• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Gandeng Seluruh Stakeholder untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 20 Agustus 2021 - 17:30
in Ekonomi
indoposco

(Dua dari kiri ke kanan) Wakil Direktur Utama 2 PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI, Abdullah Firman Wibowo; Chief Economist BSI, Banjaran Surya Indrastomo; Chief Executive Officer (CEO) Ammana Fintek Syariah, Lutfi Adhiansyah; dan Vice President of Public Policy & Goverment Relation Tokopedia Salam, Astri Wahyuni dalam acara Media Workshop Regional Jakarta BSI, Jumat (20/8)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI berkomitmen menjadi energi baru dan berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional. Ini dilakukan dengan bersinergi kepada seluruh stakeholder untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi nasional.

Wakil Direktur Utama 2 BSI, Abdullah Firman Wibowo mengatakan, stakeholder yang digandeng itu di antaranya masyarakat, pemerintah, regulator, organisasi kemasyarakatan islam, perguruan tinggi dan asosiasi. Sinergi dan kolaborasi ini akan membuat kerja keras dalam membangun Indonesia menjadi lebih ringan dan lebih berwarna.

BacaJuga:

Dorong Transisi Eneri Hijau, Pertamina NRE Jajaki Investasi Energi Terbarukan di Bangladesh

Rupiah Melemah, Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Saja

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Klaim Ukir Sejarah

“Untuk menciptakan dan mengembangkan ekosistem perbankan dan keuangan syariah yang terbuka, modern, inklusif, serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat dan perekonomian nasional diperlukan sinergi dengan seluruh stakeholder,” ujarnya dalam Workshop Perbankan Syariah Bersama Media Nasional, Jumat (20/8/2021).

Penguatan rantai nilai halal dan industri keuangan syariah, diharapkan dapat menciptakan ekosistem syariah yang komprehensif, baik yang berdampak di Indonesia maupun secara global.

Sementara, Chief Economy BSI, Banjaran Indrastomo menyebutkan, setiap stakeholder dalam ekosistem ekonomi syariah di Indonesia harus saling terkoneksi. Dengan koneksi tersebut, maka ruang gerak ekonomi dan perbankan syariah di Indonesia akan lebih besar dan lebih lincah.

“Ternyata banyak ruang untuk syariah untuk terus berkembang. Dan ini melihat tidak hanya dari sisi pasar, dan lihat bagaimana secara ekosistem itu sangat terintegrasi dimana memang perbankan syariah ini menarik, tidak hanya connect dengan sektor komersial tapi juga connect dengan sektor sosial,” katanya.

Apabila sinergi tersebut dilakukan, maka bisa diperkirakan perbankan syariah di Indonesia itu mencapai penetrasi di Malaysia, perbankan di Indonesia akan tumbuh 6 kali lipat. Perbankan dan layanan keuangan juga sangat tergantung oleh bagaimana sebuah penyedia layanan bisa berinovasi sesuai dengan kebutuhan zaman.

Chief Executive Officer (CEO) Ammana Fintek Syariah, Lutfi Adhiansyah menyebut, jika industri keuangan syariah dan industri halal ingin maju di Indonesia, maka harus ada inovasi dan transformasi besar-besaran dalam teknologi. Inovasi digital merubah seluruh bisnis sektor ke seluruh jasa keuangan. Dengan mengadopsi teknologi, maka industri tradisional sendiri berubah lebih cepat.

“Perbankan syariah dan fintech syariah tidak terpisahkan apalagi mengenai kemajuan keuangan syariah. Dengan adaptasi teknologi, penyedia layanan keuangan syariah akan mendapatkan akses ke market baru, lalu dapat memberikan penawaran yang baru kepada existing customer supaya semakin loyal, lalu data collection dan terakhir Deep Learning Customer Engagement untuk memberikan layanan yang tepat,” beber Lutfi.

Di bidang digital, BSI sendiri melakukan inovasi dalam menghadirkan fitur-fitur baru lainnya di aplikasi BSI Mobile, seperti fitur Pay Later dan Mitraguna Online dalam waktu dekat. Harapannya, layanan BSI Mobile menjadi lebih lengkap dan mendukung berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat di era digitalisasi.

VP of Public Policy & Goverment Relation Tokopedia Salam, Astri Wahyuni mengatakan, selain teknologi, perusahaan yang menyediakan layanan keuangan dan transaksi berbasis syariah harus memiliki visi untuk melakukan pemerataan akses di Indonesia. Menurutnya, kemudahan akses bagi masyarakat kepada penyedia layanan akan memperbesar ekosistem ekonomi dan perbankan syariah di Indonesia.

“Kami di Tokopedia memiliki visi untuk melakukan pemerataan ekonomi digital. Jadi bagi kami adalah sebuah teknologi yang bisa digunakan oleh semua masyarakat Indonesia di manapun mereka berada,” tuturnya.

Dengan begitu, maka produk digital dan pembayaran berbasis syariah mulai dari tabungan, pembayaran, investasi di Tokopedia akan terus berkembang dan sebetulnya di masa pandemi Covid-19i, dengan ekosistem digital semua sebagai pelaku dalam layanan ekonomi syariah bisa lebih berkembang dengan cepat.

Untuk diketahui, BSI memiliki produk dan layanan unggulan, di antaranya tabungan wadiah tanpa biaya administrasi, pembiayaan rumah dan kendaraan dengan angsuran tetap hingga akhir jangka waktu pembiayaan dan margin yang kompetitif, kartu pembiayaan, pembiayaan UMKM, gadai emas, serta beragam produk lainnya yang dilengkapi layanan digital BSI Mobile, sehingga nasabah dapat bertransaksi dengan mudah kapanpun dan di manapun.

Sepanjang semester I-2021, BSI berhasil menorehkan kinerja impresif dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,48 triliun, naik 34,29 persen secara year on year (yoy). BSI juga mencatat pertumbuhan jumlah user mobile banking yang signifikan, menembus 2,5 juta pengguna. Tak hanya itu, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan UMKM mencapai Rp36,8 triliun, memiliki porsi 22,9 persen dari total pembiayaan. (arm)

Tags: bsiPemulihan Ekonomi Nasional

Berita Terkait.

Nota-Kesepahaman
Ekonomi

Dorong Transisi Eneri Hijau, Pertamina NRE Jajaki Investasi Energi Terbarukan di Bangladesh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:23
Prabowo
Ekonomi

Rupiah Melemah, Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Saja

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:07
prabowo
Ekonomi

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Klaim Ukir Sejarah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:06
menkop
Ekonomi

Perkuat Nilai Tawar, Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:22
knecks
Ekonomi

Era Digital Mengubah Segalanya, Industri Syariah Diminta Naik Kelas

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:28
Budianto-Chandra
Ekonomi

Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:09

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1988 shares
    Share 795 Tweet 497
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1224 shares
    Share 490 Tweet 306
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.