• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Atasi Kesehatan Paru, Konas PDPI Garap Program Kerja. Ini Hasilnya

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 4 September 2021 - 21:44
in Nasional
indoposco

Perawat mengecek infus seorang pasien Tuberkulosis (TBC) yang sedang dirawat di RSUD Doris Sylvanus, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (13/3/2020). Foto : Antara/Makna Zaezar/pd

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Untuk pengendalian dan pemberantasan masalah kesehatan paru, Kongres Nasional (Konas) XVI Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) 2021 menggagas sejumlah program kerja.

“Masalah polusi udara, konsumsi rokok yang tinggi dan kepatuhan tidak merokok di tempat umum yang rendah, penularan penyakit paru belum terkendali masih menjadi masalah utama di Indonesia,” kata Ketua Umum Panitia Konas PDPI Agus Dwi Susanto dalam agenda webinar yang dipantau secara virtual di Jakarta, Sabtu (4/9/2021).

BacaJuga:

Lindungi Buruh, Penasihat Presiden Dorong Pembebasan Pajak JHT

Respons Kegaduhan Lagu “Lalaki Langit”, Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta

Wamendagri Ribka Haluk Sampaikan Duka Cita Mendalam dan Kecam Insiden Pembakaran Pesawat AMA

”Persoalan terkait kesehatan paru juga ditambah dengan kejadian re-emerging disease yang menjadi ancaman seperti Covid-19 masih menjadi hal utama yang menyebabkan kesakitan, kematian dan berdampak pada produktifitas dan pembiayaan kesehatan yang tinggi,” ujar Agus.

Ia mengatakan, salah satu penyakit yang masih menjadi tantangan adalah tuberculosis (TBC). Data terakhir 2020 menunjukkan besarnya kasus secara nasional mencapai 67 persen, terjadi pada usia produktif sebesar 15 hingga 54 persen, dan 9 persen pada usia anak kurang dari 15 tahun terkena TBC.

Menurut Agus, Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia dengan perkiraan jumlah orang yang jatuh sakit akibat TBC mencapai 845.000 dengan angka kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian per jam.

“PDPI sebagai organisasi yang yang beranggotakan dokter di bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi selalu memiliki komitmen dalam menangani permasalahan di bidang respirasi termasuk dalam rangka penanggulangan TBC dengan berperan aktif dalam promotif, preventif dan penanganan kasus-kasus TBC sesuai dengan pengobatan standar,” katanya dilansir Antara.

Peserta acara tersebut diingatkan untuk senantiasa menjadikan TBC sebagai salah satu topik yang dibahas dengan menampilkan data-data terbaru, penanganan terbaru dan strategi-strategi terbaru untuk mendukung eliminasi TBC 2030.

“Oleh karena itu, dalam menyambut PP No 67/2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis akan senantiasa berkomitmen dan bersinergi terhadap kebijakan tersebut,” tandasnya.

PDPI bersepakat untuk menerapkan upaya penguatan program di antaranya menyiapkan dan mengimplementasikan perencanaan melalui pemetaan area yang dilaporkan mengalami penurunan kasus selama Pandemi Covid-19, penemuan kasus secara intensif melalui active case finding pada wilayah dan populasi rentan serta menyediakan nutrisi untuk pasien TBC dan keluarganya.

Penguatan juga dilakukan pada upaya meningkatkan pemanfaatan teknologi digital seperti tele consultations untuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan, layanan virtual pada pasien TBC, monitoring dan tatalaksana.

“Penguatan program juga kita terapkan pada level komunitas melalui community capacity building dan community networks,” katanya.

Terakhir, lanjut Agus, adalah penguatan pada pemanfaatan penelitian untuk kebaikan pasien.

“Tuberkulosis perlu menjadi kegiatan lintas program atau sektor dengan program dan dukungan sumber daya. Penanganan TBC juga meliputi masalah kesehatan terkait HIV, DM, rokok, gizi dan lain-lain,” ungkapnya.

Untuk itu Agus berpesan kepada seluruh anggota untuk terus memperkuat peran dokter spesialis paru dalam penanganan pasien sesuai paduan, penyuluhan kesehatan, pendidikan tenaga Kesehatan, dokter, dokter spesialis.

“Kita juga memperkuat komunikasi dengan sektor kesehatan pusat dan daerah, melakukan advokasi lintas sektor pemerintah dan swasta, melakukan publikasi ilmiah dan popular, riset dasar, klinik dan kajian lapangan serta menjadi garda utama eliminasi TBC,” katanya. (aro)

Tags: Kesehatan ParuPDPIProgram Kerja

Berita Terkait.

Said-Iqbal
Nasional

Lindungi Buruh, Penasihat Presiden Dorong Pembebasan Pajak JHT

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:01
Bupati-Purwakarta
Nasional

Respons Kegaduhan Lagu “Lalaki Langit”, Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:20
Wamendagri
Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Sampaikan Duka Cita Mendalam dan Kecam Insiden Pembakaran Pesawat AMA

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00
Ribka-Haluk
Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemkab Intan Jaya Tangani Serius Penemuan Jenazah Warga

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:39
Mendagri
Nasional

Dana Stimulan Renovasi Rumah Diusulkan Naik, Satgas PRR Ungkap Alasannya

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:29
Bima
Nasional

Rakernas XVIII APEKSI Rumuskan 10 Rekomendasi Strategis bagi Penguatan Pemerintah Kota

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:38

BERITA POPULER

  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2162 shares
    Share 865 Tweet 541
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    851 shares
    Share 340 Tweet 213
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1647 shares
    Share 659 Tweet 412
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    929 shares
    Share 372 Tweet 232
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
Salah
Olahraga

Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar, Salah Ungkap Alasan Pakai Trik Panenka di Babak Tos-tosan

Editor Ali Rachman
Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID - Timnas Mesir menyingkirkan Australia melalui babak adu penalti 4-2 pada laga 32 besar Piala Dunia 2026, Sabtu (4/7/2026)...

SelengkapnyaDetails
Ramos

Kroasia Gugur di 32 Besar, Zlatko Dalic Ngamuk Sebut Wasit Sangat Buruk

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:08
Pemain-Swiss

Hasil Piala Dunia: Swiss Hentikan Langkah Aljazair dengan Kemenangan Meyakinkan

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:05
Portugal Lolos Dramatis ke 16 Besar, Ramos: Saya Suka Momen Bertekanan Tinggi

Portugal Lolos Dramatis ke 16 Besar, Ramos: Saya Suka Momen Bertekanan Tinggi

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:02
Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Portugal Singkirkan Kroasia untuk Tantang Spanyol

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Portugal Singkirkan Kroasia untuk Tantang Spanyol

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:52
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.