• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Akademisi Tagih Janji Wahidin Halim soal Sekolah Gratis

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 24 Februari 2021 - 21:13
in Nusantara
indoposco

Ilustrasi. Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Waahidin Halim dan Andika Hzrumy untuk menggratiskan sekolah menengah atas yang berasal dari APBD Banten pada pemlihan Gubernur tahun 2018 lalu berhasil membius masyarakat,kendati sudah tiga tahun memimpin Banten, jani yang dilontarkan mantan Walikota Tangerang tersebut tidak sesuai fakta.

“Janji politik sekolah gratis Wahidn Halim hanya untuk meninabobokan masyarakat. Apa kabar kualitas pendidikan di Banten? Kemana arah pendidikan dalam balutan janji politik saat ini?,” tanya Ikhsan Ahmad,akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten kepada INDOPOSCO,Rabu (24/2/2021).

BacaJuga:

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 Miliar di Surabaya

Bea Cukai Dukung Ekspor Produk Sawit Melalui Fasilitas Kawasan Berikat

Pemprov Banten Apresiasi Kinerja Bank Banten di Usia ke-10

Tragisnya,kata Ikhsan, pendidikan dijalankan bukan karena amanat konstitusi tetapi berbasis pencitraan, maka pilihannnya adalah kalkulasi gratis untuk masyarakat.

“Kata gratis berhasil menjadi hipnotis sekaligus mantra “bim salabim” bagi pihak sekolah untuk terus dapat berakrobat dengan kehidupannya. Bim salabim, jadi apa, prok prok, ayo bantu, jadi apa pendidikan gratis ? kata Ikhsan menirukan gaya pelawak Tarno itu.

Menurut Ikhsan, sama halnya denga janji WH tentang berobat gratis yang hingga kini tidak pernah terealisasi. Pendidikan gratis telah menyulap adanya fakta kesulitan biaya operasional SMAN dan SMKN di Banten.

“Tahun 2017 pendidikan gratis yang mengalokasikan Rp 500 ribu per siswa, tidak terlaksana karena menjadi SILPA (Sisa Lebih Pengunaan Anggran),dan tahun 2018 kembali dianggarkan Rp 1 juta per siswa, namun kembali menjadi SILPA,” ungkap Ikhsan.

Parahnya,kata Ikhsan, sejak 2019 pendidikan gratis adalah pengalokasian anggaran dana BOSDA (Biaya Operasional Sekolah Daerah) untuk pembayaran gaji guru dan tenaga tata usaha honorer, lengkap dengan tunjangannya, seperti tunjangan wali kelas, Pembina eskul dan lain sebagainya.

“Setelah Pergub No 31 Tahun 2018 diganti dengan Pergub No 52 Tahun 2020, pembiayaan pendidikan gratis adalah pengalokasian pembiayaan untuk, belanja pegawai, belanja barang/jasa, dan belanja modal. “Tahun Anggaran 2021, ini hanya mengalokasikan untuk belanja pegawai,” cetusnya.

Ia memaparkan, menjadi tidak wajar dalam perjalanan dua tahun terakhir program pendidikan gratis yang sebenarnya dibiayai oleh APBN meluli Bosnas dan diklaim oleh WH program dia.”Sekolah hanya mengandalkan Bosnas, Kepala Sekolah mesti pandai melakukan trik-trik tersendiri ditengah heroisme pendidikan gratis, agar bisa membayar tagihan PLN, tagihan internet setiap bulannya dan keperluan tak terduga lainnya,” kata Ikhsan.

Celakanya,kata dosen Fisip Untirta ini, dana Bosnas tahun 2021, Tahap I sampai saat ini belum cair,sehingga banyak kepala sekolah yang terjerat hutang ke rentenir untuk memenuhi kebutuan sekolah.” Diperkirakan Bosnas cair pada bulan Maret. Artinya, selama 2 atau 3 bulan kedepan sekolah mesti berakrobat untuk menutupi operasional mereka karena meminta partisipasi kepada masyarakat tidak diperbolehkan, karena WJ ingi baik dimata masyarakat,” tutur Ikhsan.

