• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Perlunya Tetap Memberikan ASI Meski Ibu Positif Covid-19

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Minggu, 1 Agustus 2021 - 12:53
in Nasional
Ilustrasi ibu dan bayi. Foto: Pixabay

Ilustrasi ibu dan bayi. Foto: Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bertepatan dengan peringatan Pekan Menyusui Sedunia pada 1 Agustus ini, para pakar kesehatan termasuk dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF mengingatkan para ibu yang positif Covid-19 untuk tetap menyusui bayi mereka, begitu pun dengan mereka yang sudah divaksin.

Hal itu mengingat manfaat pemberian ASI pada bayi dan ibu dari sisi kesehatan, sosial dan ekonomi.

BacaJuga:

Pas Foto Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong Hilang, Kemenimipas Turun Tangan

Imbas Temuan Fasilitas Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan

Buka OPSI 2026 di UMJ, Mendikdasmen Dorong Budaya Riset Pelajar

Dari sisi kesehatan misalnya, ASI membantu melindungi anak dari berbagai penyakit seperti diare dan pneumonia, mengurangi risiko anak terkena obesitas atau berat badan berlebih dan tidak rentan mengalami penyakit-penyakit tidak menular di masa dewasa.

Oleh karena itu, para ibu dianjurkan menyusui bayinya walaupun terkonfirmasi positif dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Menurut WHO, tidak ada yang cukup untuk menyimpulkan adanya penularan vertikal Covid-19 melalui menyusui.

Di sisi lain, risiko bayi yang disusui terkena Covid-19 rendah. Kalaupun terinfeksi biasanya ringan atau tanpa gejala, sementara konsekuensi tidak menyusui dan pemisahan antara ibu dan anak dapat menjadi signifikan.

WHO menyatakan, saat memberi ASI, ibu perlu patuh menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mencegah penularan kontak antara ibu yang diduga atau dikonfirmasi Covid-19 dengan bayi mereka.

Protokol pencegahan ini meliputi memakai masker medis secara benar dan menggantinya berkala, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari memegang hidung dan mata serta membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh ibu.

Tetapi, bila ibu terlalu sakit untuk menyusui bayinya secara langsung, maka sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis. Bila memungkinkan, ibu bisa memerah ASI-nya lalu memberikannya pada bayi atau meminta bantuan anggota keluarga yang tidak terkena Covid-19 untuk memberi ASI pada bayi menggunakan sendok yang bersih.

Tetap menyusui usai divaksin

Lebih lanjut, anjuran tetap menyusui juga diperuntukkan pada ibu yang sudah divaksin Covid-19. Perwakilan UNICEF Indonesia, Debora Comini mengatakan, penting memastikan ibu mendapatkan vaksin Covid-19 agar mereka terlindungi dari virus SARS-CoV-2 sehingga mampu mengasuh dan merawat anak mereka.

“Saat ini, dukungan terhadap ibu menyusui sangat dibutuhkan agar ibu dapat memberikan anak- anaknya awal yang terbaik dalam hidup mereka. Untuk itu, kita harus pastikan semua ibu menyusui menerima vaksin Covid-19 agar mereka terlindung dari virus corona sehingga mampu mengasuh dan merawat anaknya,” kata dia seperti dikutip dari laman resmi UNICEF Indonesia, Minggu (1/8/2021).

Terkait keamanan vaksin, peneliti sekaligus dokter spesialis anak dari WHO, Soumya Swaminathan memastikan tidak ada risiko pada ibu dan bayi usai divaksin karena vaksin yang digunakan saat ini tidak mengandung virus hidup.

“Antibodi yang dimiliki ibu dapat melalui ASI ke bayi dan mungkin hanya berfungsi sedikit untuk melindungi bayi. Tapi sama sekali tidak ada salahnya. Ini sangat aman. Jadi wanita yang sedang menyusui pasti bisa mengambil vaksin yang tersedia saat ini,” kata dia.

Hal senada dikatakan Karleen Gribbe dari Western Sydney Universitys School of Nursing and Midwifery. Menurut dia, seperti dikuti dari ABC, para peneliti tidak menemukan komplikasi atau efek samping vaksin Covid-19 pada ibu.

Selain itu, tidak ada bukti juga vaksin Covid-19 dapat masuk ke ASI. Namun, bila itu terjadi makan akan dicerna tubuh.

Gribble mencontohkan, vaksin Covid-19 dari Pfizer tidak mengandung virus hidup apa pun. Sebagai gantinya, vaksin mengirimkan molekul RNA pembawa pesan yang menginstruksikan tubuh untuk membuat replika protein spike virus corona. Sistem kekebalan belajar mengenali protein ini dan menghasilkan antibodi untuk melawannya.

