• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Perbankan Harus Hentikan Pendanaan Proyek Pengembangan Energi Fosil

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 28 Mei 2021 - 00:29
in Ekonomi
indoposco

Peneliti Senior Yayasan Indonesia Cerah Mahawira Singh Dillon dalam diskusi energi terbarukan di Jakarta, Kamis (27/5/2021). (ANTARA) (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peneliti Senior Yayasan Indonesia Cerah Mahawira Singh Dillon mendorong agar perbankan nasional menghentikan pendanaan terhadap proyek pengembangan energi fosil yang merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat.

“Bank-bank luar negeri sudah banyak yang menghentikan investasi ke batu bara, sedangkan di Indonesia masih banyak bank yang memberikan pendanaan. Kami terus memperjuangkan agar perbankan nasional menghentikan investasi mereka,” kata Mahawira Dillon seperti dikutip Antara, Kamis (27/5/2021).

BacaJuga:

Tak Sekedar Ritual, Kurban Jadi Penggerak Ekonomi Lokal dan Ramah Lingkungan

Notifikasi Keamanan Pangan Meningkat, Bapanas-Kemendag Perketat Pengawasan

Tata Kelola Ekspor Batu Bara Diperkuat, API-IMA Soroti Pentingnya Transisi Mulus

Mengutip laporan lembaga Urgewald asal Jerman periode Oktober 2018 hingga Oktober 2020, enam perbankan nasional tercatat masih memberikan pendanaan kepada perusahaan batu bara yang terdaftar di Global Coal Exist List (GCEL).

Rincian enam perbankan naional tersebut adalah Bank Mandiri memberikan pinjaman 2,47 miliar dolar AS dan pinjaman emisi 2,16 miliar dolar AS. Lalu, BNI dengan pinjaman senilai 1,84 miliar dolar AS dan pinjaman emisi 254 juta dolar AS. Kemudian, BRI dengan nilai pinjaman sebesar 1,76 miliar AS dan BTN memberikan pinjaman 106 juta dolar AS.

Selanjutnya, BCA memberikan pinjaman kepada perusahaan batu bara senilai 82 juta dolar AS dan pinjaman emisi sebesar 234 juta dolar AS. Setelah itu ada Indonesia Eximbank yang juga memberikan pinjaman senilai 37 juta dolar AS.

“Perbankan memberikan pinjaman untuk membangun PLTU batu bara karena ada jaminan 40 tahun energinya masih bisa dibeli, sedangkan energi terbarukan belum ada jaminan. Bank-bank yang hanya memikirkan untung sendiri cenderung berinvestasi ke sini (proyek energi fosil),” tambahnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa perjanjian jual beli listrik (PJBL) dengan Perusahaan Listrik Negara membuat pengembangan energi fosil lebih menarik ketimbang energi terbarukan. Regulasi tersebut menghambat pengembangan energi terbarukan karena terkendala akses investasi yang menganggap proyek energi hijau kurang bankable. “Batu bara masih gampang dapat take or pay, kalau energi terbarukan susah,” kata Mahawira.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan pengembangan energi terbarukan menjadi penting karena Indonesia berkomitmen mengurangi emisi karbon pada 2030 sebesar 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional.

Pemerintah lantas menjadikan program pengembangan energi bersih sebagai cara dalam mencapai target barusan primer nasional sebesar 23 persen pada 2025, lalu meningkat menjadi 31 persen pada 2050.

Meskipun Indonesia telah memiliki peta jalan pengembangan energi terbarukan, namun proyek energi fosil masih terus berjalan dengan alasan untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. (wib)

Tags: investasiPerbankanProyek Pengembangan Energi Fosil

Berita Terkait.

kurban
Ekonomi

Tak Sekedar Ritual, Kurban Jadi Penggerak Ekonomi Lokal dan Ramah Lingkungan

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:11
bapanas
Ekonomi

Notifikasi Keamanan Pangan Meningkat, Bapanas-Kemendag Perketat Pengawasan

Senin, 8 Juni 2026 - 23:43
api
Ekonomi

Tata Kelola Ekspor Batu Bara Diperkuat, API-IMA Soroti Pentingnya Transisi Mulus

Senin, 8 Juni 2026 - 23:33
pekerja
Ekonomi

Gejolak Energi Hantam Manufaktur, Pemerintah Diminta Siapkan Jurus Penahan Dampak

Senin, 8 Juni 2026 - 23:13
Hokkop-Situngkir
Ekonomi

Limbah Sawit Naik Kelas, PLN EPI Dorong Bio-CNG sebagai Energi Bersih Masa Depan

Senin, 8 Juni 2026 - 20:32
gadai
Ekonomi

Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Masyarakat

Senin, 8 Juni 2026 - 20:09

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2225 shares
    Share 890 Tweet 556
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1173 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1025 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1322 shares
    Share 529 Tweet 331
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.