Akibat tidak ada tentu arahya prpgram pendidkan di Bnayen ditangan WH,bisa jadi akrobat yang ditempuh kepala sekolah dan Dians Pendidikan bekerjasama dengan para pengijon proyek barang/jasa di masing-masing sekolah atau dibiarkan saja menunggak atau pinjam uang.

“Jangan salah ya, beberapa sekolah besar, seperti SMAN/SMKN 1 atau SMAN/SMKN 2 di delapan Kabupaten/Kota Provinsi Banten, tagihan PLN dan internetnya bisa mencapai puluhan juta rupiah,” ujarnya.

Padahal,kata Ikhsan, tahun 2019 lalu biaya tagihan PLN dan internet sudah dianggarakan dalam Bosda, bahkan saat itu sudah ada MoU dengan k PLN dan Telkom dimana pembayarannya langsung dari dana Bosda melalui bendahara Pemprov Banten.” Akan tetapi kemudian di tahun 2020 semua berubah karena dana Bosda hanya dialokasikan untuk gaji guru dan tu non PNS saja,” ungkapnya.

Sehingga tak heran, kebijakan plin plan WH ini menjadi wajar ketika muncul anggapan bahwa pendidikan gratis ala WH ini mengorbankan para Kepala Sekolah. “Padahal jika dicermati, sebelum adanya janji politik pendidikan gratis ketika SMAN, SMKN dan SKN melakukan pungutan SPP setiap bulan, dialokasikan untuk pembayaran honorer guru dan TU non PNS, membayar tagihan PLN, dan DSP untuk siswa kelas X, biasanya digunakan untuk rehab berat dan pembelian barang modal,” terangnya juga.

“Masih ingat ditahun 2018? Ketika Kepala Sekolah SMKN 4 Kota Tangerang ditengah sulitnya berakrobat, meminta partisipasi kepada orang tua murid dan kemudian langsung di pecat oleh WH hanya demi pencitraan,” sambungnya.

Kepala Dinas Pndikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Tabrani yang dikonfirmasi INDOPOSCO terkait tudingan ikhsan Ahmad ini enggan memberikan komentar. Padahal selama ini Tabrani selalu ramah dan selalu menjawab setiap pertanyaan wartawan terkait masalah pendidkan.Pesan singkat yang dikirmkan melalui pesan whatsapp hingga kini tidak berbalas kendati telepon selularnya dalam kondisi aktif. (yas)

Tags: akademisiSekolah Gratis

Berita Terkait.

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 Miliar di Surabaya
Nusantara

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 Miliar di Surabaya

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:48
Bea Cukai Dukung Ekspor Produk Sawit Melalui Fasilitas Kawasan Berikat
Nusantara

Bea Cukai Dukung Ekspor Produk Sawit Melalui Fasilitas Kawasan Berikat

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:01
Pemprov Banten Apresiasi Kinerja Bank Banten di Usia ke-10
Nusantara

Pemprov Banten Apresiasi Kinerja Bank Banten di Usia ke-10

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:22
bc2
Nusantara

Bea Cukai Jambi dan BNN Gagalkan Penyelundupan 2 Kg Sabu di Bandara Sultan Thaha, Pelaku Ditangkap di Hotel

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:06
bc
Nusantara

Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal di Banjarmasin, Bea Cukai Selamatkan Potensi Kerugian Penerimaan Negara Rp15 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:54
Jasad
Nusantara

Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:12

BERITA POPULER

  • SAWIT

    Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1624 shares
    Share 650 Tweet 406
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    917 shares
    Share 367 Tweet 229
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3091 shares
    Share 1236 Tweet 773
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    815 shares
    Share 326 Tweet 204
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.