• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Atasi Hama, Kementan Ajak Petani Gunakan Musuh Alami

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 31 Maret 2021 - 06:15
in Nasional
Mentan Syahrul Yasin Limpo didampingi Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi (kiri) mendorong pengembangan SDM pertanian berkualitas. Foto: BPPSDMP

Mentan Syahrul Yasin Limpo didampingi Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi (kiri) mendorong pengembangan SDM pertanian berkualitas. Foto: BPPSDMP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kendala umum sektor pertanian adalah serangan hama, salah satu teknik pengendalian dengan memanfaatkan musuh alami (biological control) yang terus didorong Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Ini agar petani mengubah paradigma pemberantasan ke Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Kementan bersama Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) rutin menggelar Sekolah Lapang (SL) terkait pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Tujuannya, agar PHT mengedepankan tindakan ramah lingkungan seperti perangkap hama, pestisida hayati dan konservasi musuh alami dengan menanam refugia.

BacaJuga:

RUU Reforma Agraria Disetujui Jadi UU oleh DPR, Pemerintah Upayakan Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Kemendikdasmen Perluas Bantuan Kuliah bagi 150 Ribu Guru

Kemenag: Pengajuan Izin Pesantren di 2026 Turun Signifikan, Ini Penyebabnya

Kegiatan SL terkait PHT digelar Kementan dan IPDMIP pada 74 kabupaten di 16 provinsi seperti di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diapresiasi Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo bahwa dalam kondisi apa pun, pertanian tidak boleh berhenti meskipun di tengah Pandemi Covid-19.

“Dari kegiatan IPDMIP, kita ingin ketahanan pangan semakin meningkat, sehingga Indonesia bisa mandiri pangan. Selain itu, pendapatan masyarakat pedesaan di Indonesia turut meningkat,” kata Mentan Syahrul.

Hal itu dipertegas Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi bahwa IPDMIP berupaya meningkatkan nilai pertanian beririgasi secara berkelanjutan. Sejalan dengan program dan kebijakan Kementan mengajak petani di daerah irigasi (DI) merawat dan menjaga tanaman dengan mengamati OPT melalui pendekatan PHT.

“Aspek terpenting pertanian adalah ketersediaan air, melalui IPDMIP, maka produktivitas dan nilai pertanian akan ditingkatkan dengan cara irigasi berkelanjutan. Tidak ada kendala teknis di lapangan, kita berharap konsultan on granting bisa sering ke lapangan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, dalam ekosistem alami, tanpa campur tangan manusia, hama dapat dikendalikan oleh musuh alami, yang didefinisikan sebagai serangga yang secara aktif mencari, memangsa maupun memarasit dan membunuh serangga-serangga hama.

Secara umum, ada dua kelompok musuh alami, yakni predator dan parasitoid. Predator, serangga atau hewan lainnya seperti tungau dan laba-laba yang memangsa serangga atau hama. Parasitoid, serangga pada fase pradewasa (larva) bersifat parasit terhadap hama dan fase dewasanya (imago) hidup bebas di alam dengan nektar bunga sebagai sumber makanannya.

Kegiatan SL IPDMIP mendorong petani daerah irigasi melakukan pengendalian hayati, yang diawali sejak 1200 SM, oleh petani China yang memakai semut rangrang (oocophylla smaragdina) untuk mengendalikan kutu pada tanaman jeruk dan tanaman kurma.

“Petani harus mengubah paradigma pemberantasan hama ke pengelolaan hama dan penyakit secara terpadu. Dari ekobiologi hama, kendali hama lebih tepat sasaran tanpa merusak ekosistem,” kata Yulia T.S. selaku person in charge (PIC) dari IPDMIP di NTT dan NTB.

Yulia TS menambahkan, alternatif pengendalian ramah lingkungan dengan membuat pestisida nabati, bahannya mudah ditemukan di sekitar kita seperti daun mimba, mahoni, rimpang kunyit, buah maja dan urin ternak.

Nastap, Kasie Penyuluhan Pemkab Dompu mengatakan bahwa kegiatan SL IPDMIP 2021 dilaksanakan di Poktan Nangakara Utama diikuti 25 orang pada Sabtu (27/3/2021) difasilitasi oleh penyuluh dan sejumlah pihak terkait. (ibs)

Tags: BPPSDMPKementanmentanpenyuluh

Berita Terkait.

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

RUU Reforma Agraria Disetujui Jadi UU oleh DPR, Pemerintah Upayakan Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat

Rabu, 23 September 2026 - 00:12
Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Kemendikdasmen Perluas Bantuan Kuliah bagi 150 Ribu Guru

Selasa, 22 September 2026 - 22:38
Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

Kemenag: Pengajuan Izin Pesantren di 2026 Turun Signifikan, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 September 2026 - 21:08
Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam
Nasional

Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam

Selasa, 22 September 2026 - 18:25
Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 
Nasional

Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 

Selasa, 22 September 2026 - 16:04
isyana
Nasional

Gen Z Jadi Kunci Bonus Demografi, Wamen Isyana Minta Duta Genre Tebar Dampak Nyata

Selasa, 22 September 2026 - 14:04

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    864 shares
    Share 346 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.