• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

NU Banten: Jozeph Paul Zhang Tidak Dewasa dalam Beragama

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 21 April 2021 - 16:50
in Nasional
indoposco

Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten, KH. Matin Syarkowi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten, KH. Matin Syarkowi mengecam keras ucapan Jozeph Paul Zhang yang mengaku sebagai nabi ke-26. Tindakan itu diduga telah menghina dan menistakan Islam.

Terlebih dalam pengakuannya, Jozeph bukanlah penganut agama Islam. Hal ini dapat memicu intoleran diaatar kerukunan agama. Mengingat, Jozeph juga mengaku sebagai salah satu tokoh agama.

BacaJuga:

Tangani Gempa M 7,7 Flores, BNPB: Fokus 8 Langkah Strategis Penanganan Darurat

Mendagri Pastikan Penanganan Pascagempa NTT Fokus Pulihkan Layanan Dasar dan Percepat Pendataan

Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT

Salah satu ulama yang tersohor di Banten itu menilai, pengakuan nabi dari Joseph merupakan adu domba yang dapat memancing kemarahan umat.

“Yang harus disoroti Jozeph ini adu domba membabi buta, soalnya dari agama lain, katanya dia ini Pastur, inikan memancing kemarahan orang lain, umat. Kalau nggak dewasa mengenelarisir umat Kristen menghina, Pastur menghina. Mungkin pesan yang ingin disampaikan itu,” katanya saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, agama selalu menjadi isu yang menarik dan akan menjadi banyak sorotan dari publik untuk memecah kerukunan Bangsa. Sehingga, aparat penegak hukum (APH) wajib bergerak cepat untuk menindak tegas.

KH. Matin menutukan, islam tidak mengajarkan umatnya untuk saling menghina dan melukai mahluk hidup di muka bumi. Dalam berdakwah pun diwajibkan menyampaikan materi agama dengan bahasa yang santun guna menghindari perkataan yang menyinggung.

“Toleransi beragama sebetulnya akan menjadi hal yang seksi, isu agama itu sangat seksi, sulit untuk dihindari. Makanya perlu penegakan hukum dalam merkat satu Bangsa satu Tanah Air. Ini tidak boleh terjadi soal itu, penegakan hukum tidak boleh timpang,” paparnya.

Tetapi di sisi lain, perkataan yang dilontarkan Jozeph melalui media sosial ada bagian otokritik untuk umat muslim, perihal cara berdakwah sebagian penceramah. Hal ini harus jadi evaluasi untuk kalangan umat.

“Ada betulnya, apa yang disampaikan itu dari sisi, tidak semua salah yang disampaikan Jozeph, ada juga sebagai otokritik terhadap kita. Bahwa pesan penegakan hukum di situ kurang adil, itu sudah jelas kok. Dalam hal ini bukan membela Jozeph ya, tapi ibroh (hikmah) harus diambil. Ada orang tertentu yang dakwahnya menghina orang lain, ya itu betul. Itu sebuah tantangan kenapa nggak ditangkap. Kalau hal itunya ya harus jadi bahan evaluasi semua,” terangnya.

Ia mengaku tidak aneh ada orang yang mengaku-ngaku nabi. Sebab dalam catatan sejarah, sejak Rasul diutus nabi yang terakhir (ke 25), ditemukan kasus yang sama dengan mengaku nabi utusan Tuhan.

Ia memprediksi, pengakuan semacam utusan Tuhan, bahkan hingga kiamat pun akan tetap ada. Faktornya adalah tidak ada kedewasaan dalam beragama.

“Kalau faktornya pertama historis yang mungkin banyak dilupakan orang. Orang yang mengaku nabi sejak Rasul dulu ada. Ada yang menyamar Isa, nabi Musa juga ada. Samapi setiap zaman itu selau ada. Bia jadi pemicunya adalah ketidakdewasaan dalam beragama. Seolah menjadi pemilik agama, bukan pemeluk agama,” jelasnya.

Salah satu cara meminimalisir kegaduhan pengakuan nabi ini, lanjut dia, pihak kepolisian harus adil dalam menentukan perkara hukum. siapapun yang prilakukan berpotensi membuat permusuhan dan intoleran, harus disikapi tegas tdak boleh diabaikan berlarut-larut.

“Kalau saya meghimbau umat islam tidak terprovokasi. sekali lagi semacam orang semacam ini akan ada sampai kiamat juga. Seperti halnya juga ada mazhab akan berlaku sampai kiamat. Maka kita memilih bersikap arif membangun kemaslahatan, tidak terpengaruh omongan seperti itu,” tuturnya. (son)

Tags: Jozeph Paul ZhangNahdlatul UlamaNU Bantenpenista agama

Berita Terkait.

Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Tangani Gempa M 7,7 Flores, BNPB: Fokus 8 Langkah Strategis Penanganan Darurat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:42
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Mendagri Pastikan Penanganan Pascagempa NTT Fokus Pulihkan Layanan Dasar dan Percepat Pendataan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:32
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:22
Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gempa NTT, 50 Ribu Paket Sembako Disalurkan
Nasional

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gempa NTT, 50 Ribu Paket Sembako Disalurkan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:12
Dorong Program SIDAYA, Kemendukbangga Hadirkan Lansia sebagai Tamu Kehormatan Upacara HUT ke-81 RI
Nasional

Dorong Program SIDAYA, Kemendukbangga Hadirkan Lansia sebagai Tamu Kehormatan Upacara HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:05
BUMN Dipangkas dari 1.600 Jadi 300, DPR: Harus Lebih Untung dan Menyejahterakan Rakyat
Nasional

DPD RI Desak Penanganan Masa Tanggap Darurat Gempa Bumi di NTT Serius

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:45

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1169 shares
    Share 468 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3791 shares
    Share 1516 Tweet 948
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Makin Banyak Pengguna, Komunitas Geely Perkuat Kebersamaan di GIIAS 2026

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.