• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

KKP Terus Upayakan Pakan Alternatif Berbiaya Murah

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 7 Desember 2021 - 08:53
in Nasional
kkp

Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BPPP) Tegal menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Maggot di Kabupaten Blora, pada 6-7 Desember 2021. Kegiatan ini turut diinisiasi Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo (kiri atas) serta Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mahalnya harga pakan ikan masih menjadi salah satu kendala dalam membangun industri perikanan budidaya di Indonesia. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) terus berupaya menyediakan pakan alternatif berbiaya murah, melalui serangkaian hasil riset dan inovasi serta metode pelatihan budidaya dalam penyebarannya.

BRSDM melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BPPP) Tegal menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Maggot di Kabupaten Blora, pada 6-7 Desember 2021. Kegiatan ini turut diinisiasi Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo serta Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora.

BacaJuga:

Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

Mengasah Kompetensi dari Lapangan, PEP Sangasanga Buka Wawasan Mahasiswa Migas

Maggot merupakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang dapat dijadikan bahan baku pakan alternatif karena mengandung nutrien yang lengkap untuk ikan dengan kualitas yang baik. Selain itu, maggot dapat diproduksi dalam waktu singkat dan berkesinambungan dengan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan. Maggot juga bisa diproduksi menjadi tepung (mag meal), sehingga bisa menekan biaya produksi pakan. Masyarakat pun dapat dengan mudah mengadopsi teknologi produksi maggot.

Baca Juga : Trenggono Ajak Unand Perkuat Riset dan Inovasi Kelautan-Perikanan

Dalam arahannya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala BRSDM Kusdiantoro menuturkan, sebagian besar pembudidaya ikan saat ini masih mengandalkan suplai pakan dari pabrikan (pakan komersial), sementara harga pakan hingga saat ini masih tergolong tinggi. Hal tersebut menyebabkan ketidakseimbangan pendapatan yang diperoleh pembudidaya ikan dengan biaya produksi yang dikeluarkan selama proses produksi, mengingat lebih dari 60 persen total biaya produksi bersumber dari biaya pakan.

Pelatihan ini diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang sering dialami oleh pembudidaya ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan saat ini, antara lain kebutuhan pakan ikan yang ekonomis untuk mendukung pertumbuhan dan produksi ikan, tingginya harga pakan komersial, minimnya pengetahuan pembudidaya ikan mengenai bahan alternatif yang dapat dijadikan pakan, hingga teknis pembuatan pakan serta manajemen pemberian pakan ikan.

“Sebagai pakan alternatif baru, maggot diharapkan dapat menjadi solusi sebagai pakan dengan harga yang murah dan mudah didapatkan, tidak menimbulkan pencemaran lingkungan perairan, dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan,” terang Kusdiantoro.

Baca Juga : Curi Ikan, KKP Tangkap Lagi Tiga Kapal Ilegal Asal Malaysia

Di samping itu, budidaya maggot juga menjadi respon bagi isu sampah dan lingkungan baik di kota-kota maupun perdesaan. Sampah organik yang ada dapat diolah menjadi media bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan maggot serta hasil lain seperti pupuk kompos dan cair. Kusdiantoro pun meminta kepada seluruh pelatih dan penyuluh perikanan untuk terus mendampingi dan membimbing peserta selama pelatihan dan pasca pelatihan.

Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo mengatakan, kegiatan ini adalah wujud ketulusan pemerintah untuk mengatasi berbagai problematika dan persoalan terhadap masalah yang dihadapi pembudidaya perikanan, dengan harapan dapat  meningkatkan perekonomian masyarakat KP.

“Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda pemerintah, dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia kelautan dan perikanan. Lewat pelatihan, seseorang dapat mempunyai pengetahuan atau kemampuan sehingga meningkatkan kualitasnya dan menjadi seorang ahli dalam bidangnya, khususnya di sektor keluatan dan perikan hingga nantinya dapat membuka peluang untuk masa depan sekaligus jalan menuju pengabdian,” tutur Firman.

Pihaknya pun meminta seluruh peserta dapat mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dari kesempatan yang ada. “Ilmu adalah hal yang mahal dan berharga. Sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo, kalau tidak mau belajar, tentu kita akan menjadi bangsa yang tertinggal. Oleh karena itu kami berharap ini adalah kesempatan yang baik untuk bangun sektor kelautan dan perikanan di Blora,” ucap Firman.

Melalui pelatihan ini, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Raden Gundala Wejasena juga optimistis, meskipun Kabupaten Blora tidak memiliki laut dan merupakan wilayah pegunungan kapur dengan curah hujan relatif rendah, masyarakatnya akan tetap mampu memanfaatkan potensi air yang terbatas untuk meningkatkan subsektor  perikanan budidaya. (ney)

Tags: industri perikananKementerian Kelautan dan PerikananKKPpakan murah

Berita Terkait.

Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan
Nasional

Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:01
DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen
Nasional

DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:32
pep
Nasional

Mengasah Kompetensi dari Lapangan, PEP Sangasanga Buka Wawasan Mahasiswa Migas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:07
May Day 2026, DPR Desak Pengesahan RUU Pekerja Gig untuk Lindungi Pekerja Digital
Nasional

May Day 2026, DPR Desak Pengesahan RUU Pekerja Gig untuk Lindungi Pekerja Digital

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:31
woo
Nasional

Awak Kapal Perikanan Indonesia Resmi Teratifikasi Konvensi ILO 188

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:45
dasco
Nasional

Terima Aspirasi Buruh May Day, DPR Targetkan UU Ketenagakerjaan Baru Rampung 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:35

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2557 shares
    Share 1023 Tweet 639
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1535 shares
    Share 614 Tweet 384
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.