• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Rumah Retak-Retak, Warga di Palabuhanratu Tetap Bertahan di Rumahnya

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 12 Desember 2021 - 04:09
in Nusantara
rumah

Kondisi lokasi bencana pergerakan tanah di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar. Foto : Antara/Aditya Rohman

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebagian warga yang menjadi korban bencana pergerakan tanah di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di Kampung Nyalindung mencoba bertahan tinggal di rumahnya yang sudah retak– retak pada bagian dinding, pondasi dan lantainya.

Salah satu warga yang terdampak bencana pergerakan tanah yakni Siti Mayangsari mengatakan pergerakan tanah terjadi setelah Idul Fitri 1442 H lalu. Awalnya ia mengira retakan tanah yang berada di halaman rumahnya merupakan hal yang biasa, ternyata semakin meluas dan merusak rumahnya.

BacaJuga:

Bea Cukai dan BAIS TNI Sita 19 Ribu Botol Miras Berpita Cukai Palsu di Bali, Nilainya Rp12,55 Miliar

DPRD Banten Desak Kejati Usut Proyek Irigasi Rp280 Miliar di Lebak

Bahu-Membahu Lindungi Warga dari Rokok Ilegal, Aduan Masyarakat Antar Bea Cukai Malang ke Toko Kelontong di Lowokwaru

“Pergerakan tanah semakin meluas dan merusak rumah saya, tetapi kami sekeluarga memilih untuk tetap bertahan atau tidak mengungsi walaupun harus diakui dirinya sudah cemas dan khawatir bisa saja rumahnya ambruk dan menimpanya,” kata Siti, Sabtu (11/12/2021), yang tinggal di RT 03/05 Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu.

Dari pantauan di lokasi, nampak dinding rumahnya retak, lantai keramik rumah sudah amburadul bahkan beberapa ruangan seperti kamar tidur sudah amblas dan dapurnya ambruk.

Siti menceritakan mulanya atau setelah Lebaran ia menemukan retakan tanah di halaman rumah dan selang beberapa hari muncul retakan kecil di lantai kamarnya, melihat adanya retakan itu ia dan keluarganya tidak terlalu mengindahkan.

Tetapi, hari demi hari retakan tersebut bertambah besar dan meluas, puncaknya saat musim hujan sekitar sebulan ke belakang atau pada November 2021 bencana ini semakin masif merusak berbagai penjuru bangunan rumah ibu muda ini.

Bahkan, ia pun kerap dikejutkan suara benda seperti kayu patah dari dalam rumahnya, kecemasan pun semakin memuncak saat hari sudah mulai malam apalagi dibarengi dengan turun hujan deras. Dirinya pun hanya bisa pasrah dan berdoa untuk keselamatannya dan keluarganya.

“Mau mengungsi ke mana, saya dan warga lain hanya dapat berharap agar pemerintah segera merelokasi kami ke mana saja. Kami pun mengerti memang tidak mudah untuk melakukan relokasi dan permukiman yang kami tempati ini berbahaya, tapi karena keterbatasan terpaksa harus bertahan di rumah,” ujarnya seperti dikutip Antara, Sabtu (11/12/2021).

Sementara, mengetahui semakin masif pergerakan tanah di Kampung Nyalindung, Bupati Sukabumi Marwan Hamami langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan berbagai upaya antisipasi sambil menunggu hasil kajian dari ahli.

“Pergerakan tanah di Kampung Nyalindung, kita sudah berupaya antisipasi, kami masih menunggu hasil penelitian dari Badan Geologi untuk menentukan jenis retakan ini. Tapi saya sudah menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan berbagai bantuan bagi warga terdampak dan melakukan upaya meminimalisasi dampaknya,” katanya. (mg1)

Tags: banjirjabarretakrumahSukabumi

Berita Terkait.

Bea Cukai dan BAIS TNI Sita 19 Ribu Botol Miras Berpita Cukai Palsu di Bali, Nilainya Rp12,55 Miliar
Nusantara

Bea Cukai dan BAIS TNI Sita 19 Ribu Botol Miras Berpita Cukai Palsu di Bali, Nilainya Rp12,55 Miliar

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:07
DPRD Banten Desak Kejati Usut Proyek Irigasi Rp280 Miliar di Lebak
Nusantara

DPRD Banten Desak Kejati Usut Proyek Irigasi Rp280 Miliar di Lebak

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:45
Rokok
Nusantara

Bahu-Membahu Lindungi Warga dari Rokok Ilegal, Aduan Masyarakat Antar Bea Cukai Malang ke Toko Kelontong di Lowokwaru

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:02
Gabah
Nusantara

Tekan Risiko Gagal Panen, Inovasi Perlindungan Tanaman Padi Diperkenalkan di Sumut

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:15
Djaka
Nusantara

Gempur Gudang Haram di Bali: Bea Cukai & BAIS TNI Dobrak Timbunan 19 Ribu Botol Miras Palsu Rp12,5 Miliar

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:05
Rokok-Ilegal
Nusantara

Intelijen Tembus Jalur Gelap: Bea Cukai Malang Gagalkan Pengiriman 1,4 Juta Rokok Ilegal di Kota Batu

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:34

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1429 shares
    Share 572 Tweet 357
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1167 shares
    Share 467 Tweet 292
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2994 shares
    Share 1198 Tweet 749
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    702 shares
    Share 281 Tweet 176
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.