• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Siswa Mengaku Senang Belajar Tatap Muka Dibanding Belajar Online

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 24 April 2021 - 19:42
in Nasional
Deva,11, siswa kelas 5 SDN Tonkong 3, Bogor dari keluarga tidak mampu tengah belajar

Deva,11, siswa kelas 5 SDN Tonkong 3, Bogor dari keluarga tidak mampu tengah belajar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Jalan Permatasari Blok D, Tajurhalang, Kabupaten Bogor tampak sunyi. Matahari baru saja naik, angin berhembus sepoi. Tampak Deva,11, tengah membuka tas sekolah miliknya.

Ia mengeluarkan sebuah buku mata pelajaran Bahasa Indonesia. ”Tugas membacanya kemarin halaman berapa ya? Oh iya halaman 10,” gumam Deva.

BacaJuga:

Kementerian UMKM Bidik Waralaba sebagai Mesin Ekspansi Bisnis Lokal

PFI Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan

Siswa kelas 5 di sekolah dasar negeri (SDN) Tonjong 3 ini kemudian mengambil sebuah buku tulis. Sembari membaca, Deva menuliskan jawaban ke buku tulis yang sedari tadi dipegangnya.

Ditemui INDOPOSCO.ID, Deva mengaku senang belajar secara tatap muka. Siswa dari keluarga tidak mampu ini mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sejak sepekan lalu.

”Senang masuk sekolah tatap muka dari pada sekolah online. Belajar online bosen, jenuh dan materi belajar tidak ada yang paham, tapi tugasnya banyak,” kata Deva, Sabtu (24/4/2021).

Menurut putera pasangan Muhadi dan Istikomah ini, PTM terbatas dibagi dalam kelompok. Dan siswanya pun hanya 50 persen. “Saya masuk hari Senin dan Rabu. Masuk dari jam 08.00 WIB sampai 10.00 WIB,” terangnya.

Deva menuturkan, PTM terbatas siswa lebih senang. Siswa lebih mudah menerima materi pembelajaran. “Pokoknya senang, kita bisa ketemu teman dan paham pelajaran,” ucapnya.

Lebih jauh Deva mengatakan, saat pembelajaran jarak jauh (PJJ), dirinya harus berbagi telepon pintar dengan ibunya. Pada saat PJJ, ia juga jarang mendapatkan pendampingan dari orangtua. “Bapak kalau diminta mendampingi tidak paham, ibu juga demikian. Paling kakak Bim yang menemani,” katanya.

PJJ yang menjenuhkan, tak jarang dimanfaatkan Deva untuk bemain game online. Sementara untuk mengisi hari-hari selama PJJ, dia habiskan untuk bermain. “Daripada bosan, saat PJJ paling main game online. Sama sehari-hari paling buat main sepeda, sepatu roda,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Muhadi, ayah Deva membenarkan dampak PJJ menyebabkan anaknya banyak bermain. Selain itu, anak kerap dijumpai bermain game online. “Saya kan enggak ngerti belajar online, jadi tidak bisa mendampingi anak. Tapi beberapa kali anak saya temui malah bermain game waktu belajar,” katanya.

“Sering kali sata tegur, tapi bilangnya bosan belajar online,” imbuhnya.

Sementara itu, Chief Education Officer Zenius Sabda PS mengatakan, kompetensi individu menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan penerapan belajar yang fokus pada pemahaman dasar materi dan pengembangan pola berpikir kritis.

Hal itu, menurutnya, untuk membantu siswa mendapatkan pengalaman belajar yang personal, sesuai dengan tahapan belajar serta kemampuan masing-masing. “Ada empat kemampuan dasar yang penting dimiliki oleh seorang individu yaitu logika, kemampuan matematis dasar, membaca, dan scientific thinking. Dan platform kami memberikan materi pembelajaran yang dapat menstimulasi kemampuan dasar tersebut,” katanya.

