• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Karisma Evi Merasa Tegang. Kok Bisa?

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 5 September 2021 - 02:39
in Headline
Karisma Evi Tiarani yang turun pada nomor lari 100 meter putri T42 di Paralimpiade Tokyo 2020. Foto : NPC Indonesia

Karisma Evi Tiarani yang turun pada nomor lari 100 meter putri T42 di Paralimpiade Tokyo 2020. Foto : NPC Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sprinter Indonesia Karisma Evi Tiarani mengaku tegang saat bersaing pada final lari 100m T63 putri, sehingga ia belum bisa memberikan hasil maksimal dan mempersembahkan medali untuk Merah Putih di Paralimpiade Tokyo.

Selain perlombaan yang menegangkan, hujan deras yang mengguyur lintasan Olympic Stadium Sabtu malam itu juga membuat penampilannya tidak maksimal. Pemegang rekor dunia 100m T42 itu finis keempat dengan catatan 14,83 detik.

BacaJuga:

Pesan Adaksi di Hardiknas 2026, Negara Jangan Lepas Tangan dari Pendidikan Tinggi

Bencana Hidrometeorologi Landa Jakarta dan Jawa Barat, 2 Orang Meninggal

Hardiknas 2026, JPPI Sebut Program MBG “Gerogoti” Masa Depan Pendidikan

“Mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Perlombaan tadi cukup menegangkan karena kondisi juga hujan jadi lintasan agak licin kemudian sedikit menghambat pergerakan. Ke depannya saya akan berlatih lebih keras lagi, bekerja lebih keras lagi agar bisa memberikan yang terbaik,” kata Evi dalam siaran pers NPC Indonesia yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/9/2021).

Meski hanya finis di peringkat keempat, pelatih Slamet Widodo mengapresiasi perjuangan pantang menyerah Evi yang bertanding di tengah kondisi lintasan yang basah karena hujan deras.

“Hari ini Karisma Evi final lari 100m hanya mampu berada di urutan nomor empat, namun saya apresiasi karena dalam situasi yang hujan deras Karisma Evi telah bertanding dengan penuh semangat, berjuang dengan sangat luar biasa dan memang lawan-lawannya bagus-bagus sehingga Karisma Evi hanya bisa finis keempat,” ujar Slamet dilansir Antara.

Pada final 100m, Evi menjadi satu-satunya peserta dengan klasifikasi T42 yang bersaing dengan atlet-atlet klasifikasi T63, yang sebelah kakinya menggunakan bilah kaki palsu.

Pelari berusia 20 tahun itu harus mengakui dominasi sprinter Italia yang menyapu bersih medali pada nomor tersebut. Medali emas direbut oleh Ambra Sabitini dengan waktu 14,11 detik. Medali perak diamankan Martina Caironi dengan 14,46 detik, dan medali perunggu diraih Monica Graziana Contrafatto dengan 14,73 detik.

Pelari Italia tersebut sudah menunjukkan dominasinya sejak babak penyisihan. Sabatini dan Caironi bahkan bergantian mengukir rekor dunia dengan catatan 14,39 detik dan 14,37 detik pada babak penyisihan. Rekor dunia tersebut kembali pecah oleh Sabatini dalam babak final dengan 14,11 detik.

Penampilan Karisma Evi Tiarani pun menjadi akhir perjuangan tim para-atletik Indonesia di Tokyo. Para-atletik Indonesia hanya mampu menyumbang satu medali perunggu lewat Saptoyogo Purnomo di nomor lari 100m T37 putra. (aro)

Tags: Jepanglariparalimpiade tokyo

Berita Terkait.

Rektor UAD: Perguruan Tinggi Miliki Peran Strategis Cetak Generasi Peduli Lingkungan
Headline

Pesan Adaksi di Hardiknas 2026, Negara Jangan Lepas Tangan dari Pendidikan Tinggi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:01
jir
Headline

Bencana Hidrometeorologi Landa Jakarta dan Jawa Barat, 2 Orang Meninggal

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:23
mbg
Headline

Hardiknas 2026, JPPI Sebut Program MBG “Gerogoti” Masa Depan Pendidikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:09
Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini
Headline

Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:33
gerbong
Headline

Usai Tragedi Bekasi Timur, DPR Dorong Percepatan Pembangunan Double-Double Track

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:24
wooo
Headline

Prabowo Janjikan Regulasi Pro-Buruh dan Rp500 Triliun Perlindungan Sosial

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:39

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3472 shares
    Share 1389 Tweet 868
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2563 shares
    Share 1025 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1592 shares
    Share 637 Tweet 398
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.