekspor ke Jepang bisa mencapai 72 ton perbulan dengan estimasi, dalam 1 bulan 4 kali ekspor untuk kapasitas 40 feet, dengan muatan 18 ton.

“Itu baru permintaan ekspor, sementara kami juga perlu melayani permintaan lokal. Jadi suplay ke pabrik kami masih sangat kecil, dibanding permintaan yang terus meningkat,” terangnya.

Sulaksono berharap ada interpensi pemerintah untuk memberikan izin operasi kapal lebih besar, untuk memanfaatkan sumber daya alam laut Timika dan sekitarnya. Terlebih masa hidup udang yang begitu singkat, apabila tidak tertangkap oleh nelayan maka udang akan terbuang sia sia di laut sana.

“Masa high season udang ini ada musimnya. September-Maret itu biasa memang nelayan panen. Di luar itu ada sangat kecil karena nelayan juga akan bergeser ke tangkapan lain, karena ada musim bawal dan kembung menyusul setelah musim udang usai,” urainya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Timika, Antonius Welerubun menjabarkan pihak nya selama ini sudah melakukan langkah prepentif dalam pemberdayaan nelayan.

“Semua diupayakan terakomodir, baik orang asli Papua (OAP) maupun nelayan pendatang dengan memberikan stimulan sarana dan prasarana tangkap,” kata Antonius.

Pihaknya juga melakukan optimalisasi pengelolaan asset Pemda berupa Coldstorage Kapasitas 100 dan 200 ton, pabrik es 15 ton untuk menggerakan sektor perikanan dengan membeli semua jenis ikan dari nelayan dengan harga yang baik. Dinas juga melakukan pembinaan dan pelatihan bagi pelaku usaha perikanan (Nelayan tangkap, pembudidaya, pengumpul, pengolah dan pemasar hasil perikanan).

“Tentu kami juga menyediakan produk hukum untuk kenyamanan berinvestasi di Kabupaten Mimika,” pungkasnya seraya menambahkan program lainnya memberikan kemudahan akses BBM bagi nelayan lewat SPDN Non Subsidi dan Bersubsidi. (ney)

Tags: Kementerian Kelautan dan PerikananKKPpemkab mimikaPertumbuhan EkonomiSektor Kelautan dan Perikanan

Berita Terkait.

BCA Resmi Mulai Buyback Saham, Sinyal Optimisme di Pasar Modal
Nasional

Layanan Kereta Api Dipastikan Aman dan Nyaman, Begini Penjelasan BP BUMN

Rabu, 29 April 2026 - 23:45
Prabowo: Apa Salahnya Pemerintah Gelontorkan Uang untuk Rakyat Sendiri?
Nasional

Prabowo: Apa Salahnya Pemerintah Gelontorkan Uang untuk Rakyat Sendiri?

Rabu, 29 April 2026 - 22:31
AHY Minta KNKT Transparan Usut Kecelakaan Kereta di Bekasi, Janji Infrastruktur Dibenahi
Nasional

Soroti Tragedi Kereta Bekasi Timur, Ketua DPR RI Desak Reformasi Total Sistem Keselamatan

Rabu, 29 April 2026 - 22:16
Penerima Manfaat Tembus di Atas 60 Juta, Prabowo Sebut Banyak Negara Belajar MBG ke Indonesia
Nasional

Penerima Manfaat Tembus di Atas 60 Juta, Prabowo Sebut Banyak Negara Belajar MBG ke Indonesia

Rabu, 29 April 2026 - 22:01
Strategi Pemerintah Hadapi Ketidakpastian Global: Pajak Ditahan, Investasi Didorong
Nasional

Strategi Pemerintah Hadapi Ketidakpastian Global: Pajak Ditahan, Investasi Didorong

Rabu, 29 April 2026 - 20:02
Atletico vs Arsenal: Tekad The Gunners Tabrak Tembok Kokoh Los Colchoneros
Nasional

Polisi Periksa Sopir Taksi Pemicu Tabrakan Kereta Bekasi

Rabu, 29 April 2026 - 19:21

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2546 shares
    Share 1018 Tweet 637
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1014 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    782 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.