Ia meyakini, pola pembelajaran tersebut mampu membentuk individu yang kompetitif atau kami menyebutnya individu yang cerdas, cerah, dan asyik. “Individu yang cerdas terlatih memiliki pemikiran yang kritis, cerah membuat mereka lebih percaya diri menjalani kehidupan sehari-hari. Dan asyik itu memiliki kemampuan sosial dan memiliki motivasi untuk terus belajar,” bebernya.

Sebagai anggota dari Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), Indonesia berpartisipasi dalam tes Programme for International Student Assessment (PISA) yang menguji kemampuan dasar siswa SMA. “Kami komitmen untuk membantu meningkatkan skor PISA Indonesia,” ucapnya.

Sebelumnya, Plt Direktur sekolah menengah atas (SMA), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Purwadi Sutanto mengatakan, PJJ di masa pandemi dikeluhkan guru, siswa dan masyarakat.

“Ada penurunan kemampuan belajar siswa atau loss learning bahkan PJJ menambah angka putus sekolah (APS) anak,” ujarnya.

Bahkan lebih jauh, dikatakan Purwadi, pembelajaran di masa pandemi menyebabkan gangguan kesehatan mental pada anak atau stress. “Perangkat belajar selama PJJ jadi kendala serius dan pembelajaran juga hanya bisa dilakukan di zona jaringan internet,” katanya.

Ia menyebut, berdasarkan hasil PISA 2000 hingga 2018 menunjukkan hasil belajar pendidikan siswa sekolah dasar dan menengah masih rendah. Dari hasil skor dan pemeringkatan PISA kompetensi membaca siswa 70 persen di bawah kompetensi minimal. Sementara kompetensi matematika 71 persen di bawah kompetensi minimal.

“Untuk Sains 60 persen di bawah kompetensi minimal. Hasil ini tentu masih rendah dan menjadi pekerjaan rumah (PR) semua pihak, baik orangtua, masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Ia menyebutkan, masalah dasar yang mempengaruhi rendahnya hasil pendidikan di antaranya kualitas guru, infrastruktur dan tingkat kesenjangan orangtua. “Kita harus optimistis skor PISA 2022 nanti naik,” ucapnya. (nas)

Tags: belajar daringbelajar tatap mukapembelajaran tatap mukaPJJsekolah tatap muka

Berita Terkait.

bagus
Nasional

Kementerian UMKM Bidik Waralaba sebagai Mesin Ekspansi Bisnis Lokal

Jumat, 11 September 2026 - 23:23
hi
Nasional

PFI Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 - 22:12
ka
Nasional

Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan

Jumat, 11 September 2026 - 21:29
oso
Nasional

Anggaran Daerah Jadi Sorotan, OSO Dorong Kepastian DBH dan Dana Bencana

Jumat, 11 September 2026 - 21:11
basarnas
Nasional

Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Kantor SAR Jakarta Kerahkan KN Antasena

Jumat, 11 September 2026 - 21:01
ribka
Nasional

Kemendagri Tegaskan Informasi Pendefinisian Ulang OAP Tidak Benar

Jumat, 11 September 2026 - 20:12

OLAHRAGA

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis
Olahraga

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis

Editor Ali Rachman
Jumat, 11 September 2026 - 08:50

INDOPOSCO.ID – Matchday pertama fase liga Liga Champions 2026/2027 ditutup dengan pesta gol dan sejumlah kejutan. Enam pertandingan yang berlangsung...

SelengkapnyaDetails
Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Jumat, 11 September 2026 - 02:21
lc

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Kamis, 10 September 2026 - 10:50
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • bc3

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • Gempa Susulan Berturut-turut Getarkan Bandung Pagi Ini, Kedalaman Hiposenter 2 Km

    658 shares
    Share 263 Tweet 165
  • Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

    651 shares
    Share 260 Tweet 163
  • Bea Cukai Kediri Amankan 804 Ribu Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

    650 shares
    Share 260 Tweet 163
  • Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

    646 shares
    Share 258 Tweet 162
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.