• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Lagi, Kader Golkar Berurusan dengan KPK

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 16:09
in Nasional
Golkar

Partai Golkar.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kader Partai Golkar kembali berurusan dengan kasus dugaan korupsi. Kali ini Bupati Musi Banyuasin (MUBA) Dodi Reza Alex Noerdin kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (15/10/21) malam.

Sebelumnya orangtua Dodi, Alex Noerdin, juga berurusan dengan kasus dugaan korupsi. Alex Noerdin kini di tahan di Kejaksaan Agung (Kejagung).

BacaJuga:

KKP – Pemprov Aceh Sinergi Tangani Pendangkalan Alur dan Muara Sungai di Pelabuhan Perikanan

Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal

Wamenekraf Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global

Kasus dugaan korupsi lainnya, dilakukan Azis Syamsudin. Kini Azis berurusan dengan KPK.

“Kasus dugaan korupsi yang dilakukan para kader Golkar ini tentu mencoreng Partai Golkar. Hal ini akan berdampak terhadap elektabilitas Golkar pada pemilu 2024,” ujar Pengamat Komunikasi Politik M Jamiluddin Ritonga melalui gawai, Sabtu (16/10/2021).

Laporan Pandora Papers yang mencantumkan nama Airlangga Hartarto dan Luhut Binsar Panjaitan, menurutnya juga, menambah beban bagi Golkar. Partai berlambang beringin ini menanggung beban yang amat berat dalam menyongsong Pileg dan Pilpres 2024.

“Rakyat kerap kejam terhadap partai yang terindikasi korup. Mereka diam-diam akan menghukumnya dengan tidak memilih partai tersebut,” katanya.

Runtutan kasus tersebut, dikatakan dia, tentu membuat Golkar perlu melakukan langkah preventif. Internal Golkar harus melakukan koreksi total dengan melakukan sanksi yang setimpal terhadap kader yang koruptif.

Bahkan, lanjut dia, Partai Golkar perlu meminta penjelasan kepada Airlangga dan Luhut terkait Laporan Pandora Papers. Hal itu diperlukan agar isunya tidak melebar tak terkendali yang berakibat rusaknya citra Golkar.

“Kader yang diduga korupsi juga perlu diberi sanksi yang tegas. Pemecatan harus dilakukan agar Golkar tidak dinilai melindungi kader yang koruptif,” ungkapnya.

Selain itu, masih ujar Jamiluddin, rakyat harus diberi informasi terkait kasus-kasus tersebut agar memiliki pemahaman yang utuh. Hal ini diperlukan agar rakyat tidak menilai berdasarkan persepsi masing-masing.

“Langkah-langkah itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan Golkar dari kehancuran akibat ulah segelintir kadernya. Kalau tidak, Golkar akan terpuruk pada pemilu 2024,” ucapnya. (nas)

Tags: Dodi Reza Alex Noerdinhukumkorupsiott kpkPartai Golkar

Berita Terkait.

Wamenekraf Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global
Nasional

KKP – Pemprov Aceh Sinergi Tangani Pendangkalan Alur dan Muara Sungai di Pelabuhan Perikanan

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:07
Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal
Nasional

Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:31
Wamenekraf Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global
Nasional

Wamenekraf Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:07
aher
Nasional

Legislator Komisi II Dukung Pemda Prioritas RTH dan Jalur Pedestrian untuk Wujudkan Kota Ramah Pejalan Kaki

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:06
cek kesehatan
Nasional

Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Komisi X DPR Soroti Kesehatan Mental Siswa

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:35
ponto
Nasional

Wadah Tunggal Advokat Disebut Mati Suri, Peradi SAI Dorong Penataan Multi Bar

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • psim

    PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    684 shares
    Share 274 Tweet 171
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • HUT Ke-40, Patelki Tegaskan Peran ATLM sebagai Pilar Presisi Diagnostik

    658 shares
    Share 263 Tweet 165
  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3703 shares
    Share 1481 Tweet 926
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.