INDOPOSCO.ID – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menegaskan, tindakan terorisme tidak ada hubungannya dengan ajaran agama manapun. Apabila kemudian dituduhkan kepada kelompok agama tertentu maka, menurutnya, hanya akan mempersulit penanganan terorisme.
“Jika kemudian dituduhkan kepada kelompok agama tertentu, maka akan semakin rumit menyelesaikan masalah terorisme ini,” ujar Amirsyah Tambunan, dalam keterangannya, Minggu (4/4/2021).
Menghubungkan terorisme dengan agama, menurutnya, justru akan menjadikan masalah tersebut menjadi kompleks.
Ia mencontohkan kasus penembakan massal yang terjadi di El Paso, Texas, pada Agustus 2020 yang diduga sebagai kasus serangan teroris domestik oleh para pejabat federal Amerika Serikat.
“Serangan yang menewaskan 22 orang itu telah memperbarui perdebatan tentang bagaimana melawan teroris domestik di Amerika,” ungkapnya.
Ia meminta kepada semua pihak untuk tidak menyederhanakan masalah terorisme di Indonesia hanya melalui atributnya saja. Dengan mengaitkan cara berpakaian tertentu dengan kelompok terorisme.
Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah ruangan Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Dusun Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (nas)











