• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Myanmar Bebaskan Ratusan Tahanan Politik Atas Desakan ASEAN

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 19 Oktober 2021 - 13:03
in Internasional
myanmar

Ilustrasi - Sekelompok perempuan membawa obor saat mereka melakukan protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, Rabu (14/7/2021). Foto: Antara/Reuters/Stringer/pras/cfo/pri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah militer Myanmar membebaskan ratusan tahanan politik, termasuk juru bicara Partai Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi dan komedian kenamaan Zaarganar, dari penjara Insein, lapor media setempat.

Tak lama setelah penguasa militer in Aung Hlaing berpidato pada Senin, stasiun TV pemerintah mengumumkan bahwa lebih dari 5.600 orang yang ditangkap atau dikejar karena peran mereka dalam protes antikudeta akan dibebaskan melalui amnesti atas dasar kemanusiaan, Selasa (19/10), seperti dikutip Antara.

BacaJuga:

Menlu Iran Tiba di Pakistan: Prioritaskan Koordinasi Kawasan, Ogah Temui Delegasi AS

Menlu Iran Intensifkan Komunikasi dengan Pakistan Jelang Negosiasi Damai

Paus Leo XIV Serukan AS-Iran Kembali ke Meja Perundingan

Pembebasan itu digambarkan oleh sejumlah kalangan sebagai taktik militer berkuasa untuk membangun kembali reputasi internasional mereka setelah ASEAN menempuh langkah yang langka mereka ambil, yaitu tidak menyertakan pimpinan junta pada KTT ASEAN.

Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tom Andrews via Twitter menyambut baik pembebasan tersebut, namun mengatakan penahanan tersebut dari awal merupakan tindakan yang “keterlaluan”.

“Junta membebaskan tahanan politik di Myanmar bukan karena tergugah hatinya, tetapi karena tekanan,” katanya.

Baca Juga : ASEAN Sepakat Tidak Undang Pemimpin Junta Myanmar dalam KTT

Sejak melakukan kudeta pada Februari, junta sudah beberapa kali membebaskan tahanan.

ASEAN memutuskan untuk mengundang perwakilan non-politik ke KTT ASEAN pada 26-28 Oktober.

Keputusan kelompok negara-negara Asia Tenggara itu merupakan penghinaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pimpinan militer yang berada di balik kudeta pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

“Mereka hari ini datang menemui saya dan mengatakan akan memulangkan saya, itu saja,” kata Monywa Aung Shin, juru bicara partai kepada media setempat Democratic Voice of Burma pada Senin (18/10) dalam perjalanan pulang dari penjara.

Monywa Aung Shin ditangkap pada 1 Februari dan menghabiskan delapan bulan di penjara.

Juru bicara lapas Myanmar dan juru bicara junta belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Sejumlah tahanan politik lainnya, seperti anggota parlemen dan wartawan, dibebaskan pada Senin di kota-kota lain, termasuk Mandalay, Lashio, Meiktila dan Myeik.

Akan tetapi, 11 dari 38 orang yang dibebaskan dari penjara Meiktila di Myanmar tengah dijebloskan kembali ke penjara, menurut media lokal Democratic Voice of Burma.

Reuters belum dapat memverifikasi informasi tersebut secara independen.

Situasi di Myanmar menjadi rusuh semenjak kudeta, yang merusak demokrasi dan reformasi ekonomi yang sebelumnya telah berjalan selama satu dekade.

Pasukan keamanan menewaskan lebih dari 1.100 orang, menurut para pegiat dan PBB.

Pasukan juga menangkap 9.000 orang lebih termasuk Suu Kyi, menurut kelompok pembela HAM Assistance Association for Political Prisoners yang mendokumentasikan pembunuhan dan penangkapan tersebut. (mg3)

Sumber: Reuters

Tags: ASEANMyanmar

Berita Terkait.

Menlu Iran Tiba di Pakistan: Prioritaskan Koordinasi Kawasan, Ogah Temui Delegasi AS
Internasional

Menlu Iran Tiba di Pakistan: Prioritaskan Koordinasi Kawasan, Ogah Temui Delegasi AS

Sabtu, 25 April 2026 - 12:29
abbas
Internasional

Menlu Iran Intensifkan Komunikasi dengan Pakistan Jelang Negosiasi Damai

Jumat, 24 April 2026 - 20:02
Paulus
Internasional

Paus Leo XIV Serukan AS-Iran Kembali ke Meja Perundingan

Jumat, 24 April 2026 - 15:25
iran
Internasional

AS Tak Beritikad Baik, Iran Ragu Kembali ke Meja Perundingan

Kamis, 23 April 2026 - 05:05
spanduk
Internasional

Kemlu Kecam Keras Aksi Provokatif Israel di RS Indonesia Gaza

Rabu, 22 April 2026 - 22:22
Trump
Internasional

Trump Resmi Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu

Rabu, 22 April 2026 - 09:44

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1348 shares
    Share 539 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    847 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.