• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kerja Densus 88, Polri Perlu Perbaiki Komunikasi ke Publik

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 7 November 2021 - 23:27
in Nasional
densus 88

Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri membawa sejumlah barang bukti dari kediaman FT di Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Lampung, Sabtu (6/11/2011). Foto : Antara/Hendra Kurniawan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) perlu memperbaiki komunikasi ke publik terkait kerja Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, sehingga masyarakat tidak lagi punya pemahaman keliru mengenai pasukan tersebut, kata pengamat terorisme dan militer Khairul Fahmi.

“Kerja penindakan memang begitu, kalau tidak hati-hati, tidak cermat, tidak menghitung dampak sosialnya, itu tentu saja akan berpotensi menyebabkan adanya penafsiran, dipersepsi keliru oleh publik,” kata Khairul Fahmi yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute For Security& Strategic Studies (ISSES), saat dihubungi di Jakarta, Minggu (7/11/2021).

BacaJuga:

OSIS Jadi Wadah Utama Bentuk Karakter dan Kecerdasan Sosial Pemimpin Muda

Tuai Perdebatan, Putusan MK Nomor 135 tentang Pemilu Nasional dan Lokal Harus Dikaji Ulang

Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Kereta Api, BRIN Dorong Inovasi Pelat Karet dan Sistem Berbasis AI

Khairul berpendapat kepolisian perlu membuat penyegaran di struktur maupun personel Densus 88 Antiteror demi menghindari kesan fobia atau benci terhadap agama tertentu sebagaimana yang dituduhkan sejumlah pihak terhadap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

“Saya melihat struktur Densus perlu direvisi, SOP (prosedur, Red.) perlu diperbaiki, karena bagaimanapun adanya perangkat penindakan yang memadai dalam memberantas terorisme masih diperlukan,” ujar Khairul Fahmi.

Ia menyampaikan penyegaran itu, terutama pada level pimpinan, akan memberi kesan kepada kelompok tertentu bahwa kerja Densus 88 tidak berlawanan dengan agama tertentu.

Baca Juga : MUI-DMI Dukung Densus 88 Bekuk Pelaku Terorisme di Lampung

Jika perubahan itu terjadi, maka diharapkan ada kesan yang berubah serta komunikasi lebih terbuka, ia menambahkan.

Menurut Khairul Fahmi, tuduhan bahwa Densus 88 Islamofobia muncul sebab ada komunikasi yang kurang lancar antara kepolisian dengan para pemangku kepentingan, termasuk DPR RI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Saya menyarankan perlu ada pembenahan orang, penyegaran personel supaya penindakan yang dilakukan bisa lebih antisipatif terhadap dampak sosial yang muncul,” kata Direktur Eksekutif ISSES ini pula.

Dalam kesempatan itu, Khairul turut mengapresiasi kerja Densus 88 yang terus membaik.

“Sekarang ini sebenarnya sudah banyak perubahan perspektif dan pendekatan dalam pemberantasan terorisme. Pendekatan yang lebih lunak juga sudah mulai dikedepankan,” kata Khairul Fahmi. “Selain penindakan, aspek- aspek pencegahan juga berjalan,” ujar dia dikutip Antara.

Sejumlah tuduhan dan kritik terhadap Densus 88 Antiteror disampaikan oleh sejumlah politisi dan petinggi MUI minggu ini, setelah pasukan antiteror itu menangkap tersangka serta menyita 400 kotak amal yang diduga terkait dengan jaringan terorisme di Lampung.

Usai penangkapan itu, Anggota DPR RI Fadli Zon lewat akun Twitter pribadinya, Sabtu (6/11), mengunggah cuitan,“ Densus 88 versus Kotak Amal. Islamofobia akut”.

Tidak hanya Fadli, Wakil Ketua MUI Anwar Abbas juga mempertanyakan penyitaan kotak amal itu. Anwar meminta Densus 88 turut menangani kelompok kriminal bersenjata di Papua. (mg3)

Tags: Densus 88PolriRadikalismeTeroris

Berita Terkait.

Atip
Nasional

OSIS Jadi Wadah Utama Bentuk Karakter dan Kecerdasan Sosial Pemimpin Muda

Jumat, 15 Mei 2026 - 03:37
Pemilu
Nasional

Tuai Perdebatan, Putusan MK Nomor 135 tentang Pemilu Nasional dan Lokal Harus Dikaji Ulang

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:06
Kereta-Api
Nasional

Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Kereta Api, BRIN Dorong Inovasi Pelat Karet dan Sistem Berbasis AI

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:15
Yusril
Nasional

Yusril Soroti Judul Film ‘Pesta Babi’, Nilai Potensial Munculkan Aneka Tafsir

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:21
Ibadah-Haji
Nasional

Jelang Puncak Ibadah Haji, Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Energi dan Jaga Stamina

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:40
Film
Nasional

Yusril: Pemerintah Ambil Pelajaran dari Film Dokumenter ‘Pesta Babi’

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:29

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1268 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1093 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.