• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Varian Delta Merambah Asia, Pembatasan Diperketat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 3 Juli 2021 - 07:26
in Internasional
indoposco

Ilustrasi (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Varian Delta yang sangat menular dari virus corona melonjak di seluruh Asia minggu ini, dengan rekor jumlah infeksi tercatat di Australia dan Korea Selatan, hingga mendorong beberapa negara memperketat pembatasan dan yang lainnya mempercepat vaksinasi.

Varian tersebut, pertama kali terdeteksi di India pada Desember tahun lalu, telah menyebar ke sekitar 100 negara.

BacaJuga:

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina

DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa

Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memperingatkan bahwa varian itu bisa segera menjadi bentuk virus yang dominan.

Varian Delta juga mendorong lonjakan kasus di Jepang dan membuat acara Olimpiade bulan ini menjadi suram.

Pada Jumat, Negara Bagian New South Wales Australia, yang paling padat penduduknya, melaporkan kenaikan harian terbesar dalam kasus baru COVID sepanjang tahun ini. Total kasus di negara bagian itu dalam wabah terbaru telah mencapai 200, mayoritas disebabkan oleh varian Delta.

Sydney, yang ditinggali oleh seperlima dari 25 juta penduduk negara itu, sedang menjalani penguncian dua minggu untuk menahan wabah tersebut –yang telah mengkhawatirkan pihak berwenang di tengah upaya vaksinasi nasional yang lamban.

“Menurut saya, vaksin pasti akan mengurangi penyakit, itu pasti akan mengurangi rawat inap. Tapi tentunya virus beredar di masyarakat di kalangan orang-orang yang tidak divaksin,” kata Profesor Jill Carr, ahli virus dari College of Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat di Flinders University.

Australia, seperti beberapa negara lain di Asia, telah berjuang untuk menyuntik penduduk sementara keberhasilan awal dalam mengatasi pandemi menyebabkan keraguan terhadap vaksin, dan produsen lambat mengirimkan dosis.

Australia telah memvaksin penuh hanya 6% dari populasinya, sementara Jepang telah memvaksin 12 persen.

Jepang melaporkan pada Rabu (30/6) bahwa varian Delta sekarang menyumbang hampir sepertiga dari semua kasus di bagian timur negara itu, termasuk Tokyo, dan angka itu bisa tumbuh hingga 50 persen pada pertengahan Juli.

Tokyo dan tiga prefektur tetangga termasuk di antara daerah-daerah di bawah keadaan darurat ‘semu’ –yang akan berlangsung hingga 11 Juli– dan peningkatan infeksi baru-baru ini membuat para pejabat cenderung mempertahankan pembatasan, sumber-sumber pemerintah mengatakan kepada Reuters.

Pada Jumat, Gubernur Tokyo Yuriko Koike menegaskan bahwa larangan penonton untuk Olimpiade, yang dimulai pada 23 Juli, akan menjadi pilihan jika situasi virus corona memburuk.

Di Korea Selatan, para pejabat mengatakan pada Jumat bahwa kasus virus corona mencapai 800, tertinggi dalam hampir enam bulan, dengan vaksinasi di bawah 10 persen. Jumlah rata-rata infeksi baru di negara itu telah meningkat selama 10 hari berturut-turut, dan pihak berwenang di Seoul telah menunda pelonggaran pembatasan sosial.

“Varian Delta adalah jenis yang paling efektif untuk penularan luas,” kata Chun Eun-mi, spesialis penyakit pernapasan di Pusat Medis Universitas Wanita Ewha di Seoul.

“Kasus Indonesia, India, dan Inggris menunjukkan bahwa bukan hanya Korea tetapi banyak negara lain perlu memikirkan kembali strategi vaksin mereka dan rencana pembukaan kembali,” katanya.

Indonesia, negara terpadat keempat di dunia, memberlakukan tindakan darurat yang dimulai pada Sabtu (3/7) hingga 20 Juli untuk menahan lonjakan kasus.

Di India, jumlah infeksi baru telah berkurang ke posisi terendah dua bulan sejak mencapai puncaknya 400.000 sehari pada Mei. Pemerintah India saat ini berfokus pada vaksinasi massal.

Sertifikat COVID

Amerika Serikat juga telah mengalami peningkatan infeksi varian Delta di beberapa bagian negara yang tingkat vaksinasinya masih rendah. Gedung Putih mengatakan pada Kamis (1/7) bahwa pihaknya akan mengirim bantuan khusus ke tempat-tempat rawan tersebut.

Eropa juga sedang berjuang melawan peningkatan infeksi. Menurut WHO, peningkatan itu disebabkan oleh terjadinya kerumunan di stadion sepak bola Euro 2020. Badan Kesehatan Dunia itu telah memperingatkan bahwa gelombang baru tidak dapat dihindari jika orang tidak tetap disiplin.

Inggris bersiap untuk mencabut pembatasan penguncian pada 19 Juli, bahkan ketika kasus varian Delta meningkat.

Jerman mengatakan pada Kamis bahwa mereka memperkirakan varian tersebut menyebabkan hingga 80 persen infeksi bulan ini dan Portugal memberlakukan jam malam.

Kasus-kasus baru telah meredam pariwisata musim panas di benua itu, meskipun peluncuran sertifikat perjalanan COVID-19 Uni Eropa dapat mendorong lebih banyak perjalanan.

Regulator obat Eropa mengatakan pada Kamis bahwa vaksin COVID-19 yang disetujui di Uni Eropa menawarkan perlindungan terhadap semua varian virus corona, termasuk Delta.

Di Asia, pariwisata internasional sebagian besar ditangguhkan.

Pengecualian adalah pulau wisata Thailand di Phuket, yang dibuka kembali pada Kamis untuk pelancong yang sudah divaksin sepenuhnya dari luar negeri dalam langkah untuk menghidupkan kembali industri yang babak belur.

Namun, Thailand pada Jumat melaporkan hari ketiga berturut-turut rekor kematian akibat virus corona. Varian Alpha, yang pertama kali terdeteksi di Inggris, masih menjadi varian dominan di negara tersebut, meski pihak berwenang memperkirakan varian Delta akan mendominasi dalam beberapa bulan ke depan.

“Di Bangkok hampir 40 persen, dalam bulan ini atau berikutnya, semuanya akan menjadi Delta,” kata Kumnuan Ungchusak, penasihat kementerian kesehatan.

“Jika ini terus berlanjut, kami tidak bisa sintas,” katanya mengacu pada jumlah kematian yang meningkat. (bro)

Tags: covid-19Varian DeltaWHO

Berita Terkait.

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina
Internasional

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina

Rabu, 30 September 2026 - 12:12
DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa
Internasional

DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa

Minggu, 27 September 2026 - 22:06
Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua
Internasional

Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua

Minggu, 27 September 2026 - 19:04
Pengamat: Indonesia Konsisten Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Internasional

Pengamat: Indonesia Konsisten Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Minggu, 27 September 2026 - 18:05
abbas
Internasional

Mahmoud Abbas di Majelis Umum PBB: Kebijakan Israel Ancam Keberadaan Warga Palestina

Jumat, 25 September 2026 - 15:52
masoud
Internasional

Sambil Pamerkan Foto Korban Perang di PBB, Presiden Iran Sebut AS-Israel Pelaku Teror

Kamis, 24 September 2026 - 13:47

OLAHRAGA

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia
Olahraga

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Justin Hubner memberikan sindiran tajam kepada suporter Timnas Malaysia seusai membawa skuad Garuda melangkah ke...

SelengkapnyaDetails
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3895 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3922 shares
    Share 1569 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.