INDOPOSCO.ID – Kepergian Al Muktabar mengakibatkan kekosongan jabatan Sekda pada lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Meskipun sudah ditunjuka Muhtarom sebagai Pelaksana Tugas (Plt), namun roda pemerintahan tidak akan berjalan sempurna jika jabatan Sekda Banten tidak di definitifkan.
Sebab, jabatan Sekda melekat sebagai pimpinan tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Sehingga, peranan Sekda dalam menentukan program prioritas pelayanan untuk kesejahteraan masyarakat.
Sejauh ini, keputusan pengunduran Al dari Sekda Banten masih menunggu Surat Keputusan (SK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selanjutnya akan ditunjuk Penjabat (Pj) Sekda Banten.
Setelah itu, jabatan Sekda Banten akan dilelang atau open bidding. Pejabat golongan eselon II berpeluang besar untuk meningkatkan kariernya menjadi Sekda Banten.
Salah satu nama yang melambung tinggi dan pantas jadi Sekda Banten adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Tabrani.
Namun saat dikonfirmasi, Tabrani masih malu-malu kucing. Ketika ditanya lebih dalam, dia berkilah akan fokus ngurusin Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di sekolah.
“Saya masih fokus ngurusin PTM,” katanya, Kamis (9/9/2021).
Sebeumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku masih menunggu keputusan untuk pengesian Penjabat (Pj) Sekda Banten dan membuka open bidding.
Menurutnya, banyak pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Banten yang potensial untuk dijadikan Sekda. Sehingga pihaknya berharap, Sekda yang akan mendatang paham dengan kultur Banten.
“Kita tes saja, ada beberapa kriteria. Semua punya potensi, ideal semua. Nggak kita minta orang yang paham betul tentang Banten,” tuturnya. (son)











