• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

APSI Minta Hentikan Propaganda Anti Galon PET Berlatar Persaingan Bisnis

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 1 Maret 2021 - 21:09
in Gaya Hidup
Ketua Umum APSI, Saut Marpaung.

Ketua Umum APSI, Saut Marpaung.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI), Saut Marpaung mengecam gencarnya upaya yang sistematis untuk mendiskreditkan satu produk air mineral kemasan galon berbahan PET. Padahal, masih banyak persoalan sampah yang lebih mendesak dan berbahaya untuk diselesaikan.

Menurutnya, isu sampah plastik banyak sekali, baik dari jenisnya maupun jumlahnya yang justru lebih bermasalah seperti popok sekali pakai, puntung rokok, sampah medis, masker sekali pakai serta kemasan yang ukurannya kecil-kecil tidak bernilai ekonomis.

BacaJuga:

4 Tahun Beruntun di Pestapora, Bintang Hadirkan Ruang Nostalgia Bareng Musisi Top

17 Mahasiswa Fikom Untar Rasakan Pengalaman Belajar Lintas Negara di Malaysia

TPJF 2026 Perkuat Fondasi Jazz Lewat Kolaborasi Lintas Generasi

Untuk itulah, kata Saut, ketika banyak isu plastik yang lebih bermasalah tidak dikupas dan hanya mendiskreditkan kemasan galon yang berbahan PET yang sudah jelas mudah didaur ulang. Hal ini jelas mengindikasikan adanya maksud terselubung di baliknya.

“Saya menduga ada motif persaingan bisnis di balik gencarnya upaya masif mendiskreditkan produk galon PET,” ujar Saut.

Hadirnya inovasi baru, tutur Saut, yaitu penggunaan galon PET yang mudah didaur ulang menjadi populer lantaran dipercaya lebih praktis dan higienis, mengusik pihak-pihak tertentu yang dominasi kekuasaan bisnisnya mulai terganggu.

Padahal, tutur Saut, persoalan sampah bukan hanya timbunan plastik, tetapi mengenai tata kelolanya, mulai dari pemilahan, pengangkutan, pengolahan dan pembuangan limbah-limbah berbahaya. Pemilahan sampah di hulu harus digencarkan, hingga bagaimana menyiapkan infrastruktur membenahi proses sistem pengangkutan agar sampah terpilah dengan baik hingga masuk industri daur ulang menghasilkan kualitas yang tinggi.

Sedangkan khusus untuk sampah plastik, ia mengakui bahwa persoalan disebabkan masih adanya di plastik-plastik yang sulit didaur ulang, yang bernilai rendah hingga yang tidak laku, sehingga menyebabkan tingkat kolektabilitas sampah di Indonesia masih rendah.

“Kalau PET, apalagi ukuran nya besar seperti galon, fleksibel mudah digepengkan saya jamin pasti terserap industri daur ulang,” ungkapnya.

Terkait dengan efektivitas daur ulang plastik ini, dirinya juga mengecam pihak-pihak yang membelokkan pernyataannya, seolah-olah tingkat daur ulang plastik PET rendah. Mereka, ujar Saut, dengan seenaknya melakukan pemelintiran pernyataannya terkait dengan tingkat kolektabilitas plastik bekas PET.

Ia menyampaikan bahwa pernyataannya dalam webinar bertema “Kemitraan ideal Pengelolaan Sampah di Indonesia” bahwa tingkat kolektibilitas sampah plastik masih rendah dijadikan argumentasi untuk mendukung narasi penolakan penggunaan galon PET.

“Konteksnya saya berbicara sampah plastik secara keseluruhan. Namun pernyataan saya diplintir seakan-akan memperkuat alasan untuk menolak galon PET sekali pakai ini,” tukasnya.

Saut menjelaskan, pernyataanya di webinar tersebut bahwa dari 64 juta ton sampah yang ada di Indonesia, 16% merupakan sampah plastik, dan dari 16% itu hanya 40% yang dapat terdaur ulang. Sementara sebagian besarnya menumpuk dan tercecer di lingkungan karena faktor dari bahan plastiknya yang sulit terdaur ulang dan memang sudah tidak bernilai lagi untuk didaur ulang.

“Selain pernyataan saya diplintir, acara tersebut sebenarnya bertujuan baik untuk mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah di Indonesia. Tetapi hampir semua berita yang keluar, digoreng menjadi isu penolakan galon PET. Justru ini yang berbahaya, edukasi konsumen, diskusi-diskusi positif semuanya di pemberitaan jadi dikaburkan hanya untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu. Inilah yang saya maksud dengan penyesatan publik” tambahnya.

