• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Komoditas Ekspor, Kementan Genjot Produksi Kakao dan Manggis Bali

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 17 September 2021 - 09:25
in Nasional
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi (kanan) meninjau pengolahan kakao Bali untuk komoditas ekspor Foto: BPPSDMP

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi (kanan) meninjau pengolahan kakao Bali untuk komoditas ekspor Foto: BPPSDMP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dukungan penuh diberikan Kementerian Pertanian (Kementan) RI bagi petani untuk meningkatkan produksi komoditas ekspor, termasuk kakao dan manggis dari Bali, agar mengupayakan pengolahan bahan mentah (raw material) menjadi komoditas ekspor ke mancanegara.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa setiap daerah pada 34 provinsi harus mampu memperkenalkan dan mengusung komoditas pertanian andalan untuk tujuan ekspor.

BacaJuga:

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI

Gus Kikin: Qanun Asasi Merupakan Ruh Nahdlatul Ulama

“Bukan cuma diperkenalkan, genjot pula produktivitasnya agar menjadi komoditas andalan ekspor,” katanya.

Hal serupa dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi di Pusat Pelatihan Petani Swadaya (P4S) Buana Lestari di Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Kamis (16/9/2021).

“Saya nilai P4S Buana Lestari di Tabanan sudah luar biasa, namun harus digenjot terus produktivitasnya. Saat ini sudah lumayan, kalau produktivitas bisa ditingkatkan lagi maka akan luar biasa,” ujarnya.

Dedi mengingatkan agar petani meningkatkan nilai jual dari produk pertanian mereka, untuk diolah terlebih dahulu dan dikemas dengan baik dan menarik sehingga pembeli pun akan bangga membelinya.

“Petani jangan jual mentah atau fermentasi produk, harus diolah dahulu, kalau perlu gabung dengan kelompok tani lain. Produk pertanian harus diolah dan dikemas supaya nilai jualnya meningkat,” tandasnya.

Dedi mengingatkan bahwa petani harus mengetahui bagaimana cara mengolah, mengemas dan pemasaran. Manggis misalnya, dengan sedikit intervensi maka kualitas KW1 akan layak ekspor, karena manggis tanaman tropis yang tidak akan dijumpai di negara subtropis, maka peluang tersebut harus dimanfaatkan. “Bali ini daerah wisata, bukan kita yang datang tapi wisatawan kemari, ini harus dimanfaatkan,” pungkasnya.

P4S Buana Lestari Tabanan mengandalkan komoditas kakao dari produksi 700 pohon per hektar, manggis 350 pohon per hektar, durian 100 pohon per hektar. Hasilnya? Kakao menghasilkan 600 hingga 800 kg per hektar atau total 84 ton per tahun senilai Rp50.000 per kg; manggis maksimal 2,5 ton per hektar senilai Rp40.000 per kg yang diekspor ke Selandia Baru dan China.

“Petani harus merubah paradigma tanam, petik, jual. Hasil produksi harus kembali diolah agar memberikan nilai tambah,” sebut Dedi.

Dalam kunjungannya, Dedi mengajak petani tetap produktif meski diterjang pandemi Covid-19 yang mempengaruhi perekonomian Bali yang bertumpu pada pariwisata. Data menyebut 16,24% hanya pertanian yang tetap tumbuh secara nasional, dan sektor lain tiarap.

“Meski anggaran turun, produksi pertanian tetap naik, karena stakeholders tetap semangat,” katanya.

Sementara Ketua Kelompok Petani Kakao Buana Lestari, I Wayan Adi Pertama menyebutkan, kegiatan dimulai sejak 2011 dengan adanya pelatihan di BBPP. Menaungi sekitar 84 anggota, diharapkan kakao dapat memberi nilai tambah, khususnya pasca fermentasi harganya di kisaran Rp40.000 per kg.

“Sebelum pandemi, kami mengembangkan ekspor ke Selandia Baru melalui agen, namun akibat pandemi ekspor tertunda,” jelasnya.

Wayan sepakat usulan Dedi Nursyamsi bahwa hasil produksi harus diolah agar memberikan nilai tambah seraya merambah pasar lokal serta menjajaki potensi di luar produksi kakao untuk dikembangkan petani. (aro)

Tags: BPPSDMPKementanmentan

Berita Terkait.

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri
Nasional

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:03
Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI
Nasional

Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:09
hakim
Nasional

Gus Kikin: Qanun Asasi Merupakan Ruh Nahdlatul Ulama

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:35
Aksi Sosial HUT ke-61 IKPI: Himpun Ribuan Kantong Darah Secara Nasional
Nasional

Aksi Sosial HUT ke-61 IKPI: Himpun Ribuan Kantong Darah Secara Nasional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:15
bima
Nasional

Wamendagri Bima Arya Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan di Daerah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:14
gedung polri
Nasional

IPW Desak Kapolri Tindak Mafia Hukum agar Penegakan Hukum Lebih Profesional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2462 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2180 shares
    Share 872 Tweet 545
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1378 shares
    Share 551 Tweet 345
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2712 shares
    Share 1085 Tweet 678
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.