• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Strategi Bertahan Anak Muda Pengusaha Batik di Masa Pandemi

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 25 November 2021 - 22:10
in Ekonomi
batik

Pengusaha batik Prabuseno, Adetya Bayu asal Solo, Jawa Tengah tengah mencoba membatik pada sebuah kain. (Batik Prabuseno)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Istilah memanfaatkan kesempatan di tengah kesempitan, sepertinya cukup tepat disematkan kepada pengusaha batik, Adetya Bayu (31) berbasis online shop (olshop) asal Solo, Jawa Tengah.

Di tengah sulitnya ekonomi yang dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akibat badai pandemi Covid-19, ia mampu memanfaatkan peluang dengan meluncurkan brand Batik Prabuseno.

BacaJuga:

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Usahanya tersebut mulai berjalan pada 1 Juli 2020. Ia memanfaatkan peluang bisnis online di tengah adanya kebijakan pembetasan kegiatan masyarakat di luar rumah.

Saat itu, banyak pengrajin dan supplier batik mengalami kesulitan penjualan akibat adanya kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat.

“Kita lahir itu latar belakangnya awal-awal Corona. Kita punya banyak kenalan pengrajin dan supplier batik biasa berjualan offline. Namun, ketika Corona, mereka mulai merasa dampak akibat adanya pembatasan,” kata Adetya Bayu dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021).

Alumni Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) berusia itu menjelaskan awal mulanya menjalankan usaha pakaian batik tersebut dengan memanfaatkan digitalisasi.

Baca Juga: MenKopUKM: UMKM Wastra Bangkit Lewat Jogja Membatik Dunia

“Karena background kita adalah internet marketing, kita koneksikan mereka dengan masyarakat melalui brand Batik Prabuseno,” tutur Adetya.

Target pasarnya ialah menjual batik untuk kalangan kawula muda. Ia ingin mengubah citra batik yang identik dengan orang tua dan hanya digunakan untuk acara-acara resmi.

“Bedanya dengan yang lain, Batik Prabuseno target marketnya anak-anak muda dan kantoran. Semangat kita juga agar anak-anak muda ini semakin cinta batik,” tuturnya.

Adapun jenis batik yang dijualnya yakni, printing dan cap. Dua jenis batik itu, paling digemari di kalangan anak muda. Bahkan mampu meraup keuntungan yang cukup besar. Dalam menjalankan usahanya, ia dibantu 28 orang karyawan. (dan)

Tags: anak mudapandemiPengusaha BatikStrategi Bertahan

Berita Terkait.

mendag
Ekonomi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:23
didi
Ekonomi

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:58
Mobil
Ekonomi

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:28
Razali-Bin-Jaafar
Ekonomi

Proteksi Kebakaran Tak Cukup APAR, Saffire Hadirkan Ekosistem Digital Keselamatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46
APCI
Ekonomi

Lintas Asosiasi Desak Presiden Kaji Ulang Regulasi Turunan PP Kesehatan Demi Selamatkan Industri Tembakau

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26
PYC
Ekonomi

PYC Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan untuk Perkuat Industri Baterai Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:23

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3193 shares
    Share 1277 Tweet 798
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2818 shares
    Share 1127 Tweet 705
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.