Para peneliti di University of California baru- baru ini menguji ASI dari tujuh wanita sebelum dan sesudah mereka menerima vaksin mRNA Covid-19. Mereka tidak menemukan jejak mRNA dalam ASI ibu.

Sementara studi yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan, para peneliti mengatakan hasil temuan mereka memperkuat rekomendasi mRNA tidak ditransfer ke bayi dan ibu menyusui yang menerima vaksin berbasis mRNA Covid-19 tidak boleh berhenti menyusui.

Selain vaksinasi Covid-19 yang menawarkan perlindungan bagi wanita menyusui, penelitian menunjukkan vaksin tersebut mungkin juga memiliki beberapa manfaat bagi bayi mereka.

Beberapa penelitian kecil telah menunjukkan wanita menyusui yang telah menerima vaksin mRNA Covid-19 memiliki antibodi dalam ASI mereka, yang dapat memberi bayi mereka perlindungan terhadap Covid-19. Penelitian lanjutan saat ini masih dilakukan untuk menentukan perlindungan apa yang mungkin diberikan oleh antibodi ini.

Walau begitu, Gribble mengatakan antibodi yang melewati ASI dari vaksin lain dapat diserap secara oral oleh bayi dan menawarkan perlindungan jangka pendek dengan cara menangkis infeksi sebelum terjadi.

“Menyusui memberikan perlindungan semacam itu karena praktik ini membasahi mulut dan rongga hidung( anak) dengan susu dan itu berarti bila mereka kebetulan menghirup virus pernapasan mereka memiliki antibodi yang akan membantu untuk menonaktifkannya,” kata dia.

Antibodi ini diberikan ke bayi setelah ibu divaksinasi setidaknya 80 hari, menurut sebuah studi dari Washington University School of Medicine di St. Louis.

“Studi kami menunjukkan peningkatan besar dalam antibodi terhadap virus Covid-19 tiga bulan,” kata penulis utama studi sekaligus asisten profesor kebidanan dan ginekologi, Jeannie Kelly.

Dia mengatakan, tingkat antibodi masih tinggi pada akhir penelitian sehingga perlindungan vaksin kemungkinan berlangsung lebih lama.

Walau begitu, para ibu menyusui perlu tetap berkonsultasi dengan dokter bila akan menerima vaksin Covid-19, tercantum skrining yang perlu mereka jalani sebelum divaksin. (mg1)

Tags: ASIibu positif Covid-19UNICEFWHO

Berita Terkait.

foto
Nasional

Pas Foto Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong Hilang, Kemenimipas Turun Tangan

Sabtu, 26 September 2026 - 22:02
lapas
Nasional

Imbas Temuan Fasilitas Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12
abdul
Nasional

Buka OPSI 2026 di UMJ, Mendikdasmen Dorong Budaya Riset Pelajar

Sabtu, 26 September 2026 - 20:02
sig
Nasional

SIG Gandeng Mitra Perluas Daur Ulang dan Cegah Sampah Laut

Sabtu, 26 September 2026 - 19:39
dpd
Nasional

DPD RI Minta Komnas Perempuan Kawal Nasib Pengungsi Konflik di Papua

Sabtu, 26 September 2026 - 18:18
Perkuat Layanan Nasabah, Pegadaian Borong 10 Penghargaan TBCCI 2026
Nasional

Dekranas Siapkan Kriyanusa 2026, Dorong Lahirnya Kriya Unggulan Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 14:23

OLAHRAGA

fortis
Olahraga

Fortis Series-II Hadirkan Panggung Prestasi Karate The Champion Beyond The Mat

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 26 September 2026 - 22:12

INDOPOSCO.ID - Kompetisi karate tidak harus berhenti ketika atlet meninggalkan tatami. Melalui FORTIS Series-II National Open Karate Championship 2026, FORTIS...

SelengkapnyaDetails
Jadi Tersangka Korupsi, Aset Miliaran Rupiah Bupati Gowa Disita Polri

Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09
Analis: MK Dihadapkan 2 Lapis Persoalan dalam Gugatan Gibran

Reaksi Ole Romeny Usai Indonesia Tekuk Singapura di FIFA ASEAN Cup

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10
laga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 25 September 2026 - 17:36
Demi Kemanusiaan, DPR Dorong Basarnas Lanjutkan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Jelang Indonesia vs Singapura, John Herdman Bicara Soal Risiko Permainan Kaku

Jumat, 25 September 2026 - 11:54

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3078 shares
    Share 1231 Tweet 770
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.