• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Selamatkan Penyandang Disabilitas dari Jebakan Dunia Maya

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 27 Maret 2021 - 00:21
in Nusantara
Diskusi Indonesia Digital Ramah Disabilitas yang digelar Kementerian Kominfo di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (26/3/2021). Foto: Antara

Diskusi Indonesia Digital Ramah Disabilitas yang digelar Kementerian Kominfo di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (26/3/2021). Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – “Kuy, kita kopdar (kopi darat)!,” ujar seorang pemuda kepada remaja putri tunarungu ketika mengajak bertemu melalui aplikasi percakapan. Suatu ajakan bertemu yang menyenangkan bagi orang yang sedang jatuh cinta. Sayang, dengan keterbatasannya, pemudi tunarungu tidak sadar potensi jebakan dalam percakapan itu.

Di era digital seperti sekarang, media sosial (medsos) menawarkan perkenalan dengan singkat antara pemuda dan pemudi secara maya. Mereka diperkenankan menonjolkan dirinya dalam laman profil. Sayang, keterangan yang dipasang di media sosial kerap hanya pencitraan yang semu dan memabukkan, demi memikat lawan jenis.

BacaJuga:

Mendagri Pastikan Data Kependudukan Jadi Basis Akurasi Penyaluran Bansos di Biak Numfor

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

Mengubah Keresahan Menjadi Peluang, Rabundo Bawa Cita Rasa Bumbu Rendang Asli Minang Menembus Pasar Nasional Melalui Pemberdayaan BRI

Dan ini sering tidak dipahami penyandang disabilitas yang relatif polos. Berbagai pencitraan dan percakapan membuat mereka mudah dirayu dan dibohongi.

Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia mencatat warga dengan tunarungu dan tunagrahita rentan menjadi korban pelecehan melalui pemanfaatan digital negatif, utamanya media sosial.

“Banyak yang korban pelecehan seksual,” kata Ketua HWDI Jambi Ratumas Dewi dalam diskusi Indonesia Digital Ramah Disabilitas yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Bakti.

Menurut Ratumas, warga tunarungu dan tunagrahita memiliki keterbatasan dalam memahami bahasa yang digunakan di media sosial, sehingga kerap salah memahami sesuatu.

Umumnya, lanjut dia, penyandang tunarungu hanya memahami bahasa yang baku dalam berkomunikasi di media sosial. Hanya sedikit saja mereka yang memahami bahasa serapan dan bahasa gaul.

Akibatnya, mereka terjebak dalam percakapan yang tidak dipahami dan tidak sadar perbincangan mereka mengarah pada pelecehan seksual.

Kebanyakan penyandang disabilitas juga memiliki keterbatasan pengalaman sosialisasi dan komunikasi dengan orang luar. Hal itu yang membuat mereka lebih rentan tertipu dalam media sosial.

Sejatinya, disabilitas memiliki hak yang sama dengan manusia lain, termasuk dalam memanfaatkan internet.

Hak-hak disabilitas tertuang dalam Convention on the Rights of Person with Disabilities yang disahkan dalam Undang-Undang Nomor 19/2011.

UU Nomor 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas dan UU No 25/2009 tentang Pelayanan Publik juga menyebutkan hak-hak warga yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik.

Kemudahan hidup yang ditawarkan internet semestinya juga dirasakan kaum difabel, seperti pemanfaatan dalam bidang kesehatan, jasa keuangan, pendidikan, perdagangan, dan transportasi.

Sayangnya, teknologi digital memiliki keterbatasan untuk difabel. Ratumas menyebut terdapat sejumlah hambatan khusus bagi penyandang cacat dalam teknologi digital.

Tunarungu misalnya, saat ini masih banyak video yang tidak dilengkapi deskripsi dan bahasa yang digunakan tidak mudah dipahami.

Pada tunanetra, ia menilai “screen reader”, perangkat lunak yang membantu tunanetra membaca tulisan di gawai dan komputer, belum bisa membaca semua gambar dan foto sehingga menyulitkan difabel memahami isi konten yang ditampilkan.

