• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Untuk Kaum Hawa, Simak Saran untuk Menekan Kematian Kanker Payudara

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 20 Agustus 2021 - 09:33
in Gaya Hidup
Ilustrasi kanker payudara. Foto: Antara/Shutterstock

Ilustrasi kanker payudara. Foto: Antara/Shutterstock

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Forum The Southeast Asia Breast Cancer Symposium (SEABCS) kelima yang berlangsung pada akhir Juli sampai awal Agustus lalu, menghasilkan beberapa saran penting di antaranya adalah perlunya regulasi penanganan serta pengobatan kanker payudara di masa Pandemi Covid-19.

Tidak hanya itu, ada juga saran perawatan yang lebih terintegrasi serta berpusat pada pasien, dan menekan angka kematian akibat kanker payudara. WHO melalui Global Breast Cancer Initiative (GBCI) pada Maret 2021, menargetkan angka kematian akibat kanker payudara menjadi sebesar 2,5 persen per tahun hingga 2040.

BacaJuga:

17 Mahasiswa Fikom Untar Rasakan Pengalaman Belajar Lintas Negara di Malaysia

TPJF 2026 Perkuat Fondasi Jazz Lewat Kolaborasi Lintas Generasi

Anthony Norman Lianto dan Dedikasinya dalam Aksi Kemanusiaan serta Penanggulangan Bencana

Berdasarkan Data Globocan 2020, kanker payudara di Indonesia merupakan kanker paling banyak pada perempuan dengan proporsi 16,6 persen dari total permasalahan kanker, terdapat 65.858 permasalahan baru serta 22.430 kematian pada 2020.

Diperkirakan jumlah kematian maupun permasalahan baru akan terus naik sampai 2040, apabila tidak dilakukan upaya dari hulu sampai hilir, serta tanpa didukung regulasi yang jelas.

Ning Anhar, dari Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan juga Wakil Ketua Penyelenggara SEABCS ke-5 menjelaskan, untuk mencapai sasaran WHO tersebut maka diperlukan upaya ekstra keras serta kerjasama dari berbagai pihak yang melibatkan ahli di bidang kesehatan, dokter ahli onkologi, organisasi yang bergerak di bidang kanker payudara, pemerhati, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara.

“Ada 3 pilar yang direkomendasikan dalam tatalaksana kanker payudara yaitu promosi kesehatan untuk deteksi dini, diagnosis kanker payudara, serta tata lakasana kanker payudara yang komprehensif,” ucap Ning Anhar dalam keterangan resminya dikutip Antara pada Jumat (20/8/2021).

Kolaborasi serta regulasi sangat penting dalam mempercepat target WHO, mengingat pandemi Covid-19 membuat program penurunan kematian akibat kanker payudara melambat.

Ning Anhar juga menjelaskan salah satu advokasi mendesak untuk pemerintah adalah segera mengeluarkan peraturan atau panduan vaksin untuk penderita kanker payudara dengan persayaratan tertentu.

“Yayasan Kanker Payudara Indonesia menghimbau agar pemerintah dapat mengeluarkan rekomendasi yang pasti terkait vaksinasi pada penderita kanker. Ini juga upaya untuk menurunkan angka kematian penderita kanker payudara,” tuturnya.

Terkait hal ini, dr Walta Gautama ST Sp B (K) Onk, Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) menyebutkan target ini makin sulit dicapai karena sebagian besar penderita datang dalam stadium 3-4, terlebih di masa pandemi ketika terjadi penurunan kedatangan pasien ke pelayanan kesehatan secara signifikan.

Tidak hanya itu, akibat merebaknya versi delta yang sangat menular, banyak tenaga medis yang terinfeksi sehingga pelayanan pada penderita kanker payudara terhambat. Komunikasi antara dokter serta penderita juga mengalami kendala karena dilakukan secara daring melalui telemedisin.

“Ini tidak pernah bisa maksimal, karena tidak semua praktik atau profesi dapat dilakukan dengan telemedisin. Disaat pemeriksaan perlu melihat langsung klinis pasien, meraba, memegang. Foto pun tidak bisa mewakili sepenuhnya, sehingga kesulitan,” ucap dr Walta.

“Jika saya pribadi daripada salah diagnostik, lebih baik tunda dulu sampai kondisinya memungkinkan. Apabila dipaksakan dapat membahayakan pasien,” lanjutnya.

Tidak hanya itu Covid-19 juga memperburuk situasi pasien kanker. Angka kematian orang normal akibat Covid-19 di dunia sekitar 3-5 persen.

