• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Petani Senang, Biaya Produksi Food Estate Sumba Tengah Rendah

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 11 Februari 2021 - 23:05
in Nasional
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Para petani di Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyambut antusias jalanya Program jangka panjang Pemerintah, Food Estate yang kini nampak tumbuh sumbur. Mereka senang program food estate sangat berdampak terhadap roda ekonomi keluarga, karena biaya produksi bertani jauh lebih murah.

“Terima kasih kepada bapak Jokowi dan juga kepada Bapak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) karena saya dibantu pupuk dan Alsintan (Alat mesin pertanian), sehingga bertanam dan panen jadi lebih cepat dan menghemat biaya,” ujar Dominggus, Kamis (11/2/2021).

BacaJuga:

Kementerian UMKM Bidik Waralaba sebagai Mesin Ekspansi Bisnis Lokal

PFI Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan

Menurut Dominggus, penghematan biaya bisa dihitung dari proses tanam yang biasanya memakan waktu 2 hari, kini cukup menjadi 2 jam. Terlebih, kalau dulu, Dominggus tak pernah menggunakan pupuk, karena terkendala biaya dan ongkos pengambilan yang sangat mahal.

“Biasanya dulu tanam memakan waktu 2 hari. Saya tak bisa apa-apa karena uang terbatas. Sekarang sudah dibantu pemerintah hanya 2 jam. Belum lagi kami diberi bantuan pupuk. Saya berharap tahun depan food estate tetap berlanjut,” katanya.

Petani lainya, Joni Gombukada mengaku senang karena saat ini ia bisa menggantungkan kebutuhan pokok sehari-hari hanya dengan bertani. Selain untung, jadi petani juga dinilai mampu menaikan kesejahteraan keluarga.

“Kalau dulu bertani kurang jadi, kalau sekarang lebih jadi lagi. Kalau dulu tidak pake pupuk, sekarang sudah ada pupuk dan traktor bantuan dari pak Menteri. Kalau dulu sering padinya gagal panen, apalagi traktor sewa sekitar 700 ribu. Sekarang sudah dibantu traktor pemerintah. Saya berharap tahun depan pemerintah tetap melanjutkan food estate,” katanya.

Senada dengan Dominggus dan Joni, petani bernama Michel berharap agar pemerintah mengembangkan food estate di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi lebih luas dan masif. Apalagi, kata Michel Kabupaten Sumba Tengah adalah lokasi subur, dimana sektor pertaniannya masih memiliki potensi yang sangat besar.

“Di sini rata rata petani sekarang bisa menanam lebih cepat dan lebih efisien. Artinya kesejahteraan mereka juga mulai naik. Apalagi biasanya saya menghabiskan 6 juta dari olah tanam sampai panen. Kalau sekarang kami dapat bantuan pupuk gratis. Jadi kami rasakan betul bantuan pemerintah. Secara pribadi saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada Kementan. Kami sangat bersyukur atas karunia Tuhan karena melalui Kementan kami terbantu,” katanya.

Michel yang juga seorang tenaga harian lepas, berkisah dulu mereka harus antre menggunakan traktor, maklumlah di Kabupaten Sumba Tengah hanya ada 10 unit traktor yang digunakan sesuai antrean. Namun setelah program Food Estate muncul, petani bisa lebih cepat bertanam.

“Dulu kami karena antre terlalu panjang, kadang gagal bertanam karena terlanjur masuk musim kemarau dan air kering. Kini bulan januari kami sudah selesai olah tanah dan tanam,” kata Michel.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, keberhasilan program food estate tak lepas dari arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan pemerataan pangan di seluruh Indonesia.

“Kita harus mempersiapkan ketahanan pangan nasional. Salah satunya membangun food estate pada lokasi yang terkonsentrasi, sebagai upaya yang bisa dilakukan untuk pengadaan padi, jagung dan ternak. Lahan disini 5 ribu hektare dan akan ditambah menjadi 10 ribu. Semoga kita mampu menghadirkan ketahanan kita lebih kuat,” tutupnya. (arm)

Tags: Food EstateKementansumba tengah

Berita Terkait.

bagus
Nasional

Kementerian UMKM Bidik Waralaba sebagai Mesin Ekspansi Bisnis Lokal

Jumat, 11 September 2026 - 23:23
hi
Nasional

PFI Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 - 22:12
ka
Nasional

Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan

Jumat, 11 September 2026 - 21:29
oso
Nasional

Anggaran Daerah Jadi Sorotan, OSO Dorong Kepastian DBH dan Dana Bencana

Jumat, 11 September 2026 - 21:11
basarnas
Nasional

Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Kantor SAR Jakarta Kerahkan KN Antasena

Jumat, 11 September 2026 - 21:01
ribka
Nasional

Kemendagri Tegaskan Informasi Pendefinisian Ulang OAP Tidak Benar

Jumat, 11 September 2026 - 20:12

OLAHRAGA

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis
Olahraga

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis

Editor Ali Rachman
Jumat, 11 September 2026 - 08:50

INDOPOSCO.ID – Matchday pertama fase liga Liga Champions 2026/2027 ditutup dengan pesta gol dan sejumlah kejutan. Enam pertandingan yang berlangsung...

SelengkapnyaDetails
Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Jumat, 11 September 2026 - 02:21
lc

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Kamis, 10 September 2026 - 10:50
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • bc3

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    904 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

    651 shares
    Share 260 Tweet 163
  • Bea Cukai Kediri Amankan 804 Ribu Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

    649 shares
    Share 260 Tweet 162
  • Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

    646 shares
    Share 258 Tweet 162
  • Doli Larang Golkar Tapteng Ikut-ikutan Pemakzulan Masinton Pasaribu

    641 shares
    Share 256 Tweet 160
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.