• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Gubernur NTB Lepas Penyu di Pesisir Pantai Selat Lombok

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 7 Maret 2021 - 23:33
in Daerah
Penyu di pesisir pantai Mapak Indah Jempong Baru, Kota Mataram, Minggu (7/3/2020). Foto: Antara/Diskominfotik NTB/dok

Penyu di pesisir pantai Mapak Indah Jempong Baru, Kota Mataram, Minggu (7/3/2020). Foto: Antara/Diskominfotik NTB/dok

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah melepaskan sejumlah penyu di pesisir pantai Mapak Indah Jempong Baru, Kota Mataram yang menjadi bagian alur Selat Lombok, Minggu (7/3/2021).

Zulkieflimansyah mengatakan, kegiatan melepas penyu tersebut merupakan bagian menjaga kelestarian alam sekaligus menopang seluruh ikhtiar pembangunan di NTB.

BacaJuga:

Pemerhati Pendidikan Soroti Potensi Pungutan Dana Revitalisasi Sekolah

Bea Cukai Malili dan Polres Luwu Utara Bongkar Pengiriman 1.500 Tramadol dalam Paket Sparepart

Bea Cukai Malang Sita 14.596 Batang Rokok Ilegal di Kalipare-Donomulyo

“Dengan beranak pinaknya anak penyu yang kita lepas bisa menjadi sinyal berhasil atau tidaknya kita menjaga dan merawat kelestarian alam ini,” ujar dia, seperti dikutip Antara.

Menurut Zulkieflimansyah, dengan melepas penyu ke alam bebas, maka ekosistemnya dapat terjaga dan terus berkembang biak. Keberhasilan konservasi penyu dan perkembangbiakannya juga menandakan kelestarian lingkungan di sekitar terjaga dan terawat dengan baik.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wahana edukasi yang menarik tentang bagaimana menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup, khususnya bagi anak-anak. Karena dengan pengalaman menarik seperti ini mereka akan memahami bahwa bersahabat dengan lingkungan, seperti penangkaran dan pelepasan penyu merupakan bagian dari budaya hidup dan kehidupan di masa yang akan datang.

“Karena merekalah generasi penerus yang akan melestarikan alam ini,” ucapnya.

Doktor Zul sapaan akrab Zulkieflimansyah, mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena dapat merusak ekosistem laut, sehingga mempengaruhi kelestarian penyu. Baru-baru ini ada laporan masyarakat, ada penyu mati karena memakan masker. “Jangan membuang masker sembarangan, karena implikasinya juga hewan laut lainnya menjadi korban,” katanya.

Selain melepas penyu di laut, kegiatan juga diisi dengan bersih-bersih sampah bersama usah amikro, kecil dan menengah (UMKM) pariwisata, di tempat pelestarian penyu pantai Mapak Indah Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Yusron Hadi mengatakan kehadiran Gubernur NTB merupakan bentuk keseriusan untuk menjaga kelestarian penyu di wilayah itu.

Diakuinya, NTB memiliki potensi konservasi penyu. Pantai Mapak merupakan salah satu tempat penangkaran penyu di NTB. Dari ratusan jenis dan ragam penyu yang ada di dunia, 5 jenis ada di NTB. “Ini yang harus kita lindungi, karena keberadaan penyu dengan proses kembangbiaknya di laut kita, ini mengindikasikan kegiatan konservasi kita terukur,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, praktisi konservasi penyu Universitas Udayana, Windia Adyiana mengtakan penyu Mapak merupakan jenis Penyu Lekang. Jenis ini tersebar luas di Indonesia, namun tidak begitu banyak.

Pada tahun 2020, lanjutnya, dari hasil konservasi penyu, sarang yang ditemukan ada 160, dengan jumlah penyu 40-50 ekor. Untuk seekor penyu dapat bertelur sekitar 100-150 butir sekali telur.

Di perairan NTB ada beberapa jenis penyu, di antaranya penyu lekang, pipih dan hijau. Namun, di beberapa tempat ditemukan juga penyu jenis lain dan sangat sedikit. “Hanya 3 jenis penyu ini yang populasinya agak banyak dibanding yang lain,” pungkasnya.

Kegiatan gotong royong dan pelepasan penyu ini juga diikuti kelompok masyarakat pengawas penyu, kelompok pariwisata Mataram, pokdarwis, kelompok pengawas pesisir laut dan masyarakat pengunjung pantai Mapak. (arm)

Tags: pemprov ntbpenyuselat lombokZulkieflimansyah

Berita Terkait.

Suhu Udara Hangat, Hari Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Berawan
Daerah

Pemerhati Pendidikan Soroti Potensi Pungutan Dana Revitalisasi Sekolah

Senin, 21 September 2026 - 15:05
Bea Cukai Malili dan Polres Luwu Utara Bongkar Pengiriman 1.500 Tramadol dalam Paket Sparepart
Daerah

Bea Cukai Malili dan Polres Luwu Utara Bongkar Pengiriman 1.500 Tramadol dalam Paket Sparepart

Senin, 21 September 2026 - 14:18
Penataan Jabatan Kementerian Keuangan Tuntas, Menkeu Tekankan Integritas dan Koordinasi
Daerah

Bea Cukai Malang Sita 14.596 Batang Rokok Ilegal di Kalipare-Donomulyo

Senin, 21 September 2026 - 13:25
Gempa Bumi Dangkal Guncang Bandung di Jabar, Wilayah Pengalengan dan Kertasari Terdampak
Daerah

Gempa Bumi Dangkal Guncang Bandung di Jabar, Wilayah Pengalengan dan Kertasari Terdampak

Senin, 21 September 2026 - 09:29
Tabligh Akbar
Daerah

Hadiri Tabligh Akbar Ikadi di Al-A’zhom, Wagub Banten Tekankan Amar Makruf Nahi Mungkar

Minggu, 20 September 2026 - 19:07
dimyati
Daerah

Dimyati: Pengusaha Pariaman di Banten Bantu Pemerintah Buka Lapangan Kerja

Sabtu, 19 September 2026 - 20:02

OLAHRAGA

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak
Olahraga

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Editor Folber Siallagan
Minggu, 20 September 2026 - 20:05

PRIHATIN, kecewa, jengkel campur aduk rasanya, ketika menyaksikan pertandingan di level pembinaan MSI YOUTH DEVELOPMENT 2026 (KU 10–18) yang mempertontonkan...

SelengkapnyaDetails
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30
sumaya

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5538 shares
    Share 2215 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    964 shares
    Share 386 Tweet 241
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.