Apabila pasien kanker terkena Covid-19, maka angka kematiannya menjadi 26-28 persen. Ini juga terjadi di RSK Dharmais dari Maret 2020 – Februari 2021, di mana angka kematian penderita kanker yang terinfeksi Covid-19 mencapai 22 persen.

“Jalan keluarnya yaitu vaksin. Berdasarkan temuan PERABOI, dari 200 penderita kanker yang divaksin, KIPI hanya ditemukan pada 2-3 orang, itu pun tidak berat,” ucap dr Walta.

Lebih Multidisiplin

dr Kardinah SpRad (K) dari Indonesian Women Imaging Society (IWIS) juga mencatat sejumlah hasil dari SEABCS ke-5. Salah satu yang sangat penting yaitu kerja sama dengan American Society Clinical Oncology (ASCO) untuk membuat standar tatalaksana penderita kanker payudara yang lebih multidisiplin di Indonesia.

Menurut dr Kardinah, bentuk konkret kerja sama ini berupa pertukaran narasumber ataupun training yang sesuai dengan program ASCO. Selain itu pengembangan artificial intelegent (AI) dalam breast imaging, diagnotsik, maupun skrining.

“Dengan mengikutsertakan profesi, bisa menjadi perluasan wawasan sehingga dokter spesialis tidak terfokus pada satu bidangnya saja. Penanganan penderita kanker payudara stadium lanjut harus multidisiplin dengan mengedepankan komunikasi yang efektif antara penderita serta dokter. Saat ini paradigma pengobatan berubah, di mana penderita berhak mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya,” ucap dr Kardinah.

Ketua YKPI Linda Agum Gumelar menekankan perlunya rangkaian program yang berkesinambungan, dimulai dari kebijakan, pelaksanaan di tingkat Fasilitas Kesehatan Primer hingga Tersier serta tenaga profesi medis agar upaya penurunan kanker payudara stadium lanjut bisa terlaksana dan memberikan hasil yang nyata.

“Kerjasama internasional, regional, serta tingkat nasional merupakan penguatan bersama untuk melawan kanker payudara,” tutur Linda.

Sementara itu, PERABOI sangat mengapresiasi suksesnya acara SEABCS ke-5. Forum ini mampu mengumpulkan para ahli kanker payudara dari seluruh dunia dengan pengalaman panjang di bidangnya dari berbagai negara.

SEABCS 2021 diikuti oleh 1.248 peserta yang didominasi oleh penyintas kanker payudara serta pendamping, komunitas kanker payudara, dokter, dan tenaga medis dari berbagai negara. SEABCS ke-6 akan diselenggarakan pada 2022 di Filipina.

Secara singkat bisa disimpulkan kalau regulasi penanganan serta pengobatan kanker payudara di masa pandemi Covid-19. Untuk itu, olaborasi serta regulasi sangat penting mengingat pandemi Covid-19 membuat program penurunan kematian akibat kanker payudara melambat. (mg2)

Tags: GBCIKanker PayudaraSEABCSYKPI

Berita Terkait.

untar
Gaya Hidup

17 Mahasiswa Fikom Untar Rasakan Pengalaman Belajar Lintas Negara di Malaysia

Kamis, 24 September 2026 - 03:30
tpjf
Gaya Hidup

TPJF 2026 Perkuat Fondasi Jazz Lewat Kolaborasi Lintas Generasi

Kamis, 24 September 2026 - 02:20
GKR Hemas: Jangan Tunggu Isu Viral untuk Memahami Persoalan Daerah
Gaya Hidup

Anthony Norman Lianto dan Dedikasinya dalam Aksi Kemanusiaan serta Penanggulangan Bencana

Rabu, 23 September 2026 - 16:36
Mesin-Printing
Gaya Hidup

PrimaGraphia Perkuat Layanan Digital Printing untuk UMKM hingga Korporat Berbasis Teknologi Terkini

Rabu, 23 September 2026 - 10:26
WCD
Gaya Hidup

Oakwood Suites Kuningan Jakarta Gelar Aksi Bersih dan Rawat Fasilitas Publik di Taman Menteng

Selasa, 22 September 2026 - 14:58
taufik
Gaya Hidup

Perjalanan Taufik Maulana, 13 Tahun Bertumbuh hingga Jadi GM Aston Kartika Grogol

Selasa, 22 September 2026 - 13:03

OLAHRAGA

java
Olahraga

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID – Kemenangan Persija Jakarta atas Java United justru menyisakan persoalan di luar lapangan. Duel yang berakhir dengan skor 1-0...

SelengkapnyaDetails
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46

BERITA POPULER

  • Dirut INDOPOSCO: Pentingnya Kompetensi Wartawan Hadapi Tantangan Era AI

    Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1027 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    970 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Produksi 1.250 Ton per Hari, Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.