• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tahun Ini, Kementan Tambah Alokasi Pupuk Bersubsidi Jadi 9 Juta Ton

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 31 Januari 2021 - 09:51
in Nasional
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy, saat kunjungan kerja ke Petrokimia Gresik, Kamis (28/1/2021). Foto: Kementan untuk INDOPOSCO.ID

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy, saat kunjungan kerja ke Petrokimia Gresik, Kamis (28/1/2021). Foto: Kementan untuk INDOPOSCO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) menambah alokasi pupuk bersubsidi tahun 2021 menjadi 9 juta ton plus 1,5 juta liter pupuk organik cair dari alokasi 2020 sekitar 8,9 juta ton.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy menjamin stok pupuk bersubsidi untuk petani dalam posisi aman. Stok pupuk pada 2021 sesuai anggaran pemerintah sebesar Rp25,273 triliun.

BacaJuga:

Pelayanan Publik Masuk Babak Baru, GNPP Usung Konsep Omni-Channel dan Digital

Kemenkop Tekankan Peran Strategis Manajer dalam Menentukan Keberhasilan KDKMP, Bukan Sekadar Modal

Sekjen Kemendagri Ajak Pejabat Baru Tinggalkan Pola Kerja Berulang dan Hadirkan Inovasi Nyata

“Kalau dibelanjakan pupuk, itu dapat 7,2 juta ton pupuk. Tapi berdasarkan upaya kita, stok pupuk bisa kita naikkan volumenya menjadi 9,046 juta ton,” ujar dia, saat kunjungan kerja ke Petrokimia Gresik, Kamis (28/1/2021).

Tambahan pupuk hingga menjadi 9,046 juta ton itu dibeli dari uang hasil menaikkan HET. “Itu dapat lebih kurang Rp2,5 triliun. Kemudian menurunkan HPP lebih kurang 5 persen, mendapat uang Rp2,3 triliun dan dari mengubah komposisi NPK dari 15 menjadi 15-12 kita dapat kurang lebih Rp2,3 triliun. Jadi kita semuanya mendapat 7,3 ditambah 25,273, jadi lebih kurang Rp20-30 triliun dan kita posisi sekarang adalah di 9,46 juta ton pupuk,” terang Sarwo Edhy.

Menanggapi kelangkaan pupuk di awal-awal tahun yang terjadi di beberapa titik, Sarwo Edhy menyebut hal itu disebabkan karena awal, di dua minggu kemarin tidak semua kepala dinas atau bupati langsung menetapkan alokasi pupuk per desa/kecamatan.

“Sehingga dari pupuk Indonesia dan anak perusahaannya itu berani mendistribusikan pupuk tersebut ke kios-kios atau ke distributor-distributor. Nah, sekarang sudah kita kejar dan hampir semua sudah membuat SK penetapan alokasi pupuk bersubsidi ke tingkat desa dan kecamatan dan Alhamdulillah, mudah-mudahan dalam minggu ini sampai ke depan itu tidak akan terjadi langka,” ucap dia.

Bicara stok, Sarwo Edhy menjamin aman berada diangka 9,046 juta ton pupuk. Soal distribusi, Sarwo Edhy menyebut distribusi pupuk sesuai dengan Permendagri Nomor 15 Tahun 2013 ada beberapa tahapan.

“Mulai dari lini satu itu produsen, kemudian dari satu dikirim ke lini dua, itu ada gudang produsen di tingkat provinsi, kemudian dari lini dua kelima, lini tiga itu di sana ada gudang distributor atau gudang produsen yang ada di tingkat kabupaten. Dan dari tiga keliling empat di tingkat kios. Itu penyalurannya saya pikir cukup lancar, kemudian baru dari lini empat keliling limanya di tingkat kelompok petani atau kelompok tani itu yang di situ merupakan penebusan pupuk bersubsidi tentunya sesuai dengan RDK,” papar Sarwo.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 49/2020, pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang telah bergabung dalam kelompok tani yang menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Oleh karena itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan jajarannya untuk merapikan gerak lini di hilir subsidi pupuk.

“Petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi itu petani yang sudah tercatat di e-RDKK sesuai pengajuan yang diterima Kementan dari usulan pemerintah daerah. Tahun 2021 ini kita benar-benar awasi terutama lini tiga dan empat atau dari distributor ke agen, di kecamatan dan desa. Kalau bisa jalan di sini, ketersediaan pupuk bersubsidi terpenuhi,” ujar Syahrul. (arm)

Tags: ditjen prrasarana dan sarana pertanianKementanPetrokimia Gresikpupuk subsidi

Berita Terkait.

rini
Nasional

Pelayanan Publik Masuk Babak Baru, GNPP Usung Konsep Omni-Channel dan Digital

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:02
kopdes
Nasional

Kemenkop Tekankan Peran Strategis Manajer dalam Menentukan Keberhasilan KDKMP, Bukan Sekadar Modal

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:36
sekjen
Nasional

Sekjen Kemendagri Ajak Pejabat Baru Tinggalkan Pola Kerja Berulang dan Hadirkan Inovasi Nyata

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:24
tito
Nasional

Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:27
Penghargaan
Nasional

Wuling Air ev Kembali Raih Pengakuan, Dinobatkan sebagai Best Brand City Car Listrik di SBBI Awards 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09
KPK
Nasional

Mangkir Dari Panggilan KPK, Dirjen Perhutanan Sosial Belum Dijadwalkan Ulang

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:47

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3197 shares
    Share 1279 Tweet 799
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2838 shares
    Share 1135 Tweet 710
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.