Ia juga mengaku kesal karena pemberitaan yang muncul dari webinar tersebut tidak sesuai dengan webinar yang sebenarnya. Saut menegaskan bahwa dirinya telah menjadi korban upaya-upaya jahat dalam pembohongan publik yang dilakukan pihak-pihak yang gencar kampanye anti galon PET.

“Saya sudah capek-capek melakukan edukasi ke masyarakat, tapi malah diplintir jadi edukasinya gak sampai ke masyarakat dan justru menyesatkan,” tandasnya.

Dikatakan Saut, dirinya tidak mungkin untuk menolak penggunaan kemasan PET, karena material plastik tersebut merupakan komoditas bernilai ekonomi bagi para anggota APSI. Bahkan, APSI tengah menggagas peran sebagai pengepul untuk melakukan pengumpulan dan pendaurulangan kemasan galon PET bekas ini.

Plastik jenis PET ini, lanjut Saut, paling dicari oleh pemulung, apalagi yang bobotnya besar seperti galon, yang hanya memerlukan 3-4 botol saja sudah mencapai 1 kg dan mudah diremukkan seperti botol. Potensi PET, ujarnya, harusnya dikembangkan sebagai siklus ekonomi bukan malah dibelokkan faktanya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bergerak maju ke depan memikirkan bagaimana membangun sistem pengelolaan sampah yang baik, tidak terjebak pada isu-isu praktis yang hanya dilatarbelakangi persaingan bisnis semata. Daripada terus menerus melakukan kampanye hitam terhadap produk galon dengan kemasan PET, lebih baik para pihak-pihak insyaf dan kembali ke jalan yang benar dengan bersama-sama menggaungkan penerapan ekonomi Sirkular.

Apalagi, imbuh Saut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam Puncak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 mendorong sampah kemasan diperlakukan sebagai bahan baku pendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia di masa pandemi.

Kedepannya, APSI juga mengharapkan keseriusan dan komitmen seluruh pihak untuk dapat merealisasikan waste management system yang terstruktur agar dapat mendaur ulang plastik. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab bekas kemasan plastik bukan hanya pada produsen semata, melainkan semua pihak termasuk juga pemerintah, kawasan, dan konsumen. (ibs)

Tags: APSIGalon PETSampah plastik

Berita Terkait.

Andy-Rif
Gaya Hidup

4 Tahun Beruntun di Pestapora, Bintang Hadirkan Ruang Nostalgia Bareng Musisi Top

Minggu, 27 September 2026 - 08:50
untar
Gaya Hidup

17 Mahasiswa Fikom Untar Rasakan Pengalaman Belajar Lintas Negara di Malaysia

Kamis, 24 September 2026 - 03:30
tpjf
Gaya Hidup

TPJF 2026 Perkuat Fondasi Jazz Lewat Kolaborasi Lintas Generasi

Kamis, 24 September 2026 - 02:20
GKR Hemas: Jangan Tunggu Isu Viral untuk Memahami Persoalan Daerah
Gaya Hidup

Anthony Norman Lianto dan Dedikasinya dalam Aksi Kemanusiaan serta Penanggulangan Bencana

Rabu, 23 September 2026 - 16:36
Mesin-Printing
Gaya Hidup

PrimaGraphia Perkuat Layanan Digital Printing untuk UMKM hingga Korporat Berbasis Teknologi Terkini

Rabu, 23 September 2026 - 10:26
WCD
Gaya Hidup

Oakwood Suites Kuningan Jakarta Gelar Aksi Bersih dan Rawat Fasilitas Publik di Taman Menteng

Selasa, 22 September 2026 - 14:58

OLAHRAGA

Rahmat-Erwin-Abdullah
Olahraga

Pecahkan Rekor Dunia, Rahmat Erwin Sumbang Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026

Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 27 September 2026 - 09:41

​INDOPOSCO.ID - Cabang olahraga (cabor) angkat besi kembali mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga bergengsi se-Asia. Lifter andalan Indonesia, Rahmat...

SelengkapnyaDetails
fortis

Fortis Series-II Hadirkan Panggung Prestasi Karate The Champion Beyond The Mat

Sabtu, 26 September 2026 - 22:12
Jadi Tersangka Korupsi, Aset Miliaran Rupiah Bupati Gowa Disita Polri

Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09
Analis: MK Dihadapkan 2 Lapis Persoalan dalam Gugatan Gibran

Reaksi Ole Romeny Usai Indonesia Tekuk Singapura di FIFA ASEAN Cup

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10
laga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 25 September 2026 - 17:36

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3822 shares
    Share 1529 Tweet 956
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    990 shares
    Share 396 Tweet 248
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.