Kemudian, tidak semua aplikasi memiliki fitur pembesar huruf yang memudahkan dan masih banyak konten internet yang menggunakan warna menyolok.

Dan pada tunagrahita, hambatan terletak pada bahasa yang tidak mudah dipahami dan penggunaan gambar yang kurang menarik.

Dalam kesempatan itu, Ratumas menawarkan sejumlah solusi untuk melindungi difabel saat memanfaatkan teknologi digital, yaitu penggunaan bahasa internet yang sederhana dan tidak banyak kata serapan.

Lalu memberikan diskripsi pada video, menggunakan warna-warna yang tidak menyolok, dan menggunakan gambar-gambar sederhana dan menarik.

“Sebaiknya tidak menggunakan ‘captcha’ dalam log in situs di internet,” katanya melanjutkan.

Ditambah dengan pendampingan yang memadai, maka diharapkan kaum difabel dapat merasakan pengalaman positif dalam berselancar di dunia maya.

Lebih dari itu, teknologi digital diharapkan memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas. Misalnya saja, mereka yang memiliki keterbatasan fisik untuk ke luar rumah bisa menjelajah dunia melalui maya.

“Mari kita mendukung pengembangan digitalisasi menuju transformasi digital inklusif dan berinovasi dengan menggunakan secara bijak dan produktif,” kata dia.

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto menyatakan, internet telah menjadi kebutuhan hidup masyarakat.

Internet, lanjut dia, tidak hanya menjadi kebutuhan warga kota, melainkan juga masyarakat yang tinggal di pulau-pulau, termasuk di Anambas hingga Pulau Laut di ujung Natuna.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini tidak hanya melakukan pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga digital demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Apalagi di masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini, saat masyarakat disarankan untuk di rumah saja demi menghindari paparan Virus Corona. Semua kegiatan dirancang berbasis digital, seperti “work from home”, “school from home”, hingga “shop from home”.

Pihaknya mencatat, saat ini tercatat 196,7 juta pengguna internet di Indonesia yang terdiri atas anak muda hingga orang tua.

Kemudahan yang diberikan teknologi digital musti dibarengi dengan penggunaan yang berhati-hati. Karena ada orang jahat yang memanfaatkan internet untuk keuntungan pribadi atau kelompok.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan teknologi untuk hal yang positif, jangan sampai menyebarkan hoaks yang dapat menyesatkan.

“Manfaatkanlah kecanggihan teknologi untuk hal-hal yang positif. Hampir 200 juta orang pengguna internet di Indonesia, kita harus saling mengingatkan. Jangan termakan informasi hoaks,” kata dia dilansir Antara.

Dengan saling melindungi dan mengingatkan, didukung sarana fasilitas yang memadai, maka diharapkan manfaat positif teknologi digital dirasakan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk kaum difabel. (aro)

Tags: digitalinternetkominfo

Berita Terkait.

Tito
Nusantara

Mendagri Pastikan Data Kependudukan Jadi Basis Akurasi Penyaluran Bansos di Biak Numfor

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:03
Wiyagus
Nusantara

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:22
rabundo
Nusantara

Mengubah Keresahan Menjadi Peluang, Rabundo Bawa Cita Rasa Bumbu Rendang Asli Minang Menembus Pasar Nasional Melalui Pemberdayaan BRI

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:07
sapi
Nusantara

BRI Peduli Tingkatkan Kapasitas Peternak Sapi Perah di Malang Lewat Program Klaster Unggulan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:06
bri
Nusantara

Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP, BRI Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan melalui Pembiayaan Perumahan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:17
Bea Cukai Perluas Akses Ekspor, Investasi, dan Pendampingan UMKM
Nusantara

Bea Cukai Perluas Akses Ekspor, Investasi, dan Pendampingan UMKM

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:03

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2105 shares
    Share 842 Tweet 526
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1149 shares
    Share 460 Tweet 287
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1082 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

    957 shares
    Share 383 Tweet 239
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.